Ad Placeholder Image

Begini Cara Menurunkan Demam pada Orang Dewasa Tanpa Obat

10 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   05 Februari 2026

Demam dapat sebabkan dehidrasi yang bisa kamu atasi dengan mengonsumsi minuman isotonik.

Begini Cara Menurunkan Demam pada Orang Dewasa Tanpa ObatBegini Cara Menurunkan Demam pada Orang Dewasa Tanpa Obat

DAFTAR ISI


Demam tidak selalu berarti kamu sedang mengalami penyakit spesifik tertentu. Demam bisa jadi tubuh sedang berperang melawan virus/bakteri yang masuk ke dalam tubuh, dan demam adalah bentuk pertahanan tubuh.

Walaupun demam merupakan bagian dari sistem kerja imun tubuh, namun jika suhu semakin meningkat maka perlu diwaspadai. Nah, sebagai upaya membantu sistem kerja imun tubuh, ada beberapa cara menurunkan demam yang bisa dilakukan. Mau tahu apa saja?

Gejala Demam pada Orang Dewasa

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas batas normal, yaitu lebih dari 37,5 derajat Celsius jika diukur dengan termometer oral.

Demam bukanlah penyakit, melainkan respons alami tubuh terhadap infeksi virus, bakteri, atau kondisi peradangan lainnya.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, demam merupakan salah satu gejala umum yang seringkali menyertai berbagai penyakit.

Selain peningkatan suhu tubuh, demam pada orang dewasa dapat disertai dengan gejala lain, seperti:

Gejala-gejala ini dapat bervariasi tergantung pada penyebab demam dan kondisi kesehatan individu.

Pentingnya Hidrasi saat Mengalami Demam

Saat suhu tubuh meningkat, metabolisme tubuh ikut bekerja lebih keras. Kondisi ini memicu peningkatan pengeluaran cairan melalui urine, laju pernapasan yang lebih cepat, serta keringat yang berlebih. Tanpa asupan yang cukup, rentetan reaksi ini meningkatkan risiko dehidrasi.

Bagi orang dewasa, kebutuhan cairan harian akan meningkat secara signifikan saat demam. Setiap kenaikan satu derajat Celsius di atas suhu normal (37 derajat Celsius), kebutuhan cairan tubuh dapat meningkat sekitar 12 persen. 

Sebagai contoh, seorang laki-laki yang biasanya membutuhkan 2.500 ml air per hari bisa memerlukan tambahan hingga 600 ml saat suhu tubuhnya mencapai 39 derajat Celsius.

Dalam kondisi ini, hidrasi yang tepat menjadi kunci pemulihan. Berdasarkan guideline WHO, jenis minuman seperti jus, teh, atau air putih tidak dirancang untuk menggantikan elektrolit tubuh yang hilang. 

Oleh karena itu, cairan yang mengandung elektrolit atau Oral Rehydration Solution (ORS) sangat direkomendasikan, terutama pada kondisi anak yang berisiko dehidrasi.

CDC dan WHO merekomendasikan asupan cairan yang mengandung elektrolit, seperti minuman isotonik.

POCARI SWEAT hadir sebagai solusi praktis yang mampu menjaga suhu tubuh pada rentang normal dan mengembalikan elektrolit ke dalam tubuh lebih baik dibandingkan air putih dan teh. Mengonsumsi minuman isotonik ini saat demam dapat  membantu:

  • Menghindari dehidrasi yang dapat memperparah kondisi demam.
  • Mencegah ketidakseimbangan elektrolit yang dapat memicu gejala lebih berat.
  • Menurunkan risiko rawat inap sehingga proses pemulihan di rumah lebih optimal.

Selain itu, produk ini aman dikonsumsi anak-anak karena tidak mengandung pengawet maupun pemanis buatan, serta telah mendapatkan Logo Pilihan Lebih Sehat dari BPOM RI karena profil gizinya yang memenuhi standar kategori minuman sehat. Pastikan POCARI SWEAT selalu siap mendampingi masa pemulihanmu agar kondisi tetap terjaga.

