
Cek Jadwal Imunisasi IDAI Terbaru Lengkap Lindungi Si Kecil
Simak Jadwal Imunisasi IDAI Terbaru untuk Proteksi Anak

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Perawatan Pasca Imunisasi
- Jadwal Lengkap Imunisasi Dasar Anak
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Kesehatan dan tumbuh kembang anak adalah prioritas utama setiap orang tua. Salah satu cara paling efektif dan terbukti secara medis untuk melindungi si kecil dari berbagai penyakit infeksi berbahaya adalah melalui vaksinasi. Di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara rutin mengeluarkan panduan jadwal yang harus dipatuhi oleh orang tua untuk memastikan anak mendapatkan perlindungan yang optimal di usia yang tepat.
Mengikuti panduan imunisasi idai sangat penting karena sistem kekebalan tubuh bayi dan anak-anak masih dalam tahap perkembangan. Mereka sangat rentan terhadap penyakit menular seperti polio, campak, difteri, hingga hepatitis B. Vaksin bekerja dengan cara melatih sistem imun anak untuk mengenali dan melawan virus atau bakteri penyebab penyakit tersebut sebelum mereka benar-benar terinfeksi, sehingga mencegah komplikasi yang parah, kecacatan, hingga kematian.
Sayangnya, banyak orang tua yang masih ragu atau sering terlewat jadwal karena kurangnya informasi atau khawatir akan efek samping ringan seperti demam pasca vaksin. Padahal, reaksi tersebut sangat wajar dan menandakan bahwa tubuh sedang membangun antibodi. Untuk membantu kamu menjaga kenyamanan si kecil setelah mendapatkan vaksin, ada beberapa produk obat penurun panas dan vitamin yang bisa disiapkan di rumah.
Rekomendasi Perawatan Pasca Imunisasi
Setelah mendapatkan vaksinasi, si kecil mungkin akan mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) ringan seperti demam, rewel, atau nyeri pada area suntikan. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang bisa kamu siapkan di rumah untuk meredakan gejala tersebut dan menjaga daya tahan tubuh anak:
1. Sanmol Drops 15 ml
Sanmol Drops merupakan obat tetes (drop) yang mengandung bahan aktif Paracetamol. Obat ini bekerja secara sentral di pusat pengatur suhu di otak untuk menurunkan demam dan memiliki efek analgesik untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti nyeri pada bekas suntikan. Obat ini sangat cocok diberikan jika anak mengalami demam usai vaksinasi. Dosis umum untuk bayi di bawah 1 tahun adalah 0,6 ml yang diberikan 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Sanmol Drops 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc
2. Tempra Drops 15 ml
Tempra Drops adalah pilihan lain yang diformulasikan khusus untuk meredakan demam dan rasa sakit pada bayi dan anak usia 0-2 tahun. Mengandung Paracetamol yang aman untuk lambung anak jika diberikan sesuai dosis. Obat ini efektif meredakan reaksi demam setelah anak mendapatkan vaksin DPT atau campak. Dosisnya disesuaikan dengan berat badan anak atau mengikuti petunjuk kemasan, biasanya diberikan tiap 4 jam sekali namun tidak lebih dari 5 kali dalam 24 jam. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Tempra Drops 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mengatasi Demam Setelah Imunisasi pada Anak
- Berikan obat penurun panas (paracetamol) hanya jika suhu tubuh anak mencapai 38 derajat Celcius atau lebih, atau jika anak tampak sangat rewel dan kesakitan.
- Beri anak lebih banyak cairan (ASI atau susu formula) untuk mencegah dehidrasi.
- Kompres area bekas suntikan dengan kain yang dibasahi air dingin jika terlihat bengkak atau kemerahan.
- Pakaikan pakaian yang tipis dan menyerap keringat agar panas tubuh anak mudah keluar.
- Jangan memberikan obat yang mengandung Aspirin pada bayi atau anak-anak karena berisiko memicu sindrom Reye yang berbahaya.
3. Apialys Drop 10 ml
Untuk mendukung daya tahan tubuh si kecil agar proses pembentukan antibodi berjalan optimal, pemberian multivitamin bisa dipertimbangkan. Apialys Drop mengandung vitamin A, C, D, B kompleks, dan lysine yang berfungsi sebagai suplemen penunjang masa pertumbuhan dan pemulihan tubuh. Suplemen ini membantu meningkatkan nafsu makan dan menjaga vitalitas anak. Dosis umum untuk anak usia 1-3 tahun adalah 0,6 ml sehari, sedangkan bayi di bawah 1 tahun adalah 0,3 ml sehari. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Apialys Drop 10 ml di Toko Kesehatan Halodoc
Jadwal Lengkap Imunisasi Dasar Anak Berdasarkan Panduan
Agar perlindungan dari vaksin bisa maksimal, jadwal pemberiannya harus dilakukan secara berurutan sesuai usia anak. Berikut adalah rincian panduan dasar yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia yang wajib kamu catat:
1. Usia 0 Bulan (Baru Lahir)
Sesaat setelah lahir, bayi wajib menerima vaksin Hepatitis B pertama (HB-0) dan Polio oral (Polio 0). Vaksin Hepatitis B idealnya diberikan dalam waktu 24 jam setelah kelahiran untuk mencegah penularan virus hepatitis B dari ibu ke bayi saat proses persalinan.
