• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berat Badan Berlebihan Bisa Sebabkan Aterosklerosis

Berat Badan Berlebihan Bisa Sebabkan Aterosklerosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Aterosklerosis mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, tetapi kamu harus tahu bahwa dampak yang ditimbulkan dari masalah kesehatan ini. Pasalnya, aterosklerosis bisa menjadi penyebab dari banyaknya penyakit yang menyerang jantung dan menyebabkan stroke, tidak sedikit pula yang berujung pada kematian. 

Aterosklerosis terjadi ketika pembuluh darah mengeras atau menyempit yang disebabkan karena adanya plak pada pembuluh darah. Plak ini terbentuk dari akumulasi lemak, kolesterol, kalsium, produk buangan yang tidak terpakai dari sel, dan fibrin, salah satu bahan yang dibutuhkan tubuh untuk kelangsungan proses pembekuan darah. 

Keterkaitan Obesitas dengan Aterosklerosis

Terjadinya aterosklerosis bukan dalam sekejap, melainkan harus melalui tahapan yang cukup panjang. Kondisi ini diawali dengan rusaknya lapisan dinding pembuluh darah atau endotelium karena hipertensi, kebiasaan merokok, dan tingginya kadar kolesterol di dalam darah. Kerusakan inilah yang menjadi awal mula terbentuknya plak di dalam pembuluh darah. 

Baca juga: Aterosklerosis Bisa Sebabkan Sakit Jantung dan Stroke

Lalu, apa hubungan antara obesitas atau kelebihan berat badan dengan aterosklerosis? Sebenarnya, apa yang menjadi penyebab masalah kesehatan ini belum bisa diketahui dengan pasti. Namun, ada banyak faktor yang memicu tingginya risiko seseorang mengalami aterosklerosis, salah satunya adalah obesitas. Mengapa demikian? 

Obesitas atau berat badan berlebihan memang berisiko untuk membuat tubuh mudah terserang berbagai penyakit, karena tingginya asupan dan penumpukan lemak. Akibatnya, terjadi peningkatan kadar kolesterol dan penyempitan pada pembuluh darah. Nah, timbunan kolesterol ini yang membentuk plak dan menyumbat aliran darah, menjadikannya tidak lancar. 

Tidak hanya itu, obesitas berdampak pada berkurangnya elastisitas pembuluh darah, sehingga mudah menjadi kaku dan penyempitan pada bagian dindingnya. Inilah mengapa orang-orang dengan kondisi kelebihan berat badan lebih rentan terserang berbagai penyakit kardiovaskular, salah satunya adalah aterosklerosis. 

Baca juga: Kenapa Aterosklerosis Bisa Terjadi di Usia 20-an?

Mengenali Gejala dan Cara Mencegah Aterosklerosis

Sebagian besar kasus aterosklerosis tidak menunjukkan gejala yang signifikan, hingga terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah arteri. Gejala yang terjadi bergantung pada bagian arteri mana yang mengalami penyumbatan. Gejala ini termasuk nyeri pada bagian kaki ketika kamu berjalan, hipertensi hingga masalah gagal ginjal apabila penyumbatan terjadi pada arteri yang mengarah pada ginjal, sesak napas, nyeri dada, dan masalah pada irama jantung, serta mati rasa pada bagian tungkai. 

Jadi, segera periksakan diri ke dokter apabila kamu mengalami gejala-gejala tadi, terlebih jika diikuti rasa nyeri pada bagian dada atau nyeri yang menyerang bagian kaki. Pemeriksaan dini dan pengobatan awal yang dilakukan bisa membantu mencegah memburuknya aterosklerosis, sehingga tidak berkembang menjadi masalah jantung, stroke atau penyakit kronis lainnya. Kamu bisa pakai aplikasi Halodoc untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat.

Baca juga: Pentingnya Jaga Berat Badan Normal Agar Tak Kena Aterosklerosis

Kebiasaan dan pola hidup yang buruk dinilai menjadi pemicu utama tingginya risiko aterosklerosis. Jadi, cara pencegahan yang paling tepat adalah mengubah pola hidup dan meninggalkan kebiasaan buruk. Ini termasuk mengubah pola makan menjadi lebih sehat agar terhindar dari obesitas, berhenti merokok, dan rutin berolahraga.

Merokok bisa meningkatkan risiko kerusakan pembuluh darah, sementara menjaga pola makan tentu mencegah tubuh mengalami obesitas, tekanan darah tinggi, serta menjaga kadar kolesterol tetap normal. Terakhir, berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari membantu meningkatkan imunitas dan kesehatan tubuh. 

Referensi: 
Heart. Diakses pada 2020. Atherosclerosis. 
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Atherosclerosis?
National Heart, Lung, and Blood Institute. Diakses pada 2020. What Is Atherosclerosis?