Ad Placeholder Image

Benarkah Pap Smear Negatif Tetap Perlu Vaksin HPV?

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlian Dimas SpDVE   04 Februari 2026

Hasil Pap Smear negatif hanya menunjukkan bahwa saat pemeriksaan tidak ditemukan sel abnormal, kamu masih berpotensi terinfeksi HPV di kemudian hari.

Benarkah Pap Smear Negatif Tetap Perlu Vaksin HPV?Benarkah Pap Smear Negatif Tetap Perlu Vaksin HPV?

DAFTAR ISI


Pemeriksaan pap smear adalah cara penting untuk mendeteksi dini perubahan sel pada serviks yang bisa berkembang menjadi kanker. Vaksin HPV, di sisi lain, melindungi dari infeksi Human Papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks.

Muncul pertanyaan, jika hasil pap smear negatif, perlukah tetap mendapatkan vaksin HPV? Simak bahasan terkait pentingnya vaksin HPV, bahkan jika hasil pap smear kamu negatif.

Apa Itu Pap Smear?

Pap smear, atau disebut juga tes Pap, adalah prosedur skrining untuk mendeteksi keberadaan sel-sel abnormal pada serviks.

Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel sel dari serviks yang kemudian diperiksa di laboratorium.

Pap smear membantu mengidentifikasi perubahan sel prakanker, sehingga dapat diobati sebelum berkembang menjadi kanker serviks.

Idealnya, wanita dianjurkan untuk melakukan pap smear secara rutin mulai usia 21 tahun.

Frekuensi pemeriksaan selanjutnya akan ditentukan oleh dokter, berdasarkan usia dan hasil pemeriksaan sebelumnya.

Apa Itu Vaksin HPV?

Vaksin HPV adalah vaksin yang dirancang untuk melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus (HPV).

HPV adalah kelompok virus yang sangat umum dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kutil kelamin dan berbagai jenis kanker, seperti kanker serviks, vulva, vagina, penis, anus, serta kanker orofaringeal (kanker di bagian belakang tenggorokan, termasuk pangkal lidah dan amandel).

Vaksin HPV bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang akan melawan infeksi HPV di masa depan.

Vaksin ini sangat efektif jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus HPV.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi HPV adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah kanker serviks.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga merekomendasikan vaksinasi HPV sebagai bagian dari program pencegahan kanker serviks nasional.

Hubungan Hasil Pap Smear dan Vaksin HPV

Pap smear mendeteksi perubahan sel yang sudah terjadi, sementara vaksin HPV mencegah infeksi virus penyebab perubahan tersebut.

Hasil pap smear negatif berarti tidak ada sel abnormal yang terdeteksi pada saat pemeriksaan. Namun, ini tidak menjamin bahwa kamu tidak akan terinfeksi HPV di masa depan.

Vaksin HPV memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang paling umum menyebabkan kanker serviks. Vaksin ini efektif mencegah infeksi baru, tetapi tidak dapat mengobati infeksi HPV yang sudah ada.

Kamu Terinfeksi HPV? Hubungi Dokter Ini untuk Mendapatkan Perawatan Tepat sedini mungkin. 

Apakah hasil Pap Smear negatif menjamin bebas dari HPV?

Tidak. Hasil Pap Smear negatif hanya menunjukkan bahwa saat pemeriksaan tidak ditemukan sel abnormal. Kamu masih berpotensi terinfeksi HPV di kemudian hari.

Manfaat Vaksin HPV Meski Hasil Pap Smear Negatif

Meskipun hasil pap smear kamu negatif, vaksin HPV tetap memberikan manfaat signifikan:

  • Mencegah infeksi HPV di masa depan: Vaksin melindungi dari jenis HPV yang paling berisiko menyebabkan kanker serviks dan penyakit lainnya.
  • Perlindungan luas: Vaksin HPV melindungi terhadap beberapa jenis HPV, termasuk yang tidak terdeteksi oleh pap smear.
  • Mengurangi risiko kanker lain: Vaksin HPV juga dapat mengurangi risiko kanker terkait HPV lainnya, seperti kanker anal, vulva, vagina, dan orofaringeal.

Sebuah studi yang dipublikasikan di The Lancet menunjukkan bahwa vaksinasi HPV secara signifikan mengurangi risiko infeksi HPV dan perkembangan lesi prakanker pada wanita yang sebelumnya belum terinfeksi.

Informasi tambahan: Vaksin HPV juga memberikan perlindungan terhadap kutil kelamin, yang disebabkan oleh jenis HPV yang berbeda dari penyebab kanker serviks.

Ketahui lebih dalam mengenai Kanker Serviks – Gejala, Penyebab, Pencegahan & Pengobatannya di sini.

Usia yang Tepat untuk Vaksin HPV

Vaksin HPV paling efektif jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual dan terpapar HPV. Usia yang direkomendasikan untuk vaksinasi HPV adalah antara 11 dan 12 tahun.

Namun, vaksinasi juga dapat diberikan hingga usia 26 tahun bagi mereka yang belum divaksinasi.