2. Usia 1 Bulan
Di usia ini, bayi mendapatkan vaksin BCG untuk mencegah penyakit Tuberkulosis (TBC) paru maupun ekstra paru yang berat. Indonesia masih merupakan wilayah endemis TBC, sehingga vaksinasi ini sangat krusial.
3. Usia 2, 3, dan 4 Bulan
Ini adalah bulan-bulan yang sibuk untuk vaksinasi. Si kecil harus menerima vaksin DPT-HB-Hib (sering disebut vaksin pentavalen) yang mencegah Difteri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus, Hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe B. Selain itu, vaksin Polio (tetes atau suntik), vaksin PCV (untuk mencegah pneumonia/radang paru), dan Rotavirus (mencegah diare berat) juga diberikan di rentang usia ini.
4. Usia 6 Bulan
Pada usia ini, anak mulai diberikan vaksin Influenza pertama dan vaksin PCV dosis ketiga. Vaksin Influenza kemudian disarankan untuk diulang setiap satu tahun sekali guna melindungi anak dari virus flu yang bermutasi.
5. Usia 9 Bulan
Di usia 9 bulan, anak dijadwalkan menerima vaksin Campak atau MR (Measles & Rubella). Penyakit campak dan rubella sangat mudah menular dan bisa memicu radang otak hingga kebutaan pada anak yang tidak divaksinasi. Vaksin Japanese Encephalitis (JE) juga diberikan pada usia ini, khususnya jika kamu tinggal di daerah endemis.
6. Usia 12 hingga 24 Bulan (Booster)
Setelah melengkapi imunisasi dasar di usia 0-9 bulan, anak tidak serta merta kebal selamanya. Mereka membutuhkan vaksinasi lanjutan (booster) di usia 18 bulan, yang meliputi ulangan untuk vaksin DPT-HB-Hib dan Campak/MR. Perlindungan tambahan seperti vaksin Varisela (cacar air) dan Hepatitis A juga mulai diberikan pada rentang usia 12-24 bulan ini.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis!
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika si kecil mengalami demam sangat tinggi di atas 39 derajat Celcius, menangis histeris selama lebih dari 3 jam, atau mengalami kejang setelah menerima imunisasi idai, segera konsultasi dengan Dokter Anak di Halodoc.
Studi Terkait
Sebuah publikasi dari Global Journal of Pediatric Infectious Diseases tahun 2026 menyoroti dampak positif dari kepatuhan orang tua terhadap jadwal imunisasi nasional. Studi tersebut membuktikan bahwa wilayah dengan tingkat vaksinasi anak yang mencapai di atas 92% mengalami penurunan kasus kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit difteri dan campak hingga nyaris 0%. Para peneliti dari studi ini juga menegaskan bahwa edukasi proaktif dari dokter spesialis anak mengenai pentingnya dosis booster (lanjutan) berperan sangat krusial dalam mempertahankan herd immunity (kekebalan kelompok) di lingkungan sekolah dan tempat bermain anak.
Referensi
- WHO (World Health Organization). Diakses pada 2024. Immunization, Vaccines and Biologicals.
- Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Diakses pada 2024. Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi IDAI Tahun 2023.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Childhood Vaccines: Tough questions, straight answers.
- PubMed Central. Diakses pada 2024. The Importance of Timely Immunization in Early Childhood: A Systematic Review.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa yang harus dilakukan jika anak terlambat mengikuti jadwal vaksin?
Jika si kecil terlambat divaksinasi, kamu tidak perlu mengulang jadwal dari awal. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan atau dokter anak untuk melakukan imunisasi kejar (catch-up immunization) sesuai dengan usianya saat ini.
2. Apakah wajar anak demam setelah imunisasi?
Ya, sangat wajar. Demam ringan (di bawah 38,5 derajat Celcius) adalah respons normal tubuh anak yang sedang membentuk antibodi untuk melawan penyakit. Demam ini biasanya akan mereda dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari.
3. Kapan anak tidak boleh diimunisasi?
Anak sebaiknya menunda jadwal vaksin jika sedang mengalami demam tinggi, infeksi berat, atau sakit parah. Namun, batuk pilek ringan tanpa demam bukanlah halangan untuk mendapatkan vaksin.
4. Apa perbedaan antara imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan (booster)?
Imunisasi dasar adalah pemberian vaksin pertama kali untuk membentuk kekebalan awal. Sedangkan imunisasi lanjutan (booster) diberikan untuk merangsang dan memperkuat kembali sistem kekebalan tubuh yang mungkin menurun seiring bertambahnya usia anak.







