Catat, Ini Cara Penularan Sifilis yang Harus Diketahui
Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang kerap kali tidak disadari pengidapnya.

DAFTAR ISI
- Bagaimana Penularan Sifilis?
- Rekomendasi Obat Sifilis
- Rekomendasi Alat Tes Mandiri Sifilis
- Faktor Risiko Penyakit Sifilis
Hubungi Admin Whatsapp Halodoc untuk Booking Skrining PMS Mulai dari Rp 599rb!
Sifilis atau disebut juga sebagai penyakit raja singa merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) yang terjadi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini dapat masuk ke tubuh melalui kontak kulit yang terluka atau selaput lendir seseorang yang terinfeksi penyakit ini.
Umumnya sifilis paling sering menular melalui kontak seksual. Meski begitu, ada cara lain juga yang memungkinkan penyakit ini menular ke orang lain.
Bagaimana Penularan Sifilis?
Sifilis dapat menular ketika seseorang bersentuhan langsung dengan luka sifilis. Luka sifilis bisa berupa ruam atau bisul.
Nah, luka ini dapat menyebar di bagian tubuh manapun, terutama di organ intim.
Agar tidak tertular, kamu perlu tahu bagaimana media penularan sifilis, seperti berikut:
1. Berhubungan seksual
Sifilis lebih mudah menular selama tahap primer dan sekunder. Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang terinfeksi, merupakan cara penularan sifilis yang paling utama.
Penyakit ini dapat menular secara oral (mulut), vaginal, bahkan anal.
Apabila seseorang memiliki luka sifilis di bagian alat kelaminnya, dan melakukan hubungan seksual, maka bakteri tersebut akan sangat mungkin memasuki tubuh pasangannya.
Hal yang perlu kamu ingat, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki penyakit ini, karena tidak mengetahui adanya luka pada alat kelaminnya.
Kesehatan seksual kamu dan pasangan terganggu? Layanan Halointima bisa jadi solusinya. Dapatkan solusi klinis sesuai anjuran dokter dengan privasi yang tetap terjaga.
Karena itu sangat penting untuk melakukan hubungan seksual yang aman, dan tidak bergonta ganti pasangan.
Faktor ini juga bisa jadi cara cepat penularan HIV, maka dari itu kamu perlu Waspadai 6 Cara Penularan HIV yang Paling Sering Terjadi.
Jaga kesehatan reproduksimu dengan mudah dan rahasia lewat HaloIntima, layanan klinik digital dari Halodoc yang tepercaya. Konsultasi dengan dokter, pesan obat, dan lakukan tes lab di rumah, semua bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah.
Klik di sini untuk tahu lebih lanjut tentang HaloIntima!
2. Ciuman
Selain melalui kontak seksual, penularan sifilis juga bisa terjadi akibat berciuman. Luka sifilis juga dapat terjadi di bibir.
Artinya, jika seseorang mencium pasangannya yang memiliki luka sifilis, maka bakteri pada luka dapat menginfeksi orang tersebut.
Meskipun kasus ini jarang terjadi, tetapi sebaiknya kamu berhati-hati dan tidak meremehkan jenis penularan yang satu ini.
Mau tahu rekomendasi obat untuk mengatasi gejala sifilis? Baca di artikel ini: “Ini Obat Sifilis di Apotek yang Ampuh Redakan Gejala“.
3. Bersentuhan langsung dengan luka sifilis
Luka sifilis berbentuk bintik-bintik kasar berwarna merah, atau coklat kemerahan, dan menyebar di area kulit yang terbuka.
Memang secara kasat mata luka sifilis tidak terlihat berbahaya dan seperti ruam biasa.
Akan tetapi, kamu perlu menghindari dan jangan sekali-sekali menyentuh luka ini secara langsung.
Sebab, bakteri penyebab sifilis dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh melalui kontak kulit dengan kulit dengan seseorang yang terinfeksi.
4. Penularan dari ibu hamil pada bayi
Tak hanya orang dewasa, bayi ternyata juga menjadi kelompok individu yang mungkin mengalami sifilis.
