• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berapa Kali Sebaiknya Ganti Pembalut saat Menstruasi?

Berapa Kali Sebaiknya Ganti Pembalut saat Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Menstruasi merupakan proses organ reproduksi wanita untuk bersiap jika terjadi kehamilan, yang ditandai dengan penebalan dinding rahim yang berisi pembuluh darah. Jika kehamilan tidak terjadi, endometrium akan luruh dan keluar bersama darah saat menstruasi.

Saat menstruasi, wanita wajib menjaga kebersihan organ intimnya guna menghindari adanya kotoran yang memicu terjadinya penyakit. Lantas, berapa kali sebaiknya ganti pembalut saat menstruasi? Berikut tips menjaga kebersihan vagina saat tengah menstruasi!

Baca juga: Amankah Minum Pil saat Alami Gangguan Menstruasi?

Berapa Kali Sebaiknya Ganti Pembalut saat Menstruasi?

Pembalut membantu dalam menampung dan menyerap darah menstruasi. Masing-masing wanita akan memiliki aliran darah haid yang berbeda, ada yang keluar dengan sangat banyak, ada yang wajar. Apapun pembalut yang kamu pilih, kamu harus menggantinya secara teratur. Selain rasa nyaman, mengganti pembalut secara teratur akan mencegah kamu mengalami infeksi bakteri dari darah haid.

Selain alasan kesehatan, saat volume darah yang keluar sangat deras, pembalut bisa saja mengalami kebocoran, karena tidak cukup menyerap darah yang keluar. Untuk mengantisipasinya, saat aliran darah deras, kamu disarankan untuk lebih rutin mengganti pembalut, setiap 4-6 jam sekali. Hal tersebut berarti, kamu disarankan untuk mengganti pembalut sebanyak 4-6 kali sehari.

Baca juga: Gangguan Tidur Dapat Terjadi saat Fase Menstruasi

Langkah Menjaga Kebersihan Vagina saat Menstruasi

Selain rutin mengganti pembalut untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi dan iritasi, berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan vagina:

  • Bersihkan dari depan ke belakang. Pastikan untuk membersihkan vagina dari depan ke belakang untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina.

  • Menggunakan pembersih kewanitaan. Boleh-boleh saja menggunakan pembersih kewanitaan, tapi hindari penggunaan sabun kewanitaan yang memiliki kandungan parfum. Menggunakan sabun dengan kandungan parfum akan membuat kulit di sekitar vagina mengalami iritasi.

  • Perhatikan bahan pakaian dalam. Gunakan pakaian dalam yang mudah menyerap keringat, yaitu pakaian dalam yang berbahan dasar katut. Jangan gunakan pakaian dalam yang terlalu ketat untuk menjaga vagina tetap kering dan tidak lembap.

  • Konsumsi makanan sehat. Perhatikan makanan yang kamu konsumsi. Pola makan sehat yang kamu jalani akan berpengaruh pada kesehatan vagina. Beberapa makanan yang dianggap baik bagi organ vagina adalah yoghurt, ikan, buah beri, serta makanan yang mengandung kedelai.

  • Rutin mencuci tangan. Mencuci tangan berguna untuk mencegah perpindahan bakteri dari tangan ke vagina. Untuk itu, pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut agar organ vagina selalu sehat.

  • Pilih pembalut yang bagus. Pilih pembalut yang memiliki daya serap yang baik. Pembalut dengan daya serap yang baik akan mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur, serta mencegah munculnya bau tidak sedap selama menstruasi.

  • Pembalut dengan antibakteri. Untuk mendapat perlindungan ekstra, kamu bisa memilih pembalut dengan kandungan bahan alami, seperti daun sirih. Daun sirih memiliki kandungan antiseptik yang mampu mencegah infeksi dan iritasi. 

  • Mencukur rambut kemaluan. Menjaga kebersihan vagina yang terakhir dapat dilakukan dengan mencukur rambut kemaluan sebelum menstruasi. Rambut yang panjang akan membuat darah menggumpal dan menempel, sehingga menjadi sarang jamur dan bakteri.

Baca juga: Sakit Kepala Sebelah, Benarkah Gejala PMS?

Diskusikan segera dengan dokter di aplikasi Halodoc jika kamu memiliki tanda infeksi atau iritasi pada vagina karena kurangnya menjaga kebersihan organ kewanitaan saat menstruasi. Diskusikan pula jika kamu mengalami masalah kesehatan saat tengah datang bulan. Penanganan yang tepat akan mencegah kamu dari komplikasi yang membahayakan.

Referensi:
Verywell Health. Diakses pada 2020. How Often Do I Need to Change My Tampon or Pad?
The Health Site. Diakses pada 2020. 10 menstrual hygiene tips every girl and woman should know.