Bahaya Ibu Hamil yang Alami Hipermagnesemia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
bahaya-ibu-hamil-yang-alami-hipermagnesemia-halodoc

Halodoc, Jakarta – Bukan tanpa alasan ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai macam makanan bergizi. Hal tersebut agar kebutuhan nutrisi ibu dan janin dapat terpenuhi dengan baik. Namun, ibu hamil juga perlu menjaga agar asupan nutrisi yang dikonsumsi tidak terlalu rendah maupun tidak terlalu tinggi, alias seimbang. 

Pasalnya, mengonsumsi suatu asupan nutrisi terlalu banyak juga bisa menyebabkan masalah kesehatan. Contohnya, hipermagnesemia. Kondisi ini terjadi ketika kadar magnesium di dalam tubuh ibu terlalu tinggi. Hipermagnesemia perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan dampak yang berbahaya bagi ibu hamil. Baca selengkapnya di sini.

Baca juga: Dampak Negatif Ibu Hamil yang Kekurangan Kolin

Mengenal Hipermagnesemia

Hipermagnesemia adalah kondisi medis yang terjadi ketika kadar magnesium dalam darah terlalu tinggi. Hipermagnesemia tergolong penyakit langka. Penyebabnya yang paling umum adalah karena ginjal tidak mampu membuang magnesium yang berlebih dalam darah. Akibatnya, tubuh akan mengalami kelebihan magnesium atau hipermagnesemia.

Magnesium sendiri merupakan mineral yang diperlukan tubuh sebagai elektrolit, artinya ia berfungsi untuk untuk membawa muatan listrik ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Magnesium berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, fungsi kardiovaskular, dan transmisi saraf. Sebagian besar magnesium dapat ditemukan dalam tulang.

Sistem gastrointestinal (usus) dan ginjal adalah dua organ yang bertanggung jawab dalam mengatur dan mengontrol berapa banyak magnesium yang diserap tubuh dari makanan dan berapa banyak yang diekskresikan dalam urine. Pada tubuh yang sehat, kadar magnesium dapat tetap terjaga pada kisaran 1,7 sampai 2,3 miligram per desiliter (mg/dL) setiap saat. Namun, pada orang yang mengalami hipermagnesemia, kadar magnesium mencapai 2,6 mg/dL atau lebih.

Baca juga: 6 Akibat Kalau Tubuh Kekurangan Magnesium

Penyebab Hipermagnesemia

Kebanyakan kasus hipermagnesemia terjadi pada orang yang mengalami gagal ginjal atau penyakit hati stadium akhir. Hal tersebut karena penyakit ginjal kronis tersebut bisa menyebabkan ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik untuk menjaga kadar magnesium dalam tubuh tetap pada tingkat yang normal. Akibatnya, orang tersebut akan mengalami penumpukan mineral dalam darah.

Beberapa perawatan untuk penyakit ginjal kronis, termasuk inhibitor pompa proton juga dapat meningkatkan risiko hipermagnesemia.

Sangat jarang orang yang memiliki ginjal yang sehat untuk mengalami hipermagnesemia. Kalaupun orang yang memiliki ginjal yang sehat mengalami hipermagnesemia, gejala yang muncul biasanya ringan. Nah, ibu hamil juga berisiko mengalami hipermagnesemia bila mengonsumsi magnesium dengan dosis yang terlalu tinggi. Hal tersebut biasanya dilakukan sebagai pengobatan untuk mengatasi kondisi preeklamsia.

Baca juga: Inilah 5 Cara Mengatasi Preeklamsia pada Ibu Hamil

Gejala yang Akan Dialami Ibu Hamil Bila mengalami Hipermagnesemia

Bila kadar magnesium masih berada sedikit di atas normal, maka ibu hamil tidak akan terlalu merasakan gejala hipermagnesemia. Namun, bila kadar magnesium dalam darah sudah jauh meningkat, ibu hamil bisa mengalami gejala-gejala yang bikin tidak nyaman berikut:

  • Wajah memerah.

  • Sakit kepala.

  • Lesu.

  • Diare.

  • Mual dan muntah.

  • Pingsan.

  • Tidak bisa buang air kecil.

  • Refleks menjadi lambat.

  • Otot melemah atau bahkan lumpuh.

  • Tekanan darah menurun.

  • Gangguan irama jantung.

  • Gangguan pernapasan.

Bahaya Hipermagnesemia pada Ibu Hamil

Bila ibu hamil mengalami gejala-gejala seperti di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pasalnya, hipermagnesemia bisa menyebabkan masalah pada jantung ibu hamil yang berujung pada penurunan kesadaran, gagal ginjal, sampai kematian. Penumpukan magnesium yang terlalu tinggi di dalam darah pun dapat menyerang kesehatan janin.

Mengingat dampak hipermagnesemia sangat berbahaya bagi ibu hamil, ibu dianjurkan untuk waspada terhadap kondisi ini. Bagi ibu hamil yang mengalami preeklamsia, perhatikan dosis magnesium yang dikonsumsi agar tidak terlalu berlebihan. Bila ibu hamil ingin melakukan pemeriksaan terkait masalah kesehatan yang dialami, langsung saja buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2019. What is hypermagnesemia?.