Hal ini bisa terjadi ketika ibu hamil terinfeksi bakteri penyebab sifilis.
Sebagian besar bayi membawa penyakit ini saat masih di dalam kandungan, tetapi ada juga bayi yang tertular sifilis selama proses persalinan.
Penyebabnya karena bayi bersentuhan langsung dengan luka sifilis yang ada di organ intim ibu.
Sebaiknya ibu berhati-hati dan melakukan tes sifilis sebelum merencanakan kehamilan.
Sebab, sifilis dapat mengganggu kesehatan bayi, dan berpengaruh juga pada tumbuh kembangnya kelak.
Kalau ibu ingin mengetahui lebih lanjut mengenai tes sifilis, ibu bisa cari tahu informasinya di sini, “Catat, Ini yang Perlu Diketahui tentang Tes Syphilis (VDRL/RPR).”
Rekomendasi Obat Sifilis
Penyakit sifilis yang tidak diobati bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Contohnya gangguan saraf, infeksi HIV, gangguan jantung, hingga komplikasi kehamilan. Nah, berikut beberapa pilihan obat sifilis yang biasa diresepkan oleh dokter:
- Erysanbe 500 mg 10 Kaplet. Obat ini mengandung erythromycin, yang masuk ke dalam kategori antibiotik golongan makrolidum yang mempunyai spektrum luas. Selain sifilis, obat ini juga bisa mengobati infeksi kulit atau infeksi pernapasan.
- Doxycycline 100 mg 10 Kapsul. Obat antibiotik yang digunakan untuk penyakit menular seksual (sifilis atau gonore), malaria, hingga infeksi saluran kemih.
- Erythromycin 500 mg 10 Kaplet. Antibiotik golongan makrolida yang efektif membunuh bakteri gram negatif dan positif karena bekerja sebagai antibiotik spektrum luas. Selain sifilis, obat ini dapat mengobati infeksi saluran pernapasan, kulit & jaringan lunak, gonore, dan pneumonia.
- Dohixat 100 mg 10 Kapsul. Mengandung zat aktif Doxycycline yang dapat digunakan dalam terapi dan pengobatan sifilis, infeksi yang rentan atau berat, hingga gonore tanpa komplikasi.
- Doxicor 100 mg 10 Kapsul. Obat ini dapat digunakan untuk membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan. Contohnya sifilis, epididimo-orkitis, gonore tanpa komplikasi, hingga serangan akut malaria.
Rekomendasi Alat Tes Uji Sifilis Mandiri
Salah satu cara praktis dan cepat untuk mengetahui status kesehatan terkait sifilis adalah dengan menggunakan alat tes uji sifilis mandiri. Berikut ini salah satu rekomendasinya untuk kamu:
1. Alat Test Uji Sifilis 1 Piece

Rekomendasi pertama adalah Alat Test Uji Sifilis 1 Piece yang merupakan alat rapid diagnostic test (RDT) in vitro yang mendeteksi antibodi terhadap bakteri Treponema pallidum (penyebab sifilis) dalam sampel darah kapiler dari jari.
Alat ini praktis dan nyaman untuk digunakan sendiri di rumah. Namun, setelah penggunaan alat ini, sebaiknya tetap lakukan pemeriksaan lanjutan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Aturan pakai:
- Keluarkan alat tes uji sifilis dari sachet dan gunakan segera untuk melakukan pengukuran.
- Jangan menggunakan lebih dari 1 jam sejak dibuka.
- Tempatkan alat tes pada permukaan yang bersih dan datar.
- Masukan 2-4 tetes (20-40 uL) serum/plasma dengan menggunakan pipet yang tersedia ke dalam lubang “S” atau masukan 2 tetes (20 uL) sampel darah ke dalam lubang sampel (S).
- Gunakan bagian ujung piper buffer, lalu masukan 2 tetes larutan buffer dengan segera ke dalam lubang “S”
- Jika sampel berupa serum maka tidak diperlukan buffer, tetapi jika sampel berupa darah, gunakan buffer.
