Catat, Ini Gejala TB Kelenjar yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   03 Desember 2021
Catat, Ini Gejala TB Kelenjar yang Perlu DiwaspadaiCatat, Ini Gejala TB Kelenjar yang Perlu Diwaspadai

“TB kelenjar bisa menyebabkan munculnya benjolan di area terdapat kelenjar getah bening, yaitu leher, ketiak, atau selangkangan. Sangat penting untuk mewaspadai gejalanya, sebelum infeksi bakteri menyebar ke bagian tubuh lainnya.”

Halodoc, Jakarta – Tuberkulosis atau TB pada paru-paru mungkin sudah sering kamu dengar. Namun, pernahkah mendengar tentang tuberkulosis pada kelenjar getah bening atau disebut juga TB kelenjar? Meski terdengar asing, penyakit tuberkulosis juga bisa menyerang bagian lain dalam tubuh.

Salah satunya adalah kelenjar getah bening, yaitu sistem jaringan yang terletak di berbagai bagian tubuh, termasuk leher dan ketiak. Fungsi kelenjar ini adalah mendukung sistem kekebalan tubuh. Lantas, seperti apa gejala dari TB kelenjar? Yuk, simak pembahasannya!

Waspadai Gejala TB Kelenjar

Gejala utama TB kelenjar adalah munculnya benjolan pada area tubuh yang terdapat kelenjar getah bening, seperti ketiak atau selangkangan. Benjolan tersebut pada awalnya mungkin kecil dan tidak menimbulkan nyeri.

Namun, benjolan dapat membesar seiring waktu dan membuat kulit di sekitarnya memerah. Selain itu, benjolan juga bisa terasa nyeri. Terkadang, gejala TB kelenjar juga bisa tidak disadari, meski bakteri sudah menyebar ke seluruh tubuh.

Hal ini perlu diwaspadai, karena terlambatnya penanganan bisa berakibat fatal bagi pengidap TB kelenjar. Jadi, segera sadarilah jika ada benjolan asing yang muncul di tubuh, dan cepat-cepat periksakan diri ke dokter.

Penyebab dan Faktor Risikonya

Menurut laman Centers for Disease Control and Prevention, TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Pada kebanyakan kasus, infeksi akan menyerang paru-paru.

Namun, jika sistem kekebalan tubuh tidak dapat menahannya, perkembangan bakteri bisa jadi tidak terkendali. Lama-kelamaan, bakteri dapat menyebar ke luar paru-paru, mencapai organ-organ tubuh lain, termasuk kelenjar getah bening. Inilah yang kemudian disebut TB kelenjar.

Lantas, apa saja faktor risiko untuk TB kelenjar? Tentunya, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit ini. Meski begitu, sebenarnya TB kelenjar bisa terjadi pada siapa saja tanpa pandang usia.

Berikut ini beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko TB kelenjar:

1. Punya Kekebalan Tubuh yang Lemah

TB kelenjar lebih mungkin terjadi pada orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah. Sebab, pada kondisi ini, serangan infeksi bakteri penyebab TB tidak bisa ditangani dengan optimal.

Beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang memiliki kekebalan tubuh yang lemah adalah diabetes, HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, psoriasis, dan penyakit ginjal.

2. Tinggal atau Pergi ke Daerah Tinggi Kasus TB

Waspadalah jika kamu tinggal atau pergi ke daerah di mana kasus TB cukup tinggi. Sebab, TB adalah penyakit menular. Jadi, saat hendak bepergian ke suatu negara atau daerah, cari tahu terlebih dahulu angka kasus TB di wilayah tersebut, ya.

Waspada juga jika kamu bekerja di tempat yang berpotensi terdapat penularan bakteri TB. Misalnya rumah sakit, klinik, penampungan, panti, atau pengungsian.

3. Punya Kebiasaan Merokok dan Mengonsumsi Alkohol

Apakah kamu memiliki kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol? Jika iya, ini bisa menempatkan kamu pada risiko lebih tinggi untuk terkena TB kelenjar.

Mengapa? Karena zat-zat berbahaya dalam rokok dan alkohol bisa membuat sistem kekebalan tubuh melemah. Ini berarti risiko untuk terserang infeksi TB jadi meningkat.

Itulah pembahasan mengenai gejala TB kelenjar dan penyebabnya. Dapat diketahui bahwa infeksi ini tidak hanya bisa menyerang paru-paru, tetapi juga bagian tubuh lain, seperti kelenjar getah bening.

Jadi, penting untuk waspada jika menemukan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan. Terlebih jika memiliki faktor risiko TB kelenjar yang tadi dijelaskan. Segera pergi ke dokter untuk dapatkan pengobatan. Kamu juga bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis terkait penyakit ini dengan mudah.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
CDC. Diakses pada 2021. Transmission and Pathogenesis of Tuberculosis.
NHS Choices UK. Diakses pada 2021. Tuberculosis (TB).
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Tuberculosis.
Healthline. Diakses pada 2021. Types of Tuberculosis.
Medscape. Diakses pada 2021. Scrofula Overview of Scrofula.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan