• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bumil Alami Batu Kandung Kemih, Ini Pengobatannya

Bumil Alami Batu Kandung Kemih, Ini Pengobatannya

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Saat menjalani masa kehamilan, tidak hanya kesehatan bayi dalam kandungan yang perlu diperhatikan, kesehatan ibu menjadi hal yang cukup utama untuk dijaga agar terhindar dari gangguan kesehatan. Hindari penurunan daya tahan tubuh ibu hamil dengan banyak mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan gizi.

Baca juga: Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Batu Kandung Kemih

Tidak hanya daya tahan tubuh, ibu hamil juga mengalami banyak perubahan pada tubuh maupun kesehatan. Sakit kepala, sembelit, dan anemia adalah penyakit yang kerap dialami ibu hamil. Lalu, bagaimana jika ibu hamil alami batu kandung kemih? 

Kenali Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih adalah penyakit ketika terdapat segumpal mineral keras pada kandung kemih. Kondisi ini umumnya terjadi ketika seseorang tidak mengosongkan kandung kemih secara tuntas ketika melakukan buang air kecil. Ada banyak perubahan yang terjadi pada ibu hamil, salah satunya adalah frekuensi buang air kecil yang meningkat. 

Umumnya, perubahan hormonal pada ibu hamil menjadi penyebab ibu hamil sering merasakan keinginan untuk buang air kecil. Semakin membesarnya kehamilan, kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan hormonal. Besar janin yang bertambah dan posisi janin yang berada di bawah panggul mendorong kandung kemih sehingga menyebabkan ibu hamil merasakan keinginan untuk buang air kecil terus-menerus.

Jika ibu hamil menahan keinginan untuk buang air kecil, risiko infeksi saluran kemih dan batu kandung kemih juga meningkat. Sebaiknya jangan tahan keinginan untuk buang air kecil agar kesehatan ibu maupun bayi dalam kandungan tetap optimal. Ada gejala yang perlu diperhatikan mengenai batu kandung kemih. Dilansir dari National Health Service UK, pengidap batu kandung kemih memiliki warna urine yang lebih gelap dibandingkan orang yang lainnya. Tidak hanya itu, urine yang keluar umumnya akan berbusa. 

Baca juga: Ini Bedanya Infeksi Saluran Kemih dan Batu Kandung Kemih

Jangan sepelekan kondisi buang air kecil yang disertai rasa nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya batu kandung kemih pada tubuh kamu. Tidak hanya ibu hamil atau wanita, pria juga berisiko mengalami gangguan kesehatan ini.

Gejala yang dirasakan umumnya akan sama, namun biasanya pada pria akan disertai dengan rasa nyeri pada bagian penis. Tidak ada salahnya kunjungi rumah sakit terdekat untuk penanganan secara medis lebih tepat. Kini membuat janji dengan dokter juga lebih mudah dengan aplikasi Halodoc.

Bagaimana Pengobatan Batu Kandung Kemih pada Ibu Hamil?

Untuk memastikan batu kandung kemih pada ibu hamil, ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan. Dilansir dari The American Journal of Case Reports, ibu hamil dapat melakukan pemeriksaan dengan rontgen ginjal, ureter, dan bagian kandung kemih. Jika ibu hamil sudah dipastikan alami batu kandung kemih, pengobatan disesuaikan dengan batu kandung kemih yang dialami ibu hamil.

Jika batu kandung kemih tidak terlalu parah, ibu hamil akan diberikan obat-obatan yang tentunya aman untuk ibu dan bayi dalam kandungan. Namun, pengobatan batu kandung kemih juga bisa dilakukan dengan melakukan laser cystolitholapaxy ketika batu kandung kemih yang dialami sudah cukup besar. 

Baca juga: Batu Kandung Kemih Vs Batu Ginjal, Lebih Bahaya Mana?

Namun, jika kondisi batu kandung kemih akan diatasi setelah proses persalinan, ibu hamil disarankan untuk melalui persalinan secara operasi caesar. Batu kandung kemih yang membesar dikhawatirkan akan menghambat jalan lahir dari bayi.

Lalu, bagaimana apabila batu kandung kemih tidak diatasi? Kondisi ini dapat sebabkan komplikasi pada ibu hamil, seperti infeksi saluran kemih secara berulang. Adanya infeksi saluran kemih pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Bladder Stones
The American Journal of Case Reports. Diakses pada 2020. Bladder Stones in Pregnancy