• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mencegah Ruam Popok pada Orang Dewasa

Begini Cara Mencegah Ruam Popok pada Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Siapa saja bisa mengalami ruam popok. Memang benar, kondisi ini paling sering terjadi pada bayi karena popok memerangkap kelembapan dan bakteri di dekat kulit. Meski begitu, untuk alasan yang sama, orang dewasa yang memakai pembalut atau celana dalam yang dirancang khusus dengan bantalan penyerap juga dapat mengalami ruam popok.

Orang dewasa mungkin perlu menggunakan popok atau pembalut dewasa dalam berbagai situasi, termasuk saat: 

  • Mengalami masalah saat menggunakan atau mengakses kamar mandi.
  • Memiliki masalah dengan kontrol usus atau kandung kemih.
  • Memiliki pekerjaan yang membutuhkan waktu lama tanpa bisa ke kamar mandi.
  • Mengidap penyakit Alzheimer yang memengaruhi kemampuan mereka untuk mengingat pergi ke kamar mandi.

Baca juga: Begini Cara Simpel Mencegah Ruam Popok Bayi

Penyebab dan Gejala Ruam Popok pada Orang Dewasa

Menggunakan popok dewasa atau pembalut dapat menyebabkan ruam popok pada orang dewasa. Namun, penyebab spesifik yang terkait dengan ruam popok pada orang dewasa, yaitu:

  • Iritasi kulit karena panas dan kelembapan yang terperangkap.
  • Kerusakan pelindung kulit karena gesekan.
  • Peradangan yang disebabkan oleh amonia dalam urine yang terperangkap atau enzim dalam tinja, yang merusak jaringan kulit saat bersentuhan dengan kulit.
  • Reaksi alergi terhadap pewarna, parfum, atau bahan pada popok, pakaian dalam, atau pembalut.
  • Infeksi jamur, paling sering disebabkan karena Candida albicans.
  • Infeksi bakteri, paling sering karena Staphylococcus aureus.

Meski begitu, tidak semua orang yang mengalami ruam popok memakai atau menggunakan popok. Ruam popok dan infeksi yang terkait dengan kondisi ini juga dapat disebabkan oleh:

  • Tidak menjaga kebersihan alat kelamin.
  • Reaksi alergi yang terkait dengan bahan kimia, pewarna, atau wewangian yang ditemukan dalam deterjen yang digunakan untuk mencuci pakaian dalam.
  • Lecet atau gesekan kronis atau parah.
  • Reaksi alergi terhadap pewarna, parfum, atau zat lain yang ditemukan dalam tisu atau pelumas kebersihan pribadi.

Baca juga: Ruam Popok Buat Bayi Rewel, Atasi dengan Hal Ini

Ruam popok bisa terjadi pada selangkangan, bokong, paha, dan pinggul. Kasus ruam popok ringan, hingga sedang dapat menimbulkan gejala, seperti muncul bercak atau bintik-bintik berwarna merah muda dan terasa gatal. Tanpa penanganan, area munculnya ruam akan semakin meluas, menimbulkan warna merah muda hingga merah cerah. Pun, akan muncul benjolan yang lebih besar ukurannya, lebih menonjol, dan tersebar.

Jika sudah parah, gejala yang terjadi berupa bercak besar berwarna merah cerah, kulit meradang yang mungkin tampak terbakar, benjolan atau bekas yang sangat besar yang terkadang berisi cairan dan rasa gatal serta terbakar yang ekstrim, nyeri saat duduk, atau saat mengenakan pakaian dalam. 

Pencegahan Ruam Popok pada Orang Dewasa

Cara terbaik untuk mencegah ruam popok adalah sering mengganti celana dalam sesegera mungkin setelah kamu merasa celana basah atau kotor. Tidak lupa, bersihkan area intim menggunakan sabun hipoalergenik untuk membantu mengurangi risiko iritasi. Hindari menggosok dengan handuk untuk mengeringkan, sebaiknya tepuk perlahan.

Baca juga: Cara Mengatasi Ruam Popok Pada Bayi

Selain itu, menggunakan produk pelembap atau krim obat sebelum mengenakan celana dalam atau pembalut juga dapat mengurangi risiko lecet, serta membantu meredakan kulit yang meradang. Kamu bisa menggunakan minyak kelapa, lidah buaya, minyak ikan cod, dan krim kalamin.

Jika kondisi tersebut tidak membaik, kamu bisa segera melakukan penanganan di rumah sakit. Buat janji terlebih dahulu menggunakan aplikasi Halodoc sehingga kamu tidak perlu lagi mengantre nantinya. 



Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. Adult diaper rash: What you need to know.