• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Makanan Pedas Picu Komplikasi Sindrom Iritasi Usus?

Benarkah Makanan Pedas Picu Komplikasi Sindrom Iritasi Usus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc. Jakarta – Sindrom iritasi usus atau dikenal juga dengan irritable bowel syndrome (IBS) adalah gangguan umum yang terjadi pada usus besar. Pengidap penyakit tersebut dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan pedas, karena dapat memicu terjadinya komplikasi. Namun, benarkah demikian? Simak penjelasannya di bawah ini.

Sindrom iritasi usus (IBS) adalah masalah yang terjadi di usus besar. Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala-gejala, seperti kram atau sakit perut, kembung, gas, diare, dan sembelit. IBS adalah penyakit kronis yang perlu terus-menerus dikelola dalam jangka waktu yang panjang.

Kabar baiknya, kebanyakan IBS tidak menimbulkan gejala yang parah. Beberapa orang dapat mengendalikan gejala yang muncul dengan mengatur pola makan, gaya hidup, dan stres. Gejala IBS yang parah dapat diobati dengan pengobatan dan konseling. Perlu diketahui, sindrom iritasi usus tidak meningkatkan risiko kanker kolorektal.

Baca juga: Kenali Perbedaan antara Sindrom Iritasi Usus dan Maag

Pemicu Iritasi Sindrom Usus

Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya sindrom iritasi usus besar, tetapi pemicu yang paling umum adalah makanan. Beberapa makanan tertentu mungkin dapat memberikan efek yang lebih besar pada usus kamu daripada yang lain, sehingga dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti konstipasi dan diare. Konstipasi dan diare kronis yang terjadi akibat IBS dapat berujung pada komplikasi berupa hemoroid atau penyakit wasir. Karena itu, penting untuk mengetahui makanan-makanan apa saja yang dapat memicu sindrom iritasi usus, agar dapat membuat rencana untuk menghindarinya, sehingga kamu pun dapat mengelola gejala penyakit tersebut dengan lebih baik.

Baca juga: Depresi Bisa Tingkatkan Risiko Sindrom Iritasi Usus

Meskipun makanan pedas seringkali memicu gangguan pencernaan, tetapi ternyata makanan bercita rasa kuat tersebut tidak termasuk dalam daftar makanan pemicu sindrom iritasi usus. Berikut beberapa makanan yang dapat memicu sindrom iritasi usus beserta cara untuk mengatasinya:

  • IBS dengan Sembelit

Sindrom iritasi usus yang menyebabkan konstipasi biasanya terjadi pada anak remaja dan dewasa muda. Gejalanya adalah tinja yang keras dan menurunnya frekuensi buang air besar. Ternyata, IBS yang menyebabkan sembelit dipicu oleh beberapa makanan berikut ini:

    • Roti dan sereal yang terbuat dari biji-bijian olahan (tidak utuh).

    • Makanan olahan seperti keripik dan kue.

    • Kopi, minuman berkarbonasi, dan alkohol.

    • Diet tinggi protein.

    • Produk susu, terutama keju.

Berikut ini cara-cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi sembelit akibat sindrom iritasi usus:

      • Tingkatkan asupan serat kamu secara bertahap sebanyak 2–3 gram per hari sampai mencapai total 25 gram per hari untuk wanita dan 38 gram per hari untuk pria. Sumber serat yang baik, antara lain roti gandum dan sereal, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran.

      • Batasi makanan yang tinggi akan sorbitol pengganti gula.

      • Minum banyak air putih setiap hari.

  • IBS dengan Diare

Makanan yang dapat memicu sindrom iritasi usus menyebabkan diare yang parah bagi beberapa orang, antara lain:

    • Terlalu banyak serat, terutama jenis yang tidak larut yang dapat ditemukan pada kulit buah dan sayuran

    • Makanan dan minuman yang mengandung cokelat, alkohol, kafein, fruktosa, atau sorbitol.

    • Minuman berkarbonasi.

    • Mengonsumsi makanan dalam porsi banyak.

    • Makanan yang digoreng dan berlemak.

    • Produk-produk susu, terutama pada orang-orang yang tidak dapat mencerna gula susu laktosa atau yang disebut juga intoleransi laktosa.

    • Makanan dengan gandum untuk orang yang alergi atau memiliki reaksi buruk terhadap gluten.

Berikut ini pola makan yang dianjurkan untuk mengatasi diare akibat sindrom iritasi usus:

  • Konsumsilah jenis serat yang mudah larut dalam jumlah sedang. Cara ini dapat menambahkan massa pada feses kamu. Sumber serat yang baik adalah roti gandum, oats, beras merah, pasta gandum, serta buah-buahan (dagingnya bukan kulitnya, dan buah-buahan kering).

  • Hindari mengonsumsi makanan pada suhu yang berlawanan, seperti sup panas dengan air putih dingin sekali makan.

  • Hindari brokoli, bawang, dan kol. Makanan tersebut dapat menyebabkan perut bergas dan membuat kamu semakin tidak nyaman.

  • Makanlah dalam porsi yang lebih kecil.

  • Minumlah air satu jam sebelum dan sesudah makan, bukan pada saat makan.

  • Bicarakanlah pada dokter bila kamu memiliki alergi gandum.

Baca juga: 5 Pengobatan untuk Atasi Sindrom Iritasi Usus

Nah, itulah daftar makanan yang dapat memperburuk sindrom iritasi usus bahkan memicu terjadinya komplikasi. Bila kamu mengalami masalah pencernaan, jangan ragu untuk menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa minta saran kesehatan dari dokter terpercaya kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Irritable bowel syndrome.
WebMD. Diakses pada 2020. IBS Triggers and How to Avoid Them.