Cara Menurunkan Demam secara Alami

Ada beberapa upaya yang bisa kamu lakukan untuk meredakan demam tanpa obat, yaitu:

1. Banyak minum 

Memperbanyak minum membantu menurunkan demam pada orang dewasa tanpa obat, terutama minuman yang mengandung isotonik

Ketika demam, tubuh rentan mengalami dehidrasi, air mengembalikan cairan yang hilang sekaligus menetralisir peningkatan suhu tubuh. 

Perlu diingat, bila demam tak kunjung membaik, tak ada salahnya untuk mengonsumsi obat penurun panas.Baca di artikel ini: “Ini 5 Rekomendasi Obat Penurun Panas Dewasa yang Paling Ampuh”.

2. Konsumsi buah

Buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti semangka, mangga, jeruk, efektif meningkatkan imun tubuh. Vitamin C sangat terkonsentrasi di sel kekebalan dan cepat habis selama infeksi.

Itulah sebabnya mengapa ketika kamu demam, kamu perlu mengonsumsi buah yang banyak sebagai pengganti vitamin C yang hilang.

3. Istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh melawan infeksi yang masuk dan mengembalikan vitalitas tubuh.

Tidur dengan selimutan juga bisa membantu mengeluarkan keringat, sehingga mengembalikan suhu tubuh kembali normal.

4. Istirahat di suhu ruangan

Jika kamu sedang demam, sebaiknya kamu beristirahat di suhu ruangan. Sebab jika kamu istirahat di ruangan yang terlalu panas, kamu akan gerah dan tidak nyaman saat beristirahat. 

Demikian juga bila istirahat di suhu ruangan yang terlalu dingin, bisa bikin kamu menggigil.

Idealnya memang istirahatlah di suhu ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Udara segar baik untuk pemulihan kesehatan dan menurunkan demam.

5. Berjemur di pagi hari

Walaupun istirahat menjadi bagian penting untuk menurunkan demam, berbaring seharian hanya akan membuat tubuh lemas.

Kamu perlu bangun sesekali, terutama saat makan, mengganti pakaian, dan di pagi hari untuk berjemur.

Tidak perlu lama 10 – 15 menit saja duduk di teras, menghirup udara segar dan terkena paparan sinar matahari. Ini sedikit banyak membantu menurunkan demam.

Itulah informasi mengenai cara menurunkan demam pada orang dewasa tanpa harus minum obat.

6. Kompres hangat

Gunakan handuk bersih yang dicelupkan ke dalam air hangat (bukan air dingin) lalu peras dan tempelkan di dahi, leher, atau ketiak.

Kompres hangat membantu membuka pori-pori dan memfasilitasi pelepasan panas tubuh melalui keringat.

Hindari penggunaan air dingin atau es, karena dapat menyebabkan tubuh menggigil dan justru meningkatkan suhu tubuh lebih tinggi.

7. Kenakan pakaian yang nyaman

Gunakan pakaian berbahan ringan dan longgar agar panas tubuh lebih mudah keluar.

Hindari selimut atau pakaian tebal, karena dapat memerangkap panas dan memperburuk kondisi.

8. Konsumsi makanan yang mudah dicerna

Saat demam, nafsu makan mungkin berkurang. Pilihlah makanan yang mudah dicerna, seperti bubur, sup ayam, atau buah-buahan. Hindari makanan yang berlemak, pedas, atau terlalu manis.

Komplikasi Demam

Jika tidak ditangani dengan baik, demam tinggi dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan individu dengan sistem imun lemah.

