Kutil Kelamin

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia

Pengertian Kutil Kelamin

Kutil kelamin adalah suatu kondisi di mana area kemaluan seseorang ditumbuhi oleh kutil. Beragam faktor bisa menjadi penyebab dari kutil kelamin. Umumnya disebabkan karena HPV (Human Papilloma Virus) tertentu. Kutil kelamin umumnya berbentuk tonjolan dan biasanya berwarna keabu-abuan atau senada dengan kulit. Ukuran dan jumlahnya pun beragam, bisa kecil sampai besar, bisa tumbuh multiple atau satu pada area kemaluan. Kutil kelamin dapat terjadi pada wanita maupun pria.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Granuloma Inguinale dan Kutil Kelamin

 

Faktor Risiko dan Penyebab Kutil Kelamin

Umumnya, kutil kelamin disebabkan karena adanya perkembangan dari Virus Human Papilloma (HPV) tertentu. Ada lebih dari 100 macam HPV. Berdasarkan laporan dari Badan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), HPV 6 dan HPV 11 merupakan penyebab lebih dari 90 persen kasus kutil kelamin.

Sebagai penyebab kutil kelamin yang paling umum, HPV 6 dan HPV 11, virus tersebut biasanya tidak menyebabkan kanker. Sedangkan HPV 16, merupakan penyebab kebanyakan kanker. HPV 18, 31, dan 45 juga jenis berisiko, artinya dapat menyebabkan kanker, terutama kanker serviks.

HPV adalah virus yang sangat mudah menular. Dapat menular lewat kontak kulit. Kontak seksual dengan pengidap merupakan penyebab kasus penularan HPV yang paling sering terjadi. American Academy of Dermatology juga melaporkan fakta bahwa setengah dari orang yang berhubungan seksual juga memiliki jenis infeksi HPV tertentu.

Faktor risiko meliputi individu berusia 1733 tahun dengan status seksual aktif, terutama pada mereka yang berhubungan seksual tanpa kondom. Walaupun kondom tidak dapat melindungi seseorang dari HPV 100 persen.

 

Gejala Kutil Kelamin

Gejala yang ditimbulkan oleh kutil kelamin biasanya adalah ditemukannya tonjolan kulit dengan permukaan yang cenderung kasar. Pada kasus tertentu, kutil dapat juga disertai dengan rasa gatal nyeri dan sensasi terbakar. Kutil yang tumbuh dalam liang vagina dapat menyebabkan perdarahan dan keputihan.

 

Diagnosis Kutil Kelamin

Diagnosis ditegakkan melalui wawancara di mana dokter akan menanyakan tentang riwayat seksual. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik langsung dan pemeriksaan penunjang. Umumnya, lapisan atas kutil akan dikikis untuk melihat adanya titik gelap yang menunjukkan sumbatan pembuluh darah yang umum terjadi pada kutil.

Dokter juga bisa melakukan shave biopsy sebagai prosedur pengangkatan bagian kecil pada kutil. Serpihan kecil ini akan dikirim ke laboratorium untuk mengetahui status kutil, jenis obat, penanganan yang tepat, serta mencegah kemungkinan pertumbuhan kulit lainnya.

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini untuk Mencegah Kutil Kelamin

 

Pengobatan Kutil Kelamin

  • Pengobatan Laser. Jika kutil kelamin yang muncul terus-menerus tumbuh, maka pengobatan laser akan dilakukan. Sebelum melakukan pengobatan laser, dokter akan memberikan krim mati rasa untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

  • Krioterapi. Metode ini melakukan pembekuan kutil kelamin dengan cyroprobe atau nitrogen cair. Tingkat responnya tinggi dan tindakan ini memiliki efek samping yang minim.

  • Electrodesiccation. Kutil kelamin akan dihancurkan menggunakan arus listrik jika memakai metode pengobatan ini. Namun, gumpalan asam dari pengobatan dapat menyebabkan infeksi. Sebelum pengobatan, dokter akan memberikan bius lokal.

  • Konsumsi obat. Dengan mengonsumsi obat tertentu, kutil kelamin dapat diobati. Kamu bisa mendapatkannya setelah berbicara dengan dokter.

  • Bedah. Penanganan ini untuk menghilangkan kutil kelamin bisa dilakukan dengan pembedahan. Tindakan bedah akan meliputi pemotongan kutil. Jenis pengobatan ini disarankan, tetapi jika kutil pengidap kecil dan hanya sedikit. Tindakan ini sangat efektif seperti pengobatan lainnya, tetapi tidak ada jaminan kutilnya tidak akan muncul kembali.

 

Pencegahan Kutil Kelamin

Menghindari berhubungan seks dengan individu yang mengidap kutil kelamin merupakan salah satu langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Selain itu, penggunaan kondom juga bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penularan. Aktivitas seks oral dengan individu yang mengidap kutil kelamin juga seharusnya dihindari. Hal tersebut karena virus penyebab kutil kelamin juga bisa menyerang mukosa mulut.

Baca juga: Hati-Hati, Ini 4 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Menjadi Pemicu Kutil Kelamin

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc.

Referensi:
Medicalnewstoday.com (Diakses pada 2019). Genital warts: Treatment, causes, and complications
Diperbarui pada 21 Agustus 2019