• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Pengidap Gagal Ginjal Rentan Alami Hipermagnesemia?

Benarkah Pengidap Gagal Ginjal Rentan Alami Hipermagnesemia?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Magnesium adalah salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh, tetapi tidak boleh berlebihan juga. Jika kadar magnesium berlebihan dalam tubuh, hal ini disebut hipermagnesemia. Batas asupan harian magnesium yang disarankan dapat berbeda-beda, tergantung jenis kelamin, usia, serta kondisi fisik masing-masing orang. 

Pengidap gagal ginjal rentang mengalami hipermagnesemia. Hal ini karena organ ginjal orang tersebut tidak lagi bisa berfungsi sebagaimana mestinya, untuk menyeimbangkan kadar magnesium dalam tubuh. Perlu diketahui bahwa normalnya, kelebihan magnesium akan dikeluarkan oleh ginjal lewat urine. Jika ginjal rusak atau terganggu, ia tidak lagi bisa mengeluarkan kelebihan magnesium. Akibatnya, mineral ini akan menumpuk di dalam darah.

Baca juga: Ini Efeknya Kalau Tubuh Kebanyakan Magnesium

Selain Gagal Ginjal, Ini Penyebab Lain Hipermagnesemia

Seperti telah disebutkan sebelumnya, hipermagnesemia biasanya rentan terjadi pada pengidap gagal ginjal. Namun, selain gagal ginjal, kondisi ini juga dapat disebabkan oleh hal lain. Misalnya, karena konsumsi obat yang mengandung magnesium secara berlebihan, atau sering minum alkohol.

Sementara itu, berbagai penyebab lainnya yang juga bisa mengakibatkan seseorang mengalami hipermagnesemia adalah:

  • Terapi lithium.
  • Hipotiroidisme.
  • Ibu hamil yang mengonsumsi magnesium untuk mengobati preeklampsia.
  • Obat-obatan yang mengandung magnesium tinggi seperti pencahar dan antasida.

Waspadai Gejala Hipermagnesemia Ini

Pada tubuh yang sehat, kadar magnesium dalam darah normalnya sekitar 1,7 hingga 2,3 miligram per desiliter (mg/dL). Namun, saat tubuh kelebihan magnesium, kadarnya ada pada angka 2.6 mg/dL atau lebih. Jika sudah begitu, tubuh akan mulai menunjukkan berbagai gejala seperti:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Gangguan sistem saraf.
  • Tekanan darah rendah yang abnormal (hipotensi).
  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Lemah otot.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Gangguan pernapasan.
  • Lesu.

Pada kasus yang cukup parah, kelebihan magnesium dapat menyebabkan masalah pada jantung, syok, hingga koma. Untuk itu, sebaiknya waspadai gejala hipermagnesemia agar tidak sampai jadi parah. Kalau kamu mengalami berbagai gejala yg disebutkan tadi, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter lewat chat

Baca juga: 6 Akibat Kalau Tubuh Kekurangan Magnesium

Pengobatan untuk Hipermagnesemia

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mengobati hipermagnesemia adalah mencari tahu dan menghentikan sumber magnesium ekstra. Setelah diketahui, dokter akan memberikan asupan kalsium melalui suntikan langsung ke pembuluh darah, untuk mengurangi berbagai gejala yang muncul, seperti gangguan pernapasan, detak jantung tidak teratur, hipotensi, hingga masalah saraf tertentu.

Selain menyuntikkan kalsium, kelebihan magnesium juga bisa diatasi dengan metode diuretik, yaitu pemberian obat yang membantu merangsang dan mempercepat pengeluaran urine. Dengan obat ini, kadar magnesium yang berlebih di dalam tubuh akan terbantu untuk keluar melalui urine.

Pada orang dengan fungsi ginjal yang normal, diagnosis yang dilakukan lebih awal dapat cukup membantu efektivitas pengobatan. Biasanya, cara yang dilakukan adalah dengan mengeluarkan kelebihan magnesium setelah sumber penyebabnya telah diketahui dan dihentikan.

Baca juga: Bahaya Ibu Hamil yang Alami Hipermagnesemia

Namun, pada orang yang ginjalnya sudah mengalami kerusakan (mengidap gagal ginjal), biasanya keterlambatan diagnosis akan mempersulit pengobatan. Cara paling efektif untuk menghentikan gejala dengan cepat adalah dengan dialisis (cuci darah) dan pemberian kalsium melalui suntikan lewat pembuluh darah.

Lalu, adakah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hipermagnesemia? Tentu ada. Cara mencegah hipermagnesemia bisa dilakukan dengan menghindari obat yang mengandung magnesium jika ginjal bermasalah. Namun, jika memang diperlukan, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter, untuk menanyakan apakah ada alternatif obat lain yang bisa dikonsumsi atau meminta obat dengan dosis yang lebih rendah. 

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What is Hypermagnesemia?
Healthline. Diakses pada 2020. Can You Overdose on Magnesium?
Livestrong. Diakses pada 2020. Signs and Symptoms of Too Much Magnesium.