Berikut potensi komplikasi yang bisa terjadi:

  • Kejang demam (febrile seizures): Ditandai dengan kejang, tubuh kaku, mata mendelik, dan kehilangan kesadaran.
  • Dehidrasi parah: Ditandai dengan mulut kering, urine sedikit atau berwarna gelap, pusing, dan kelelahan ekstrem.
  • Syok septik: Ditandai dengan penurunan tekanan darah drastis, denyut jantung cepat, dan kesadaran menurun.
  • Gangguan kesadaran atau kerusakan otak: Kondisi ini ditandai dengan kebingungan, halusinasi, kesulitan berbicara, atau kehilangan kesadaran.
  • Infeksi menular yang lebih serius: Contohnya seperti pneumonia, meningitis, atau malaria.

Apa Kata Riset?

Penelitian yang dipublikasikan di PLOS ONE mengeksplorasi prevalensi dan karakteristik demam pada pasien COVID-19, dewasa dan anak-anak. 

Hasil studi ini menunjukkan bahwa demam adalah gejala awal yang sangat umum pada pasien dewasa, tetapi tidak selalu muncul pada anak-anak dengan COVID-19. 

Ini menekankan pentingnya pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana demam bermanifestasi di berbagai kelompok umur.

Pencegahan Demam

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena demam:

  • Cuci tangan secara teratur: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, terutama setelah beraktivitas di tempat umum atau sebelum makan.
  • Hindari kontak dekat dengan orang sakit: Jaga jarak dengan orang yang sedang sakit untuk mencegah penularan infeksi.
  • Vaksinasi: Dapatkan vaksinasi influenza dan vaksinasi lain yang direkomendasikan untuk melindungi diri dari infeksi penyebab demam.
  • Jaga daya tahan tubuh: Konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga teratur untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat.

Minuman yang Sebaiknya Dihindari saat Demam

Selain minuman yang dianjurkan, ada juga beberapa jenis minuman yang sebaiknya dihindari saat demam, yaitu:

  • Kopi atau minuman berkafein: Dapat menyebabkan dehidrasi karena efek diuretiknya.
  • Minuman bergula tinggi atau soda: Tidak membantu hidrasi dan bisa memperburuk kondisi.
  • Alkohol: Jelas harus dihindari karena meningkatkan dehidrasi dan melemahkan sistem imun.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Meskipun demam biasanya bisa sembuh dengan perawatan mandiri, ada beberapa kondisi yang memerlukan tindakan medis segera:

  • Demam di atas 39 derajat Celcius yang tidak turun setelah 48 jam meskipun sudah minum obat penurun demam.
  • Menggigil hebat, keringat berlebih, atau kesulitan bernapas.
  • Sakit kepala berat atau leher kaku yang bisa menandakan infeksi serius seperti meningitis.
  • Ruam kulit yang tidak biasa atau memar tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri dada atau detak jantung tidak teratur.
  • Demam setelah perjalanan ke daerah endemis penyakit tertentu, seperti malaria atau demam berdarah.

Hubungi Dokter Ini Jika Demam Tak Kunjung Reda

Jika demam tak kunjung reda, ada baiknya untuk segera menghubungi dokter di Halodoc.

Nah, berikut beberapa rekomendasi dokter yang bisa kamu hubungi karena mereka memiliki pengalaman yang cukup lama dan rating yang baik dari pasien yang sebelumnya telah mereka tangani:

1. dr. Puguh Krisnadi Sandjojo Sp.PD

Kamu bisa menghubungi dr. Puguh Krisnadi Sandjojo Sp.PD untuk konsultasi dan pengobatan demam. 

Ia lulus dari Universitas Hang Tuah Surabaya pada tahun 2012 dan meraih gelar spesialis penyakit dalam dari Universitas Sam Ratulangi Manado pada tahun 2020. 

Saat ini, dokter Puguh Krisnadi Sandjojo tengah aktif berpraktik di daerah Cikarang, Jawa Barat, dengan pengalaman 12 tahun sebagai Spesialis Penyakit Dalam. 

Kamu dapat berkonsultasi dengan ia melalui Halodoc. Ia siap memberikan solusi untuk masalah kesehatan, termasuk demam.

