Benjolan Kanker Payudara Seperti Apa? Ini Penjelasannya
Benjolan payudara adalah kondisi ketika muncul massa atau pembengkakan di jaringan payudara yang bisa bersifat jinak maupun tanda awal masalah kesehatan tertentu.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Benjolan Payudara?
- Ciri-Ciri Benjolan Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai
- Penyebab Benjolan di Payudara
- Pentingnya Deteksi Mandiri (SADARI)
- Opsi Pengobatan untuk Benjolan Kanker Payudara
- Langkah-Langkah Pencegahan Kanker Payudara
- Kapan Harus Segera ke Dokter?
- Rekomendasi Dokter dari Halodoc
Benjolan payudara adalah pertumbuhan jaringan yang berkembang di dalam payudara. Saat kamu menemukan benjolan di payudara, ini bisa menakutkan dan memicu kecemasan.
Sebagian besar benjolan payudara tidak berbahaya, tetapi penting untuk menemui dokter agar segera dievaluasi. Sebab bisa saja ini menjadi gejala dari kanker payudara.
Namun, kamu perlu ingat bahwa hanya dengan menemui dokter, kamu bisa mengetahui penyebab dari benjolan tersebut.
Dokter akan melakukan evaluasi dan ia akan memastikan jenis tes apa yang dibutuhkan untuk membantu proses diagnosis.
Apa Itu Benjolan Payudara?
Benjolan kanker payudara adalah massa abnormal yang tumbuh di jaringan payudara.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan kanker payudara. Benjolan ini terbentuk akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali.
Tidak semua benjolan di payudara bersifat kanker, tetapi setiap benjolan harus diperiksakan oleh dokter untuk diagnosis yang tepat.
Cari tahu lebih lanjut mengenai Apa itu Benjolan Payudara? Penyebab & Pengobatan.
Ciri-Ciri Benjolan Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai
Penting untuk mengenali ciri-ciri benjolan kanker payudara agar dapat melakukan deteksi dini. Berikut adalah beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan:
- Tidak nyeri: Benjolan kanker umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, terutama pada stadium awal.
- Keras dan padat: Saat diraba, benjolan terasa keras dan memiliki konsistensi yang padat.
- Bentuk tidak beraturan: Benjolan memiliki bentuk yang tidak teratur, seperti bergelombang atau bergerigi.
- Tidak bergerak: Benjolan sulit digerakkan atau terasa melekat pada jaringan di sekitarnya.
- Perubahan pada kulit payudara: Adanya perubahan seperti kulit mengkerut (peau d’orange), kemerahan, atau Putting inverted (masuk kedalam).
- Keluarnya cairan dari puting: Terutama jika cairan tersebut berdarah atau keluar hanya dari satu payudara.
- Pembengkakan kelenjar getah bening: Pembengkakan di area ketiak juga bisa menjadi tanda penyebaran kanker.
- Perubahan ukuran dan bentuk payudara: Perhatikan jika ada perubahan signifikan pada ukuran atau bentuk salah satu payudara.
Penyebab Benjolan di Payudara
Benjolan di payudara dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penyebab umum meliputi:
- Perubahan fibrokistik: Kondisi umum yang menyebabkan benjolan karena perubahan hormonal.
- Kista: Kantung berisi cairan yang biasanya tidak berbahaya.
- Fibroadenoma: Tumor padat jinak yang paling sering terjadi pada wanita muda.
- Infeksi: Infeksi bakteri dapat menyebabkan abses yang terasa seperti benjolan.
- Kanker payudara: Pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.
Pentingnya Deteksi Mandiri (SADARI)
Deteksi dini adalah kunci keberhasilan pengobatan kanker payudara.
Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) secara rutin dapat membantu mendeteksi benjolan atau perubahan abnormal sejak dini.
WHO merekomendasikan SADARI sebagai bagian dari strategi deteksi dini kanker payudara.
Cara Melakukan SADARI:
- Berdiri di depan cermin dan perhatikan payudara.
- Angkat kedua lengan ke atas dan perhatikan apakah ada perubahan pada bentuk atau ukuran payudara.
- Letakkan tangan di pinggang dan tekan kuat-kuat untuk melihat apakah ada perubahan.
- Raba payudara dengan gerakan melingkar menggunakan ujung jari.
- Periksa area ketiak untuk mencari benjolan.
- Peras puting untuk melihat apakah ada cairan yang keluar.
Lakukan SADARI setiap bulan, beberapa hari setelah menstruasi selesai. Jika sudah menopause, pilih tanggal yang sama setiap bulan.
Kamu bisa cari tahu juga mengenai Tumor Payudara: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya.
Opsi Pengobatan untuk Benjolan Kanker Payudara
Pengobatan kanker payudara tergantung pada stadium kanker, ukuran benjolan, dan karakteristik lainnya. Beberapa opsi pengobatan meliputi:
- Operasi: Pengangkatan benjolan (lumpektomi) atau seluruh payudara (mastektomi).
- Terapi radiasi: Menggunakan sinar-X atau partikel berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker.
- Kemoterapi: Menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker di seluruh tubuh.
- Terapi hormon: Digunakan untuk kanker payudara yang sensitif terhadap hormon.
- Terapi target: Menggunakan obat-obatan yang menargetkan sel kanker tertentu.
- Imunoterapi: Merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker.
Langkah-Langkah Pencegahan Kanker Payudara
Meskipun tidak semua kasus kanker payudara dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko:
- Menjaga berat badan ideal: Obesitas dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
- Olahraga teratur: Aktivitas fisik dapat membantu mengurangi risiko kanker.
- Membatasi konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko kanker.
- Tidak merokok: Merokok dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai jenis kanker.
- Menyusui: Menyusui dapat memberikan perlindungan terhadap kanker payudara.
- Pemeriksaan rutin: Lakukan pemeriksaan payudara rutin dan mammogram sesuai rekomendasi dokter.
Ibu, ini 7 Penyebab Benjolan Kecil seperti Jerawat di Payudara
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami salah satu dari gejala berikut:
- Menemukan benjolan baru di payudara.
- Adanya perubahan pada ukuran atau bentuk payudara.
- Perubahan pada kulit payudara, seperti kemerahan atau kerutan.
- Keluarnya cairan dari puting, terutama jika berdarah.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak.
Rekomendasi Dokter dari Halodoc
Nah, jika kamu masih punya pertanyaan seputar benjolan pada payudara yang kamu curigai sebagai kanker, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Berikut ini rekomendasi dokter spesialis Halodoc:
Seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RSUP Persahabatan, RS Premier Jatinegara. Dokter Haris Maruli mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia, Depok pada tahun 2006.
Beliau juga tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia, sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.
Seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Premier Jatinegara, RS Siloam TB Simatupang. Dokter I Gusti mendapatkan gelar kedokterannya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia, Depok pada tahun 2006 dan mendapatkan gelar spesialisnya di Universitas yang sama pada tahun 2013.
Beliau yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia bisa memberikan layanan medis terkait Bedah Onkologi.
Seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi yang aktif melayani pasien di RS Surya Husadha Denpasar Bali. Dokter I Ketut mendapatkan gelar kedokteran setelah menamatkan pendidikan di Universitas Udayana, Bali.
Beliau yang tergabung dalam Ikatan Ahli Bedah Indonesia dan Ikatan Dokter Indonesia sebagai anggota ini dapat memberikan layanan konsultasi seputar bedah onkologi.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


