• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Hot Flashes Salah Satu Indikasi Perimenopause

Benarkah Hot Flashes Salah Satu Indikasi Perimenopause

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Setiap wanita akan mengalami masa menopause, yaitu saat siklus menstruasi berakhir secara alami, saat wanita berusia 40-50 tahun. Tanda perimenopause sendiri akan berbeda-beda pada setiap wanita. Salah satu tanda pasti yang dialami semua wanita adalah, tidak lagi mengalami menstruasi dalam waktu 12 bulan lamanya. 

Baca juga: Kapan Wanita Butuh Terapi Hormon Estrogen?

Kondisi tersebut terjadi karena ovarium, atau indung telur di dalam tubuh wanita tidak lagi melepaskan sel telur, sehingga tubuhnya berhenti mengalami menstruasi bulanan. Hal tersebut berarti, setelah memasuki masa menopause, wanita tidak lagi dapat hamil secara alami. Bukan itu saja, hot flashes juga menjadi salah satu indikasi perimenopause.

Kondisi tersebut ditandai dengan rasa panas yang menyebar dari wajah dan leher, hingga ke seluruh tubuh. Pada sebagian wanita, hot flashes dapat muncul lebih awal, saat siklus menstruasi masih berlangsung. Hot flashes sendiri merupakan sensasi rasa panas yang muncul secara tiba-tiba dan tidak diketahui apa yang menjadi penyebabnya. Bukan itu saja, berikut tanda perimenopause yang kerap dialami!

  • Menstruasi Tidak Teratur

Tanda perimenopause yang pertama adalah menstruasi tidak teratur. Perubahan siklus menstruasi yang sebelumnya lancar dan teratur, bisa datang lebih cepat atau lebih lama, disertai dengan durasi yang lebih singkat. Jumlah darah yang keluar pun akan mengalami perubahan, bisa menjadi lebih banyak, lebih sedikit, atau hanya bercak darah atau flek saja. 

Baca juga: Masuk Usia Menopause, Ini Pola Hidup Sehat untuk Ditiru

  • Sulit Tidur atau Insomnia

Tanda perimenopause selanjutnya adalah sulit tidur atau insomnia. Kondisi tersebut disebabkan oleh kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh yang terus menurun. Keluhan lain yang dialami yaitu akan lebih mudah terbangun di malam hari, serta sulit untuk tidur kembali. Saat menopause terjadi, kualitas tidur akan berkurang, sehingga tubuh akan merasa lelah dan kurang berenergi setelah bangun tidur.

  • Masalah pada Saluran Kemih

Adanya masalah pada saluran kemih merupakan tanda perimenopause selanjutnya. Wanita yang telah memasuki masa menopause biasanya akan mengalami kesulitan dalam menahan pipis, meningkatnya frekuensi buang air kecil, serta anyang-anyangan setelah buang air kecil. Hal-hal tersebut dialami karena jaringan vagina dan saluran kemih yang perlahan menipis, dan kehilangan elastisitas.

Bukan itu saja, penurunan kadar estrogen dalam tubuh yang terjadi sebelum masa menopause akan membuat wanita lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Kondisi tersebut ditandai dengan nyeri buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat ditandai dengan urine yang sedikit, warna urine gelap, bau urine tidak sedap, serta kandung kemih yang terasa penuh.

  • Vagina Kering

Tanda perimenopause selanjutnya terjadi karena adanya penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita, sehingga produksi cairan pelumas alami vagina menjadi berkurang dan vagina menjadi kering. Kondisi ini akan ditandai dengan rasa tidak nyaman, gatal, dan perih di sekitar vagina. Bukan itu saja, vagina kering akan menyebabkan nyeri saat berhubungan seksual.

  • Penurunan Gairah Seks

Tanda perimenopause yang terakhir adalah penurunan gairah seks. Kondisi ini terjadi karena adanya penurunan hormon estrogen yang membuat klitoris menjadi kurang peka terhadap rangsangan seksual. Kondisi ini juga akan menyebabkan wanita kesulitan untuk merasakan orgasme.

Baca juga: Jelang Menopause, Wanita Lebih Sering Vertigo?

Selain penurunan gairah seks, perubahan hormon dalam tubuh wanita akan berdampak pada perubahan emosi, serta kondisi psikologisnya. Menjelang menopause, wanita akan lebih sensitif, lebih mudah tersinggung, merasa cepat lelah, tidak bersemangat, serta lebih mudah mengalami perubahan suasana hati. Jika sederet hal tersebut terjadi, diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk mendapatkan langkah penanganan yang tepat, ya!

Referensi:

NAMS. Diakses pada 2020. Menopause 101: A primer for the perimenopausal.
WebMD. Diakses pada 2020. Perimenopause.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Perimenopause.