Bahkan, beberapa organisasi kesehatan merekomendasikan vaksinasi HPV hingga usia 45 tahun, berdasarkan pertimbangan risiko dan manfaat individu. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan apakah vaksinasi HPV sesuai untuk kamu.

Catatan: Vaksinasi HPV tidak dianjurkan untuk wanita hamil.

Efek Samping Vaksin HPV

Vaksin HPV umumnya aman dan memiliki efek samping yang ringan. Efek samping yang paling umum meliputi:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di tempat suntikan
  • Demam ringan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Mual

Efek samping ini biasanya hilang dalam beberapa hari. Reaksi alergi yang serius terhadap vaksin HPV sangat jarang terjadi.

Jika kamu mengalami efek samping yang mengkhawatirkan setelah vaksinasi HPV, segera konsultasikan dengan dokter.

Vaksinasi HPV Nonavalen (Gardasil 9) Bisa di Rumah Pakai Halodoc

Nah, untuk mendapatkan vaksinasi Gardasil 9, kamu tak perlu lagi pergi ke klinik atau antre di rumah sakit.

Sebab, kamu bisa melakukan Vaksinasi HPV Nonavalen (Gardasil 9) dari rumah dengan layanan Halodoc Homecare (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Layanan Halodoc Homecare akan mendatangkan tenaga medis profesional ke rumah atau lokasi mana pun yang kamu pilih untuk melakukan Vaksinasi HPV Nonavalen (Gardasil 9).

Karena bisa kamu lakukan di rumah, kamu bisa memantau kondisi kesehatan kamu atau orang terdekatmu dengan lebih baik.

Berikut beberapa keunggulan melakukan imunisasi anak dan vaksin dewasa lewat layanan Halodoc Homecare:

  • Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter. Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Home Lab Halodoc.
  • Setelah vaksin dokter berikan, dokter akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
  • Protokol kesehatan ketat.
  • Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
  • Hemat waktu dan biaya.
  • Tanpa biaya tambahan.
  • Harganya mulai dari Rp 2.260.000,-, kamu bahkan bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
  • Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.

Begini cara pemesanannya:

Kamu bisa order layanan Halodoc Homecare melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp Official Halodoc Homecare di 0888-0999-9226.

Untuk pemesanan di aplikasi Halodoc, berikut ini langkahnya:

  • Download aplikasi Halodoc terlebih dahulu di Play Store dan Google App.
  • Kemudian masuk ke aplikasi dan pilih ‘Lab, Vaccine & Homecare’.
  • Pilih kategori layanan Homecare yang kamu butuhkan.
  • Lalu, tentukan tanggal dan jadwal kunjungan yang kamu inginkan.
  • Setelah kamu menyelesaikan pembayaran di aplikasi Halodoc, admin Halodoc Homecare akan menghubungimu melalui WhatsApp untuk mengonfirmasi jadwal dan alamat. Jadwal bisa berubah menyesuaikan dengan ketersediaan petugas lab, kendala yang berkaitan dengan cuaca, atau kendala lainnya. Jadi, pastikan nomor kamu dapat dihubungi.

Tunggu apa lagi? Yuk booking sekarang!

Booking Vaksinasi HPV Nonavalen (Gardasil 9) Lebih Mudah di Rumah Pakai Halodoc.

Dengan menggunakan Halodoc, kamu dapat dengan mudah terhubung dengan dokter terpercaya secara online untuk mendapatkan saran medis yang tepat dan berkualitas.

Tunggu apalagi? Yuk, pakai Halodoc sekarang!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Pap smear. 
WebMD. Diakses pada 2026. Pap Smear.
Healthline. Diakses pada 2026. Pap Smear (Pap Test): What to Expect.
Healthline. Diakses pada 2026. Why Am I Bleeding After My Pap Smear and How Long Will It Last?
Medical News Today. Diakses pada 2026. What to know about bleeding after a Pap smear.
National Cancer Institute. Diakses pada 2026. HPV and Pap Test Results: Next Steps after an Abnormal Cervical Cancer Screening Test.

FAQ

1. Apakah vaksin HPV menghilangkan kebutuhan untuk melakukan pap smear?

Tidak. Vaksin HPV tidak melindungi terhadap semua jenis HPV penyebab kanker serviks. Pap smear tetap penting untuk mendeteksi perubahan sel yang disebabkan oleh jenis HPV yang tidak termasuk dalam vaksin.

2. Seberapa sering saya harus melakukan pap smear setelah vaksinasi HPV?

Frekuensi pap smear setelah vaksinasi HPV akan ditentukan oleh dokter kamu, berdasarkan usia dan riwayat kesehatan kamu. Umumnya, wanita tetap dianjurkan untuk melakukan pap smear secara teratur sesuai dengan pedoman yang berlaku.

3. Apakah pria juga perlu mendapatkan vaksin HPV?

Ya. Vaksin HPV direkomendasikan untuk pria dan wanita. Pada pria, vaksin HPV dapat melindungi terhadap kanker anal, kanker penis, dan kutil kelamin.

4. Di mana saya bisa mendapatkan vaksin HPV?

Vaksin HPV tersedia di berbagai klinik, rumah sakit, dan pusat kesehatan. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut tentang vaksinasi HPV.