• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Blefaritis Sebabkan Kerusakan pada Kornea, Ini Penjelasannya

Blefaritis Sebabkan Kerusakan pada Kornea, Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Istilah blefaritis menggambarkan kondisi peradangan yang terjadi pada kelopak mata, sehingga mengakibatkan pembengkakan dan berubah warna kemerahan. Blefaritis bisa menyerang salah satu atau kedua mata, biasanya peradangan akan terlihat lebih jelas pada salah satu mata. Namun, penyakit ini tidak menular.

Apa yang menyebabkan blefaritis belum diketahui dengan pasti. Meski begitu, beberapa kondisi disinyalir bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan mata ini, misalnya munculnya ketombe pada alis atau kulit kepala. Penggunaan produk kecantikan dan melakukan prosedur kecantikan tertentu pada mata, seperti extension bulu mata juga bisa memicu terjadinya peradangan pada kelopak mata. 

Baca juga: Adakah Perbedaan antara Blefaritis dan Bintitan?

Selain itu, efek samping dari konsumsi obat, infeksi yang terjadi karena bakteri, adanya kelainan pada kelenjar minyak, dan kutu pada bulu mata juga meningkatkan risiko terjadinya blefaritis. Berdasarkan letak peradangannya, blefaritis dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Blefaritis anterior, yaitu peradangan yang terjadi pada kelopak mata bagian dalam. Biasanya, ini terjadi karena infeksi bakteri jenis Staphylococcus dan munculnya ketombe pada kulit kepala.
  • Blefaritis posterior, yaitu peradangan yang terjadi pada kelopak mata bagian luar. Kondisi ini terjadi karena kelainan yang muncul pada kelenjar minyak yang berada di bagian dalam kelopak mata. Tidak hanya itu, blefaritis posterior juga bisa terjadi karena adanya kelainan pada kulit, misalnya rosacea atau dermatitis seboroik

Blefaritis Bisa Sebabkan Kerusakan pada Kornea Mata

Ketika mengalami blefaritis, gejala khas yang akan muncul adalah kelopak mata membengkak dan berwarna kemerahan. Namun, kamu juga akan merasakan gejala, seperti kelopak mata terasa gatal, lengket, mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, sering mengedipkan mata, terjadi pengelupasan pada kulit di sekitar mata, mata berair atau kering, hingga bulu mata mengalami kerontokan. 

Baca juga: Hati-Hati, Salah Makeup Mata Bisa Sebabkan Blefaritis

Jika kamu mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata di rumah sakit terdekat. Kamu bisa membuat janji terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc, atau jika ingin tanya jawab seputar blefaritis, kamu juga bisa langsung bertanya pada dokter spesialis mata di aplikasi Halodoc

Jangan tunda untuk melakukan pengobatan ya, karena blefaritis yang tidak segera mendapatkan penanganan bisa mengakibatkan beberapa komplikasi serius, salah satunya adalah kerusakan pada kornea mata. Hal ini terjadi karena pembengkakan atau iritasi pada kelopak mata atau bulu mata yang tumbuh ke arah yang salah. 

Selain itu, blefaritis juga bisa mengakibatkan komplikasi, seperti bintitan, kalazion (benjolan pada kelopak mata karena penyumbatan kelenjar minyak), mata kering, dan mata merah dalam jangka panjang. 

Baca juga: Inilah 5 Fakta Penting Mengenai Bintitan

Mencegah Blefaritis

Sudah pasti, blefaritis akan membuat mata menjadi perih, sehingga kamu pun tidak nyaman ketika beraktivitas. Agar terhindar dari gangguan mata tersebut, berikut ini beberapa langkah pencegahan yang bisa kamu coba:

  • Cucilah muka secara teratur, terutama setelah kamu beraktivitas di luar rumah atau setelah menggunakan riasan.
  • Selalu pastikan kamu menjaga kebersihan tangan, sehingga infeksi tidak terjadi. Hindari pula menggaruk mata jika tangan tidak bersih.
  • Jika kamu mengalami ketombe parah, mintalah sampo khusus ketombe ke dokter untuk menguranginya. 

Jika kamu terlanjur mengalami blefaritis, selain melakukan pengobatan, biasanya kamu akan disarankan untuk mengonsumsi sayuran hijau, ikan salmon, tuna, sarden, biji-bijian, kacang kedelai atau kacang-kacangan yang kaya akan omega-3. Makanan kaya asam omega-3 disinyalir bisa membantu mengurangi gejala blefaritis. 

Referensi: 
National Eye Institute. Diakses pada 2020. Blepharitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Blepharitis.