• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Sistokel dapat Menyebabkan Komplikasi?

Benarkah Sistokel dapat Menyebabkan Komplikasi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Sistokel atau kandung kemih yang prolaps adalah ketika kandung kemih turun dari posisi normalnya di panggul dan mendorong dinding vagina. Organ-organ panggul, termasuk kandung kemih, rahim, serta usus biasanya ditahan oleh otot-otot dan jaringan ikat dari dasar panggul. 

Sistokel terjadi ketika dasar panggul menjadi lemah atau jika terlalu banyak tekanan diletakkan pada dasar panggul. Hal ini dapat terjadi seiring waktu, selama persalinan normal atau dengan sembelit kronis, batuk hebat, atau angkat berat.

Baca juga: Ini Faktor Pemicu Sistokel yang Harus Dipahami

Kondisi ini dapat diobati dan untuk sistokel ringan atau sedang tidak perlu menjalani pembedahan sedangkan untuk kasus parah, pembedahan mungkin diperlukan untuk menjaga vagina dan organ panggul lainnya dalam posisi yang tepat.

Sistokel dapat menyebabkan komplikasi kandung kemih yang meliputi kesulitan buang air kecil, sensasi tidak nyaman, stres inkontinensia (urine keluar saat tertawa, batuk, bersin, atau mengangkat benda berat). 

Risiko dan Penanganan Sistokel

Orang yang paling berisiko terkena kandung kemih sistokel adalah:

  1. Wanita yang telah melahirkan melalui vagina.
  2. Wanita menopause, yang melemahkan dasar panggul saat tubuh berhenti membuat estrogen.
  3. Wanita yang telah menjalani histerektomi.
  4. Wanita yang secara genetik cenderung memiliki jaringan ikat yang lebih lemah.
  5. Wanita yang mengalami obesitas.

Untuk kondisi yang parah, penanganan sistokel dilakukan dengan pembedahan untuk menutup lubang vagina. Ini bisa menjadi pilihan bagi wanita yang tidak lagi ingin melakukan hubungan intim vaginal.

Ada juga perawatan non-bedah untuk kondisi sistokel yang meliputi:

  1. Makan diet tinggi serat.
  2. Latihan dasar panggul, seperti latihan kegel.
  3. Penggunaan pessary (alat yang dimasukkan untuk menopang dinding vagina).
  4. Perawatan estrogen intravaginal yang diresepkan untuk membantu mencegah atrofi otot panggul.

Informasi lebih detail mengenai sistokel bisa ditanyakan ke aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Diagnosis Sistokel

Bagaimana tahu apakah kamu mengalami sistokel atau tidak? Beberapa gejalanya adalah merasakan atau melihat sesuatu menggembung melalui lubang vagina, kesulitan mengosongkan kandung kemih (buang air kecil), sering ke kamar mandi untuk buang air, sering mengalami infeksi saluran kemih, perasaan penuh, berat, atau sakit di daerah panggul atau punggung bagian bawah. 

Baca juga: 3 Pengobatan untuk Atasi Sistokel

Gejala ini bisa menjadi lebih buruk ketika orang itu berdiri, mengangkat, batuk, atau seiring berjalannya hari. Kandung kemih melotot masuk atau keluar vagina serta seks yang menyakitkan adalah gejala sistokel.

Ketika mengalami gejala ini segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan diagnosis dengan pemeriksaan sebagai berikut:

  1. Pemeriksaan Panggul

Dokter akan memeriksa apakah terdapat tonjolan jaringan dari dalam vagina yang mengindikasikan sistokel. Untuk memeriksa kekuatan otot-otot dasar panggul, kamu akan diminta untuk mengontraksikannya seolah-olah akan buang air besar dan menahan aliran urine.

  1. Riwayat Kesehatan

Kamu juga akan ditanya ataupun mengisi formulir yang membantu dokter menilai riwayat kesehatan, tingkat kejatuhan sistokel, dan seberapa besar hal ini memengaruhi kualitas hidup. Informasi ini juga membantu memandu keputusan perawatan.

  1. Tes Kandung Kemih dan Urine

Jika kamu mengalami memiliki sistokel yang signifikan, kamu mungkin akan diperiksa untuk melihat seberapa baik dan sepenuhnya kandung kemih saat kosong. Dokter mungkin juga melakukan tes pada sampel urine untuk mencari tanda-tanda infeksi kandung kemih.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Anterior Prolapse Cystocele
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Cystocele (Fallen Bladder)
Urology Health.org. Diakses pada 2020. Bladder Prolapse