• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cacar Air juga Bisa Menyerang Orang Dewasa

Cacar Air juga Bisa Menyerang Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta -  Orangtua mana sih yang enggak panik atau khawatir ketika bayi atau anaknya terserang cacar air? Pasalnya, penyakit ini bisa membuat mereka demam, rewel, dan merasa kesakitan di bagian kulitnya. Dalam kebanyakan kasus, cacar air ini memang lebih sering menyerang anak-anak (di bawah 12 tahun).

Namun, cacar air bukanlah penyakit yang hanya menyerang anak-anak saja. Dengan kata lain, orang dewasa juga bisa saja terinfeksi virus ini. Ingat, penyakit ini amat mudah menular dengan cepat. Penularannya bisa melalui percikan ludah atau dahak melalui udara, kontak langsung dengan ludah atau dahak, dan cairan yang berasal dari ruam.  

Hal yang perlu digarisbawahi, dalam beberapa kasus, cacar air yang terjadi pada orang dewasa, lebih berat ketimbang anak-anak. Bikin khawatir, kan? 

Baca juga: Ketahui 5 Fakta Mengenai Cacar Air

Awas, Memicu Berbagai Komplikasi

Dalam dunia medis, cacar air dikenal dengan istilah Varicella yang disebabkan oleh Varicella zoster. Seseorang yang terinfeksi virus ini akan mengalami ruam kemerahan, berisi cairan yang sangat gatal di seluruh tubuh. Lalu, benarkah cacar air yang dialami saat dewasa bisa lebih parah?

Cacar air yang menyerang orang dewasa biasanya disebabkan oleh serangan virus di atas, ketika daya tahan tubuh sedang tidak prima. Sayangnya, cacar air pada orang dewasa bisa menimbulkan gejala yang lebih parah dan komplikasi serius. Apalagi bagi mereka yang belum pernah mengalami cacar air pada masa kanak-kanak.

Selain gejala yang lebih parah, cacar air pada orang dewasa bisa menimbulkan komplikasi, seperti pneumonia yang menyebabkan batuk terus-menerus, kesulitan bernapas, dan nyeri dada. Tak cuma itu saja, cacar air ini juga bisa memicu infeksi bakteri pada kulit, peradangan pada otak atau ensefalitis. Tuh, seram kan? 

Terkadang banyak orang dewasa yang menganggap remeh gejala dari cacar air. Padahal, penyakit ini bisa berkembang menjadi liar ketika daya tahan tubuh rendah. 

Baca juga: 4 Cara Merawat Wajah Setelah Kena Cacar Air 

Sekali Seumur Hidup, Masa Sih?

Banyak orang yang percaya kalau cacar air merupakan penyakit yang hanya terjadi sekali selama seumur hidup. Pertanyaannya, kira-kira mitos apa fakta? Sebenarnya, dalam kebanyakan jika seseorang pernah terkena cacar air, maka dirinya tak akan terkena penyakit ini lagi. Sebab sudah terbentuk kekebalan tubuh seumur hidup. 

Akan tetapi, menurut jurnal Pediatrics and Child Health, meski jarang ditemui, cacar air bisa terjadi berulang. Setelah cacar air sembuh, virusnya akan “tinggal” di jaringan saraf. Nah, ketika daya tahan tubuh pengidapnya rendah, maka virus ini bisa saja aktif kembali dan terjadilah infeksi herpes zoster.

Baca juga: Ini Perbedaan Cacar pada Orang Dewasa dan Anak-Anak

Penyebab aktifnya kembali virus Varisela zoster hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun, pada kebanyakan kasus yang terjadi, penyebab herpes zoster adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun, sehingga tubuh rentan terkena infeksi.

Lalu, faktor apa saja sih yang bisa meningkatkan risiko herpes zoster?

  • Usia di atas 50 tahun, akibat sistem kekebalan tubuh menurun.

  • Stres fisik dan emosional, yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun.

  • Masalah sistem kekebalan tubuh, seperti pada pengidap HIV/AIDS, orang yang menjalani transplantasi organ tubuh, atau kemoterapi.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Chickenpox.  
Baby Center UK. Diakses pada 2020. Chickenpox.  
Healthline. Diakses pada 2020. Chickenpox in Adults.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Chickenpox;