Cara Mengatasi Kulit Kering pada Ibu Hamil
Salah satu cara mengatasi kulit kering saat hamil yaitu dengan memakai pelembap.

Daftar Isi:
Perubahan hormon selama kehamilan bisa menyebabkan kulit kehilangan kelembapan dan elastisitasnya. Ketika kulit meregang untuk menyesuaikan pertumbuhan janin, kondisi ini kerap memicu kulit menjadi kering, gatal, hingga mengelupas.
Area yang paling sering terdampak biasanya adalah perut, bawah payudara, dan paha. Sayangnya, menggaruk hanya akan meninggalkan bekas setelah melahirkan.
Lantas, bagaimana cara aman mengatasi kulit kering saat hamil?
Penyebab Kulit Kering pada Ibu Hamil
Kulit kering selama kehamilan bisa disebabkan oleh berbagai faktor:
- Perubahan hormonal: Lonjakan hormon estrogen dan progesteron memengaruhi kelembapan kulit.
- Dehidrasi: Kebutuhan cairan meningkat saat hamil. Jika asupan kurang, kulit bisa menjadi kering.
- Kondisi cuaca: Udara kering dan dingin dapat memperparah kondisi kulit kering.
- Eksim atau dermatitis atopik: Kehamilan dapat memicu atau memperburuk eksim.
- Penggunaan produk tertentu: Sabun atau losion dengan kandungan alkohol dapat mengeringkan kulit.
Cari tahu selengkapnya, 3 Cara Menjaga Kesehatan Kulit Saat Hamil.
Cara Mengatasi Kulit Kering saat Hamil
Salah satu perubahan kulit saat kehamilan yang sering terjadi adalah munculnya stretch mark pada area perut dan beberapa bagian tubuh lainnya. Produksi darah yang mengalami peningkatan akan membuat kulit ibu tampak bersinar, sementara itu sekresi minyak yang berlebihan bisa mengakibatkan munculnya masalah wajah seperti jerawat.
Nah, jika ibu turut mengalami kulit kering saat hamil, coba lakukan beberapa cara berikut ini untuk mengatasinya:
- Pakai pelembap
Ibu bisa menggunakan produk pelembap untuk membantu menghidrasi kulit sehingga tidak terlalu kering.
Menggunakan minyak kelapa dan minyak zaitun juga dapat membantu melembapkan kulit sekaligus menyuplai asupan antioksidan. Tidak perlu banyak, cukup beberapa tetes dan aplikasikan pada kulit secara merata.
- Mengganti sabun mandi
Hindari menggunakan sabun mandi yang memiliki kandungan alkohol, pewarna, atau pewangi yang bisa membuat kulit semakin teriritasi. Sebagai gantinya, ibu bisa mencampurkan cuka apel dengan air dan gunakan untuk mandi.
Campuran tersebut bisa bersifat sebagai pembersih alami, membantu meredakan kulit kering, dan mengembalikan pH kulit. Selain itu, ibu juga bisa mencoba mencampurkan madu mentah dan minyak kelapa untuk menggantikan sabun mandi.
- Menggunakan yoghurt
Yoghurt memiliki kandungan protein dan asam laktat yang sangat kaya, sehingga membantu melembapkan kulit sekaligus berperan sebagai detoksifikasi alami.
Selain itu, yoghurt juga dapat membantu membuat pori-pori kulit lebih kencang, membuat kulit terlihat lebih awet muda, dan mengangkat sel kulit mati.
Cara menggunakan yogurt untuk mengatasi kulit kering tidak sulit, kok. Ibu hanya perlu menggunakan yoghurt tawar ke area kulit yang kering dengan cara memijat perlahan. Lalu, biarkan hingga dua atau tiga menit sebelum membilasnya dengan air hangat dan mengeringkannya dengan handuk.
- Mandi susu
Susu dikatakan mampu membantu menenangkan kulit yang kering. Tak berbeda dengan yogurt, kandungan asam laktat dalam susu bisa membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit menjadi lebih lembap. Cara membuatnya, ibu bisa mencampur dua cangkir susu bubuk dengan setengah cangkir tepung maizena dan soda kue.
Lalu, tuangkan campuran tersebut dalam bak mandi atau bathup. Apabila ibu seorang vegan, gunakan santan dan kedelai sebagai gantinya. Mandi air hangat memang disarankan ketika hamil, tetapi tidak terlalu lama. Batasi durasinya, sebaiknya tidak sampai 10 menit.
Kandungan Skincare yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil
Beberapa kandungan dalam produk perawatan kulit dapat berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Berikut adalah daftar bahan yang sebaiknya dihindari:
- Retinoid (retinol, tretinoin, adapalene): Bahan ini sering ditemukan dalam produk anti-aging dan jerawat. Retinoid dapat menyebabkan cacat lahir.
- Asam salisilat (salicylic acid): Penggunaan asam salisilat dosis tinggi (seperti pada peeling) sebaiknya dihindari. Produk dengan konsentrasi rendah (di bawah 2%) umumnya dianggap aman, tetapi konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
- Hydroquinone: Digunakan untuk mencerahkan kulit, hydroquinone dapat diserap oleh tubuh dalam jumlah signifikan dan berpotensi membahayakan janin.
- Oxybenzone: Bahan kimia dalam tabir surya ini dapat mengganggu sistem endokrin. Pilih tabir surya mineral dengan kandungan zinc oxide atau titanium dioxide sebagai alternatif yang lebih aman.
- Paraben dan phthalates: Bahan pengawet dan pewangi sintetis ini dapat mengganggu hormon dan sebaiknya dihindari selama kehamilan.
- Formaldehyde: Formaldehida dan pelepas formaldehida adalah bahan kimia yang dapat ditemukan dalam beberapa produk perawatan pribadi. Hindari produk yang mengandung bahan-bahan ini karena dapat menyebabkan iritasi kulit dan masalah kesehatan lainnya.
Pencegahan Kulit Kering saat Hamil
Selain mengatasi, penting juga untuk mencegah kulit kering. Berikut beberapa tips yang bisa Ibu terapkan:
- Gunakan pakaian yang longgar: Pakaian ketat dapat mengiritasi kulit.
- Hindari mandi terlalu lama: Mandi terlalu lama dapat menghilangkan minyak alami kulit.
- Kelola stres: Stres dapat memperburuk kondisi kulit.
- Konsumsi makanan sehat: Makanan yang kaya akan vitamin dan mineral penting untuk kesehatan kulit.
Kesimpulan
Kulit kering adalah masalah umum selama kehamilan, tetapi dapat diatasi dengan perawatan yang tepat.
Hindari produk dengan kandungan berbahaya seperti retinoid, hydroquinone, dan paraben.
Pilihlah pelembap yang aman dan konsumsi air yang cukup. Jika gejala memburuk, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Jika Ibu ragu dengan kandungan suatu produk, selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli dermatologi.
Konsultasi dengan dokter spesialis kulit kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.
Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!


