• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Menentukan Makanan untuk Kucing dengan Sakit Ginjal

Cara Menentukan Makanan untuk Kucing dengan Sakit Ginjal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Cara Menentukan Makanan untuk Kucing dengan Sakit Ginjal

“Sakit ginjal bisa membuat kucing peliharaan mengalami berbagai masalah kesehatan. Hal itu karena organnya tersebut sudah tidak bisa berfungsi dengan maksimal untuk membuang limbah. Pemilihan makanan yang tepat bisa membantu meringankan kerja ginjal kucing, sehingga kondisinya tidak semakin parah. Kuncinya adalah makanan untuk kucing yang sakit ginjal harus rendah protein, natrium dan fosfor.”

Halodoc, Jakarta – Organ ginjal berfungsi menyaring limbah yang terbawa oleh darah untuk dikeluarkan melalui urine. Ketika ginjal mengalami kerusakan, fungsi ini tidak bisa berjalan dengan baik. 

Kucing yang mengalami masalah ginjal biasanya mengalami gejala berupa berat badan menurun, bulu rontok, bau mulut, menurunnya nafsu makan, dan terlihat lesu. Gejala lainnya bisa berupa sering buang air kecil, muntah, dan diare. 

Ketika didiagnosis mengidap penyakit ginjal, tentu kamu tidak boleh sembarangan memberi makan kucing. Pasalnya, pemilihan makanan sangat penting untuk mencegah kondisi ginjal supaya tidak berkembang menjadi lebih parah. 

Baca juga: Ketahui 6 Penyakit yang Rentan Dialami Kucing Peliharaan

Tips Memilih Makanan untuk Kucing yang Sakit Ginjal

Biasanya, pola makan untuk kucing yang mengidap penyakit ginjal berfokus untuk mengurangi protein, natrium dan fosfor. Berikut ini tips memilih makanan untuk kucing yang mengidap penyakit ginjal yang perlu kamu ketahui:

1. Pilih Makanan yang Rendah Protein

Protein yang rusak selama pencernaan dapat berubah menjadi limbah. Ginjal yang sehat harusnya menyaring limbah ini dan mengirimkannya ke saluran urine atau kotoran. Namun, saat kucing sudah kehilangan fungsi ginjal, maka ginjalnya sudah semakin sulit mengeluarkan produk limbah ini.

Alih-alih melewati tubuh kucing, limbah bisa tetap berada di aliran darah. Oleh sebab itu, pilihlah makanan yang rendah protein atau makanan dengan protein yang sangat mudah dicerna. 

2. Pilih Makanan yang Rendah Fosfor

Saat fungsi ginjal menurun, fosfor adalah salah satu zat yang tidak dapat disaring. Ketika zat ini menumpuk di aliran darah, kucing akan mulai merasa sakit dan fungsi ginjal menurun lebih cepat. Cara terbaik untuk melawan efek ini adalah mengurangi jumlah fosfor dalam makanan kucing.

3. Pilih Makanan yang Rendah Sodium

Konsumsi sodium atau natrium yang berlebihan mampu meningkatkan tekanan darah dan memperburuk kerusakan ginjal. Jadi, sebaiknya hindari memberikan makanan yang tinggi sodium untuk kucing, seperti daging olahan atau keju asin. 

Baca juga: Beri Nasi untuk Makanan Kucing, Adakah Bahayanya?

4. Pilih Makanan yang Kaya Asam Lemak Omega-3

Banyak kucing yang mengalami masalah ginjal mengembangkan nefritis atau radang ginjal. Nah, pemberian suplemen asam lemak omega-3 seperti EPA dan DHA mampu mengurangi peradangan dan membantu kucing merasa lebih baik. Pada manusia, asam lemak omega-3 bisa diperoleh dari sumber nabati seperti minyak biji rami. Namun, pada kucing, sumber omega-3 hanya dapat diperoleh dari lemak hewani saja. 

Contoh sumber asam lemak omega-3 yang baik untuk kucing, yaitu minyak salmon, minyak ikan menhaden, dan minyak sarden. Tidak harus dari makanan, kini tersedia pula suplemen asam lemak omega-3 yang baik untuk hewan kesayangan. 

5. Pilih Makanan dengan Vitamin B Ekstra

Karena kucing dengan penyakit ginjal sering buang air kecil, otomatis tubuhnya rentan kehilangan vitamin B penting. Kekurangan vitamin B dikaitkan dengan hilangnya nafsu makan dan kesehatan yang buruk secara keseluruhan. Jadi, pilihlah makanan-makanan yang diperkaya dengan vitamin B kompleks tambahan. 

Baca juga: 4 Nutrisi Penting untuk Makanan Kucing Anggora

6. Hidrasi yang Cukup

Penyakit ginjal menyebabkan kucing buang air kecil secara berlebihan dan kehilangan nafsu makan. Kondisi ini membuat kucing dapat mengalami dehidrasi. Banyak kucing mengandalkan suntikan cairan subkutan untuk tetap terhidrasi, tetapi ada cara lain yang bisa kamu coba untuk memenuhi kecukupan cairan kucing. 

Makanan basah dapat mengandung lebih dari 70 persen air. Jenis makanan ini bisa dijadikan sumber hidrasi yang kucing yang paling mudah. Bila hewan kesayangan kamu tersebut tidak mau makan makanan basah, pilih makanan kering yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi dan lakukan lah segala cara agar kucing minum banyak air.

7. Hindari Makanan Asam

Bila kucing sakit ginjal, hindari memilih makanan yang bisa mengasamkan perutnya. Banyak makanan anjing dan sebagian besar makanan kucing dirancang untuk menghasilkan asam. Nah, hewan peliharaan dengan penyakit ginjal sering kali memiliki banyak asam dalam perutnya, jadi kamu dianjurkan untuk memilih makanan yang tidak akan membuat kondisi tersebut bertambah parah.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Bahaya Bulu Kucing untuk Ibu Hamil

Itulah beberapa cara menentukan makanan yang aman bila kucing kesayangan kamu sakit ginjal. Bila kamu ingin membeli obat yang diresepkan oleh dokter hewan untuk hewan peliharaan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Tinggal order lewat aplikasi dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
All About Cats. Diakses pada 2021. What’s The Best Food For Cats With Kidney Disease?
VCA Hospitals. Diakses pada 2021. Nutrition for Cats with Chronic Kidney Disease.
Clinical Nutrition Service. Diakses pada 2021. My pet has kidney disease – what kind of diet should I feed?
PetMD. Diakses pada 2021. Kidney Diets for Cats: What to Look for