• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Lansia Lebih Berisiko Alami Anosmia?

Benarkah Lansia Lebih Berisiko Alami Anosmia?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Siapa saja bisa terserang gangguan pada indera penciuman alias anosmia. Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, salah satunya usia. Orang yang sudah lanjut usia alias lansia disebut menjadi kelompok yang cukup rentan mengalami kondisi ini. 

Risiko anosmia pada lansia meningkat karena ada penurunan kemampuan saraf penciuman. Penuaan atau pertambahan usia nyatanya menjadi salah satu pemicu penyakit ini. Anosmia adalah penyakit yang menyebabkan pengidapnya tidak memiliki kemampuan untuk mencium bau-bauan atau aroma yang ada di sekitar. Biar lebih jelas, simak penjelasan seputar penyakit anosmia dalam artikel berikut!

Baca juga: 10 Penyebab Anosmia yang Perlu Kamu Ketahui

Anosmia dan Hal yang Menjadi Pemicunya 

Anosmia tidak boleh dianggap sepele begitu saja. Hal ini bisa berbahaya, sebab pada beberapa hal indera penciuman adalah hal yang penting untuk dilibatkan. Kondisi ini bisa terjadi karena ada gangguan pada indera penciuman hingga tanda dari gangguan kesehatan tertentu. Anosmia merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang kehilangan kemampuan dalam mencium aroma atau bau-bauan. 

Kebanyakan kondisi ini hanya terjadi dalam waktu yang singkat dan karena penyakit flu. Anosmia karena flu biasanya akan hilang setelah penyakit tersebut sembuh. Namun, ada beberapa kasus yang menyebabkan anosmia berlangsung dalam jangka waktu yang panjang. Pada kasus yang parah, anosmia bisa terjadi akibat gangguan saraf dari hidung menuju otak.

Anosmia yang terjadi pada jangka waktu panjang, bahkan bisa menetap alias permanen. Kondisi ini rentan terjadi pada lansia. Sebab, anosmia pada lansia biasanya akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, terlebih jika terjadi karena kerusakan saraf penciuman. Selain itu, anosmia juga bisa muncul sebagai gejala dari penyakit tertentu.

Maka dari itu, segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika mengalami gejala penyakit ini. Anosmia harus segera mendapat penanganan medis jika muncul secara tiba-tiba atau tanpa ada penyebab jelas. Mengetahui penyebab anosmia bisa membantu mencari tahu apa hal yang bisa terjadi pada tubuh serta bagaimana cara mengatasinya. 

Ada berbagai penyakit yang dapat menimbulkan anosmia sebagai gejalanya, di antaranya gangguan pada dinding dalam hidung, penyumbatan atau hambatan pada rongga hidung, hingga kerusakan saraf pada penciuman. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh penuaan, penyakit Alzheimer, tumor otak, cedera kepala, diabetes, malnutrisi, penyakit Parkinson, sindrom Sjogren, hingga penyakit Huntington.

Anosmia pada lansia tidak boleh disepelekan, terutama yang disebabkan oleh gangguan saraf. Anosmia yang disebabkan oleh gangguan saraf harus segera ditangani dan mendapat perhatian khusus. Hal itu penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih buruk dan memicu komplikasi. 

Baca juga: 5 Langkah Mencegah Penurunan Kemampuan Indera Penciuman

Cari tahu lebih lanjut seputar anosmia dan apa saja perubahan yang bisa terjadi pada tubuh Karena penyakit ini dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Anosmia?
NHS UK. Diakses pada 2020. Lost or changed sense of smell.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Symptoms. Loss of Smell.