- Tunggu selama 15 menit, lalu baca hasil.
Nomor registrasi: AKD20303710150
Rentang harga: Rp40.500 per piece.
Dapatkan Alat Test Uji Sifilis 1 Piece di Toko Kesehatan Halodoc.
Faktor Risiko Penyakit Sifilis
Siapapun yang aktif secara seksual berpotensi untuk terkena sifilis, tetapi beberapa orang mungkin memiliki risiko lebih tinggi jika:
- Pria yang melakukan hubungan seksual dengan pria.
- Berhubungan seksual dengan banyak pasangan.
- Hamil atau dalam usia yang subur (15-49 tahun).
- Seseorang yang merawat pengidap sifilis.
- Terinfeksi penyakit menular seksual lainnya seperti HIV, gonore, klamidia.
Skrining Penyakit Menular Seksual Bisa di Rumah Pakai Halodoc
Faktanya, banyak orang belum menyadari pentingnya mencegah penyakit menular seksual seperti sifilis dan berbagai penyakit seksual lainnya.
Kurangnya informasi dan edukasi mengenai penyakit menular seksual menyebabkan banyak individu mengabaikan risiko yang terkait dengan aktivitas seksual.
Gejala sifilis yang seringkali tidak disadari, bisa membuat pengidapnya mengalami keterlambatan dalam penanganan yang sehingga penanganan jadi lebih sulit dilakukan.
Gejala sifilis yang timbul seperti ruam merah di sekujur tubuh, benjolan pada area selangkangan, hingga kutil kelamin tidak bisa dihindari dan akan mengganggu kondisi fisik pengidapnya.
Maka dari itu, penting untuk melakukan tes teratur untuk mendeteksi penyakit ini secara dini.
Kini kamu bisa melakukan Skrining Penyakit Menular Seksual dari rumah dengan layanan Homecare by Halodoc (tersedia di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar)
Layanan homecare ini adalah tes laboratorium atau paket tes dari Halodoc yang pengambilan sampelnya bisa dilakukan di rumah atau di lokasi manapun yang kamu pilih
Ada beberapa keunggulan dari layanan tes lab ini, antara lain:
✔ Tak perlu repot keluar rumah, kamu bisa skrining bersama keluarga.
✔ Hemat waktu dan biaya. Tak perlu transportasi maupun antri, karena kamu bisa skrining di rumah.
✔ Tenaga medis profesional dan responnya cepat.
✔ Protokol kesehatan ketat. Ini Daftar Phlebotomist yang Tangani Layanan Tes Lab Halodoc.
✔ Sampel diambil secara aman dan steril.
✔ Peralatan yang digunakan berkualitas, aman, tersegel, dan sesuai standarisasi.
✔ Harganya terjangkau, mulai dari Rp 659.000,-, kamu bahkan bisa melakukan family booking untuk mendapatkan ekstra diskon.
✔ Semua layanan tes lab terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter.
✔ Untuk konsultasi hasil tes, kamu akan mendapat gratis voucher untuk chat dokter senilai 25rb di Halodoc.
Booking Skrining Penyakit Menular Seksual Lebih Mudah di Rumah Lewat Halodoc.
Kamu juga bisa order melalui aplikasi atau hubungi langsung nomor WhatsApp 0888-0999-9226.
Jangan khawatir, saat memesan skrining penyakit menular seksual, privasi kamu pasti terjaga dengan aman di Halodoc!
Itulah berbagai cara penularan sifilis yang perlu kamu ketahui.
Apabila kamu memiliki gejala sifilis sebaiknya segera tanyakan langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc agar dapat penanganan sesegera mungkin.
Sebab jika tidak segera kamu tangani, sifilis dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang cukup parah.
Tenang saja, privasi kamu dijaga aman bersama Halodoc.
Yuk download Halodoc sekarang juga, untuk konsultasi kesehatan yang lebih mudah!


