• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Diagnosis Hipermagnesemia yang Tepat

Cara Diagnosis Hipermagnesemia yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Pernah mengalami mual, lesu, tekanan darah rendah, dan detak jantung tak beraturan? Kalau iya, bisa jadi kondisi ini menandai hipermagnesemia. Masih asing dengan istilah medis ini? 

Hipermagnesemia sendiri merupakan kondisi yang terjadi ketika kadar magnesium dalam terlampau tinggi. Sebenarnya hipermagnesemia terbilang sebagai penyakit yang jarang terjadi. Biasanya kondisi ini disebabkan karena ginjal tak mampu membuang magnesium yang berlebih dalam darah. Nah, kondisi inilah yang mengakibatkan tubuh kelebihan magnesium atau hipermagnesemia. 

Pertanyaannya, bagaimana sih cara dokter mendiagnosis penyakit ini? 

Baca juga: Bahaya Ibu Hamil yang Alami Hipermagnesemia

Tes Darah Tentukan Hipermagnesemia

Seperti penyakit pada umumnya, dokter akan melakukan wawancara medis di tahap awal. Di sini dokter akan menanyakan kondisi medis pasien dan suplemen atau obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Selain wawancara dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik.

Nah, untuk membantu menegakkan diagnosis, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang untuk hipermagnesemia berupa tes darah. Tes darah ini bertujuan untuk mengecek kadar magnesium dalam darah. 

Didalam tubuh yang normal, kadar magnesium dalam darah berkisar 1,7–2,3 mg/dL. Namun, pada pengidap hipermagnesemia kadar magnesium dalam darah biasanya melebihi 2,3 mg/dL. 

Selanjutnya, bagaimana dengan gejala-gejala hipermagnesemia?

Dari Mual hingga Gangguan Pernapasan

Pada dasarnya, hipermagnesemia bisa menimbulkan beragam keluhan pada pengidapnya. Alasannya karena kadar magnesium yang tinggi dalam tubuh. Nah, ketika kadar magnesium ini meningkat, maka akan timbul berbagai gejala pada tubuh. Berikut ini beberapa gejala yang umumnya dialami pengidap hipermagnesemia:

  • Mual.

  • Lesu.

  • Detak jantung tidak teratur.

  • Muntah.

  • Tekanan darah rendah yang abnormal (hipotensi).

  • Gangguan sistem saraf.

  • Lemah otot.

  • Sakit kepala.

  • Diare

  • Gangguan pernapasan.

Selain gejala-gejala di atas, kelebihan magnesium juga bisa menyebabkan masalah lainnya. Contohnya, masalah jantung, syok, hingga koma dalam kasus yang cukup parah.

Baca juga: Ginjal dan Hati Alami Gangguan, Waspada Hipermagnesemia

Oleh karena itu, bila mengalami gejala-gejala di atas segeralah temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan dan saran yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Gejalanya sudah, bagaimana dengan penyebabnya? Nah, berikut penjelasan lebih jauh tentang penyebab hipermagnesemia

Gegara Kerusakan Ginjal

Magnesium sebenarnya mineral penting yang amat dibutuhkan tubuh. Mineral ini punya beragam fungsi penting, mulai dari menjaga kesehatan jantung, tulang, meningkatkan kesehatan jantung, hingga mencegah dan membantu untuk mengatasi stres. 

Akan tetapi, bila kadarnya berlebihan dalam tubuh, maka akan menimbulkan sederet gejala seperti penjelasan di atas. Lantas, apa sih yang menyebabkan hipermagnesemia?

Sebagian besar kasus hipermagnesemia disebabkan karena kerusakan ginjal atau gagal ginjal. Penurunan fungsi ginjal ini membuat magnesium yang berlebih dalam darah gagal dikeluarkan melalui urine. Akibatnya, magnesium menumpuk di dalam darah dan mengakibatkan berbagai keluhan.

Selain gagal atau kerusakan ginjal, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hipermagnesemia. Contohnya: 

  • Ibu hamil dengan preeklamsia yang mendapatkan terapi magnesium dosis tinggi.

  • Mereka dengan pengobatan menggunakan litium.

  • Hipotiroidisme.

  • Penyakit Addison.

  • Penggunaan beberapa obat laksatif dan antasida.

  • Familial hypocalciuric hypercalcemia.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Medscape. Diakses pada 2019. Hypermagnesemia.  
Healthline. Diakses pada 2019. Can You Overdose on Magnesium?