Chat dr. Puguh Krisnadi Sandjojo Sp.PD dari Rp 59.000,- di Halodoc.

2. dr. Agnita Irawaty Sp.PD

Berikutnya, kamu bisa menghubungi dr. Agnita Irawaty Sp.PD. yangmerupakan alumnus dari Universitas Tarumanegara pada tahun 2010 dan Universitas Sam Ratulangi pada tahun 2022. 

Saat ini, dr. Agnita berpraktik di Yogyakarta dan aktif sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). 

Dengan pengalaman praktik klinis selama 14 tahun, kamu dapat berkonsultasi dengan dr. Agnita melalui Halodoc untuk mendapatkan bantuan terkait masalah penyakit dalam, termasuk demam pada orang dewasa.

Chat dr. Agnita Irawaty Sp.PD dari Rp 59.000,- di Halodoc.

Jika demam tak kunjung turun, segera tanyakan pada dokter di Halodoc, ya! Yuk, download Halodoc untuk informasi seputar kesehatan lainnya!

Kesimpulan

Menurunkan demam pada orang dewasa dapat dilakukan dengan berbagai cara alami tanpa obat, seperti kompres air hangat, istirahat yang cukup, dan konsumsi makanan bergizi.

Namun, jika demam tidak membaik atau disertai dengan gejala serius lainnya, segera konsultasikan dengan dokter.

Jaga selalu kesehatan dan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dan melakukan vaksinasi sesuai anjuran.

Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.

Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Vitamin C for Colds — Does It Actually Work?
MedicineNet. Diakses pada 2026. How Do You Break a Fever Naturally?
PLOS One. Diakses pada 2026. Prevalence and characteristics of fever in adult and paediatric patients with coronavirus disease 2019 (COVID-19): A systematic review and meta-analysis of 17515 patients.
World Health Organization. (2009). Dengue – Guidelines for diagnosis, Treatment. Prevention and Control.
Ghosh, A., Bavdekar, A., Wadhwa, N., Chakravarty, P., Nagpal, R., AR, S., … & Chatterjee, A. (2022). Role of Oral Fluid, Electrolytes and Energy in various pediatric illnesses beyondDiarrhea: An Indian Expert Panel Consensus Recommendation.
Chang, C. Q., Chen, Y. B., Chen, Z. M., & Zhang, L. T. (2010). Effects of a carbohydrate-electrolyte beverage on blood viscosity after dehydration in healthy adults. Chinese medical journal, 123(22), 3220-3225.
Nainggolan, L., Bardosono, S., & Ilyas, E. I. I. (2018). The tolerability and efficacy of oral isotonic solution versus plain water in dengue patients: A randomized clinical trial. Indian Journal of Community Medicine, 43(1), 29-33.

FAQ

1. Makan apa biar demam cepat turun?

Saat demam, penting untuk memastikan tubuh terhidrasi dan mendapat nutrisi yang cukup. Makanan yang bisa membantu termasuk:

  • Sup ayam: Panas dan mengandung nutrisi yang bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Buah-buahan yang kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, dan stroberi: Membantu memperkuat sistem imun.
  • Pisang dan nasi: Mudah dicerna, menambah energi tanpa membebani pencernaan.

2. Bagaimana cara agar panas dalam cepat sembuh?

“Panas dalam” biasanya merujuk pada kondisi mulut atau tenggorokan yang terasa panas, kering, atau tidak nyaman, yang sering dihubungkan dengan dehidrasi atau kelelahan.

Cara untuk mengatasi kondisi ini meliputi:

  • Banyak minum: Untuk menjaga hidrasi, terutama dengan minuman yang mengandung ION.
  • Mengonsumsi makanan ringan dan tidak pedas: Seperti buah-buahan segar dan sayuran.
  • Hindari kafein dan alkohol: Karena dapat membuat dehidrasi bertambah parah.
  • Istirahat yang cukup: Memungkinkan tubuh untuk memulihkan diri secara alami.