• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bolehkah Anak Berpuasa Sehari Penuh?

Bolehkah Anak Berpuasa Sehari Penuh?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Memasuki bulan puasa tentunya banyak orangtua yang juga ingin mengajarkan puasa pada anaknya. Banyak manfaat yang bisa dirasakan orangtua ketika mengajarkan anak berpuasa sejak dini, namun, ada sebaiknya perhatikan beberapa hal yang agar anak dapat mengenal ibadah puasa dengan baik. 

Baca juga: 6 Tips Mengajarkan Anak Berpuasa

Ibu, tidak ada salahnya mengajarkan anak berpuasa secara bertahap. Namun, bolehkah anak berpuasa dalam satu hari penuh? Hal ini bisa dilakukan namun, ibu perlu melihat tumbuh kembang anak dan dilakukan secara bertahap. Sebaiknya ibu perhatikan asupan nutrisi dan gizi yang dikonsumsi anak selama anak menjalani ibadah puasa.

Ajarkan Anak Puasa Secara Bertahap

Puasa akan dijalani setelah waktu sahur hingga waktu berbuka puasa. Kondisi ini membuat perubahan pola makan pada umat muslim yang menjalankan ibadah puasa. Begitu juga dengan anak-anak yang dikenalkan dengan ibadah puasa lebih dalam lagi. Tapi ibu jangan khawatir, dengan asupan nutrisi dan gizi yang tepat selama menjalani anak berpuasa, tentunya anak terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.

Tidak ada salahnya mengajarkan anak berpuasa secara bertahap. Bagi anak-anak, perubahan pola makan yang berubah tentunya terasa sangat berat. Ibu, sebaiknya ajarkan anak untuk berpuasa selama beberapa jam terlebih dahulu di awal anak belajar puasa, esok harinya ibu bisa menambahkan jam berpuasa, dan seterusnya hingga anak mampu menjalankan puasa selama satu hari penuh.

Selama anak belajar menjalankan ibadah puasa, ibu jangan lupa untuk tetap perhatikan kesehatan anak. Dilansir dari Pregnancy Birth and Baby ada beberapa gejala yang dialami anak ketika anak merasakan kondisi yang kurang sehat, seperti tidak nyaman, perubahan sikap menjadi lebih pendiam, kehilangan ketertarikan melakukan sesuatu, lebih rewel, kehilangan nafsu makan, lemas, kelelahan, suhu badan lebih hangat saat disentuh, dan merasa kedinginan. Jangan khawatir, ibu bisa tanyakan kesehatan anak pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk memastikan kondisinya.

Baca juga: Anak Enggak Boleh Puasa? Inilah 5 Manfaat Puasa Untuknya

Pastikan anak mendapatkan asupan dan nutrisi yang cukup saat menjalankan ibadah puasa. Jangan biarkan anak melewati waktu sahur, karena sahur menjadi waktu yang cukup penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama menjalankan puasa. Pilihlah makanan yang berkualitas untuk anak sahur dan berbuka.

Melansir Mayo Clinic, ada beberapa asupan makanan yang perlu dikonsumsi oleh anak untuk menjaga kesehatan, seperti protein, makanan dan minuman yang rendah lemak, mengonsumsi sayuran, dan buah-buahan. Ibu, sebaiknya batasi pengonsumsian makanan dengan pemanis tambahan dan makanan yang mengandung lemak jenuh pada anak.

Lalu, bagaimana ketika anak menolak mengonsumsi makanan saat sahur? Dilansir dari Family Doctor, suasana yang menyenangkan saat makan bersama keluarga membuat anak lebih tertarik untuk datang ke meja makan di waktu makan selanjutnya.

Jadi, jangan memarahi anak jika anak sulit makan, tetapi berikan anak pengertian dengan kalimat yang mudah dimengerti mengapa anak harus mengonsumsi makanan sehat saat ia menjalankan waktu sahur. 

Baca juga: Orangtua Wajib Tahu, Ini Nutrisi Penting saat Anak Puasa

Satu hal yang perlu orangtua lakukan saat mengajarkan anak beribadah puasa adalah memberi pengertian mengenai ibadah puasa yang akan dijalankan oleh anak. Jelaskan dengan sederhana apa tujuan dan manfaat dari menjalankan ibadah puasa bagi agama maupun kesehatan. Dengan begitu, anak lebih antusias untuk menjalankan ibadah puasa. 

Referensi:
Family Doctor. Diakses pada 2020. When Your Toddler Doesn’t Want to Eat
Pregnancy Birth and Baby. Diakses pada 2020. How to Tell if Your Child is Sick
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Children’s Health