• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Pengidap Gangguan Kepribadian Ambang Memuaskan Dirinya

Cara Pengidap Gangguan Kepribadian Ambang Memuaskan Dirinya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Bukan hanya kesehatan fisik saja yang perlu diperhatikan, melainkan juga memerhatikan kesehatan mental dengan baik. Ada beragam gangguan mental yang bisa dialami oleh siapa, termasuk anak-anak, salah satunya adalah gangguan kepribadian ambang. Gangguan kepribadian ambang adalah gangguan pada mental yang menyebabkan citra diri atau perubahan suasana hati yang kerap berubah-ubah.

Baca juga: 5 Fakta Tentang Gangguan Kepribadian Ambang

Umumnya, seseorang dengan gangguan kepribadian ambang memiliki cara berpikir dan cara pandang yang berbeda dengan orang pada umumnya. Tidak hanya itu, pengidap gangguan kepribadian ambang merasakan kesepian dan terkadang memiliki perasaan impulsif. Inilah penyebab pengidap kepribadian ambang terkadang memuaskan dirinya dengan cara berbeda. 

Perilaku Pengidap Gangguan Kepribadian Ambang

Gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder membuat pengidapnya merasa cepat bosan dan kesepian. Ada beberapa gejala yang umumnya menjadi tanda seseorang mengalami gangguan kepribadian ambang, seperti perubahan suasana hati yang begitu cepat dan tidak stabil, adanya gangguan pola berpikir, bersikap impulsif, serta tidak memiliki hubungan yang dekat namun dekat dengan seseorang.

Berbagai gejala dialami pengidap gangguan kepribadian ambang, menyebabkan pengidap memiliki cara yang berbeda-beda untuk memuaskan dirinya atau membuat dirinya bahagia.

1. Suka Marah Secara Tiba

Terkadang suasana hati yang berubah tiba-tiba menyebabkan pengidap gangguan kepribadian ambang tidak dapat menyembunyikan suasana hati sehingga pengidap suka marah secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. 

2. Berbelanja Secara Berlebihan

Melansir Very Well Mind, gangguan kepribadian ambang dan impulsif sangat berkaitan. Impulsif menjadi salah satu gejala yang dialami pengidap kondisi ini, sehingga terkadang pengidap gangguan kepribadian ambang suka berbelanja secara berlebihan untuk memuaskan dirinya.

Baca juga: Alami Pelecehan Bisa Sebabkan Kepribadian Ambang?

3. Mengonsumsi Makanan Secara Berlebihan

Kondisi impulsif yang dirasakan pengidap gangguan kepribadian ambang terkadang dirasakan ketika mengonsumsi makanan atau minuman. Pengidap kondisi ini cenderung mengalami binge eating sebagai salah satu cara pelampiasan bagi kepuasan dirinya sendiri.

4. Melukai Diri Sendiri 

Gangguan pola pikir dan perubahan suasana hati yang kerap dialami pengidap gangguan kepribadian ambang terkadang menyebabkan pengidapnya melukai diri sendiri agar emosinya tersalurkan.

5. Menyakiti Orang Lain

Umumnya pengidap gangguan kepribadian ambang bisa memiliki hubungan yang intens dengan seseorang namun kondisi tersebut tidak stabil. Misalnya ketika pengidap gangguan kepribadian ambang mengidolakan seseorang namun bisa saja menganggap orang tersebut kejam dan membencinya.

Itulah cara yang umumnya dilakukan oleh pengidap gangguan kepribadian ambang. Namun, kamu memerlukan diagnosis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab gangguan mental yang dialami. Lakukan pemeriksaan ke rumah sakit terdekat atau gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung dengan dokter mengenai gejala yang dialami.

Faktor Pemicu Gangguan Kepribadian Ambang

Tidak hanya seseorang yang beranjak remaja, anak-anak pun rentan mengalami gangguan kepribadian ambang. Ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini, seperti faktor genetik atau riwayat keluarga. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan mental ini lebih berisiko alami kondisi yang sama.

Selain itu, anak-anak dengan lingkungan yang keras, misalnya kerap mendapat perlakukan kasar, pelecehan dan anak yang sering diabaikan oleh orangtuanya berisiko mengalami gangguan kepribadian ambang. 

Baca juga: Terapi untuk Atasi Gangguan Kepribadian Ambang

Selain itu, kelainan pada otak juga menjadi pemicu seseorang alami gangguan kepribadian ambang. Adanya perubahan struktur dan fungsi otak terutama pada bagian yang mengatur emosi dapat memicu seseorang alami gangguan ini. 

Referensi:
Very Well Mind. Diakses pada 2020. Impulsive Behaviors and Borderline Personality
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder
NHS. Diakses pada 2019. Borderline Personality Disorder