• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Beri Perhatian Pengidap Gangguan Mental dengan 4 Langkah Ini

Beri Perhatian Pengidap Gangguan Mental dengan 4 Langkah Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Gangguan mental merupakan perilaku yang muncul karena adanya kelainan mental yang bukan bagian dari perkembangan fisik normal manusia. Penyakit ini akan menggerogoti pikiran dan perasaan seseorang yang akan berdampak pada seluruh bagian tubuh. Pengidap kondisi ini biasanya akan mengalami kesulitan tidur karena perasaan yang tidak tenang.

Orang yang memiliki gangguan mental tidak boleh dibiarkan sendiri karena mereka bisa saja terlarut dalam pikirannya sendiri dan melakukan hal-hal negatif. Sama halnya dengan penyakit fisik, para pengidap gangguan mental perlu mendapat perhatian dan perawatan yang tepat agar penyakitnya segera sembuh. Berikut langkah memberi perhatian bagi pengidap gangguan mental:

Baca juga: Benarkah Orangtua Over Protektif Bisa Sebabkan Gangguan Jiwa pada Anak?

  • Dengarkan Keluh Kesahnya

Mendengarkan keluh kesahnya merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan dalam memberi perhatian para pengidap gangguan mental. Meski hanya butuh untuk didengarkan, tidak semua orang mampu memahami dan mengerti apa kemauan mereka. Padahal, mereka akan merasa dihargai, pikiran dan perasaan mereka pun akan menjadi lebih membaik.

  • Jangan Ikuti Kemauannya

Seorang pengidap gangguan jiwa sering mengalami halusinasi. Mereka akan seolah-olah melihat, mendengar, bahkan merasakan sesuatu yang tidak nyata. Saat hal ini terjadi, kamu mungkin akan kebingungan harus bagaimana. Satu-satunya yang harus kamu lakukan adalah jangan mengikuti kemauan mereka.

Jika kamu mengikuti halusinasinya, kamu bisa saja terjebak dalam situasi tersebut. Para pengidap gangguan jiwa juga bisa saja merasa nyaman karena kamu memercayainya. Lebih baik tidak ikut dalam halusinasi mereka, jangan pula menyetujui apa yang menjadi halusinasinya.

  • Tetap Disisinya

Salah satu gejala gangguan jiwa yang dialami adalah kerap merasa bahwa orang lain ingin membahayakan diri. Karena hal tersebut, banyak orang dengan gangguan jiwa merasa takut dan menjaga jarak dengan orang lain dan lingkungan tempat tinggalnya. Langkah selanjutnya dalam memberi perhatian adalah dengan tetap berada di sisinya. Dengan memahami keadaan mereka dan tidak menjauh, mereka akan merasa tetap aman dan merasa dilindungi.

  • Jangan Bicara Sembarangan

Merupakan hal yang wajar saat kamu merasa bingung menanggapi cerita-cerita para pengidap gangguan jiwa. Rasa bingung mungkin muncul tentang bagaimana cara merespons setiap ucapannya. Meski kamu bingung, diam bukanlah pilihan terbaik. Usahakan untuk menanggapinya dengan tutur kata dan intonasi nada yang enak didengar, agar mereka merasa dihargai.

Baca juga: Gangguan Jiwa Bisa Menurun Secara Genetik?

Cara memperlakukan seseorang dengan sakit mental dan fisik tidaklah sama. Biasanya, seorang pengidap penyakit mental akan terlihat baik-baik saja secara fisik, tapi tidak secara psikis. Sayangnya, banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara memperlakukan seseorang dengan gangguan jiwa dengan benar. Akibatnya, para pengidap kondisi tersebut semakin terpuruk dengan keadaan karena merasa tidak ada yang memahaminya.

Kurangnya pengetahuan tentang penyakit mental membuat pengidap kondisi ini merasa malu dan menarik diri dari pergaulan. Bukan itu saja, seseorang dengan gangguan mental kerap mendapatkan stigma negatif di masyarakat. Karena hal tersebut, tak jarang orang dengan gangguan mental terisolasi dari lingkungannya sendiri. Padahal dengan terisolasi, justru bisa membuat penyakitnya semakin bertambah parah.

Baca juga: 4 Penyakit Mental yang Tanpa Sadar Dialami Wanita 

Intinya, peran keluarga atau orang terdekat sangat berarti dalam proses pemulihan mental. Luangkan waktu untuk memberi perhatian dan memahami apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Berilah mereka dukungan agar selalu merasa aman dan tidak sendiri. Jika ada hal yang sulit untuk dipahami, silahkan diskusikan langsung dengan psikiater atau psikolog di aplikasi Halodoc untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat, ya!

Referensi:

Psychology Today. Diakses pada 2020. Communicating With People With Mental Illness: The Public's Guide.

Mental Health Foundation. Diakses pada 2020. How to support someone with a mental health problem.