Advertisement

Benarkah Makan Cokelat Bisa Mengurangi Risiko Alami Stroke?

Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   09 Oktober 2020
Benarkah Makan Cokelat Bisa Mengurangi Risiko Alami Stroke?Benarkah Makan Cokelat Bisa Mengurangi Risiko Alami Stroke?

Halodoc, Jakarta - Perlu kamu ketahui bahwa makan sebatang cokelat ukuran standar setiap minggu dapat menurunkan risiko stroke di kemudian hari sebesar 17 persen. Terdapat kaitan antara rutin mengonsumsi cokelat dengan rendahnya risiko terkena stroke dan penyakit kardiovaskular. 

Namun, masih ada kemungkinan bahwa ini bersifat kebetulan. Penelitian yang pernah dilakukan hanya berkaitan pada orang yang umumnya sehat secara keseluruhan. Mungkin akan berbeda jika kamu telah memiliki kondisi medis yang mendasar. Misalnya, konsumsi cokelat yang lebih tinggi dikaitkan dengan beberapa kualitas dan perilaku sehat, seperti lebih aktif secara fisik. 

Baca Juga : Enggak Hanya Enak, Ini 3 Jenis Cokelat yang Kaya Manfaat

Bagaimana Cokelat Dapat Menurunkan Risiko Stroke?

Meskipun makan cokelat bermanfaat untuk mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung, namun sebaiknya kamu tidak mengabaikan sejumlah lemak dan gula dalam cokelat yang berkontribusi pada penambahan berat badan. Jika kamu memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, maka dengan makan cokelat justru memperburuk masalah kesehatan yang kamu miliki. 

Jika kamu memiliki berat badan yang sehat, maka makan cokelat dalam jumlah sedang tidak akan meningkatkan risiko penyakit stroke dan jantung. Namun tentu hal ini tidak akan direkomendasikan jika kamu memiliki berat badan lebih. 

Cokelat mengandung antioksidan yang menyehatkan jantung yang disebut flavonoid, yang mungkin berperan atas beberapa manfaat kesehatan. Jenis cokelat hitam (dark chocolate) dalam jumlah sedang dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung dan membantu daya ingat. 

Stroke merupakan salah satu jenis penyakit kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah, dan merupakan salah satu penyebab kematian terbesar. Ada empat jenis utama penyakit kardiovaskular, di antaranya:

  • Penyakit jantung koroner, ketika aliran darah kaya oksigen ke jantung tersumbat.
  • Stroke, ketika suplai darah ke otak diblokir.
  • Penyakit arteri perifer, ketika aliran darah ke anggota tubuh, biasanya kaki. 
  • Penyakit aorta, masalah dengan aorta, pembuluh darah terbesar di tubuh yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh, yang mungkin perlu diobati dengan penggantian katup aorta. 

Baca Juga : Tidak Hanya Enak, Ini 4 Jenis Cokelat dan Manfaatnya

Flavonoid yang terkandung dalam cokelat adalah bahan kimia tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan, yang bersifat meningkatkan kesehatan. Flavonoid ini juga berguna untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. 

Flavonoid dalam cokelat dapat mengurangi kekakuan darah untuk mencegah pembentukan gumpalan. Zat kimia ini juga membantu arteri mengatur perubahan tekanan darah, dengan membantu melebarkan arteri untuk menampung aliran darah dengan lebih baik. Flavonoid juga dapat menurunkan konsentrasi kolesterol jahat dalam darah dan menurunkan tekanan darah. 

Selain itu, kualitas cokelat tampaknya bukan faktor utama. Makan cokelat hitam mungkin dapat mengurangi risiko stroke, namun hal ini juga harus dibarengi dengan pola makan sehat dan nutrisi seimbang. Namun tetap saja, makan cokelat tidak bisa menjadi pengganti dari olahraga yang teratur untuk mengurangi risiko stroke

Perlu kamu ketahui juga, seperti yang dilansir oleh WebMD, bahwa cokelat mungkin baik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, tapi gambarannya belum jelas. Sebab,tudi ini memiliki batasan desain. 

Baca Juga : Bukan Hanya Nikmat, Ini 5 Manfaat Cokelat Bagi Tubuh

Ini hanyalah satu penjelasan, bahwa flavonoid dalam cokelat memang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Namun ada terlalu banyak elemen lain dalam campuran cokelat yang menunjukkan manfaat pengurangan risiko stroke

Untuk itu, berdiskusilah terlebih dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc jika ingin mengetahui manfaat suatu makanan. Yuk, download aplikasi Halodoc agar sehat lebih nyaman. 

Referensi:

Guardian. Diakses pada 2020. Chocolate reduces stroke risk for men, research claims

NHS. Diakses pada 2020. Eating chocolate may slightly lower your risk of stroke

WebMD. Diakses pada 2020. Can Chocolate Lower Your Risk for Stroke?