Ad Placeholder Image

Cervical Root Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Solusi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Cervical Root Syndrome: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Cervical Root Syndrome: Gejala, Penyebab, dan SolusiCervical Root Syndrome: Gejala, Penyebab, dan Solusi

DAFTAR ISI


Banyak masyarakat yang sering mengeluhkan rasa nyeri pada area leher yang menjalar hingga ke bahu dan lengan, namun bingung apa penyebab pastinya. Di dunia medis, banyak yang bertanya, crs adalah kondisi medis yang dikenal juga dengan sebutan cervical radiculopathy atau saraf terjepit pada area leher. Kondisi ini terjadi ketika akar saraf di dekat tulang belakang bagian servikal (leher) mengalami kompresi, peradangan, atau kerusakan.

Gejala dari Cervical Root Syndrome (CRS) tidak boleh dianggap remeh. Penderita biasanya akan merasakan nyeri yang tajam, kesemutan, kebas, hingga kelemahan otot pada area bahu, lengan, dan jari-jari tangan. Hal ini tentu sangat mengganggu produktivitas, terutama bagi kamu yang bekerja berjam-jam di depan komputer atau sering menunduk melihat layar smartphone.

Penting untuk memahami bahwa penanganan awal yang tepat dapat mencegah kerusakan saraf yang lebih parah. Penanganan ini seringkali melibatkan perbaikan postur tubuh, fisioterapi, dan penggunaan obat-obatan untuk meredakan nyeri dan peradangan. Sebagai apoteker, saya sangat menyarankan penggunaan obat bebas, obat bebas terbatas, maupun suplemen saraf sebagai langkah pertolongan pertama sebelum kondisi membutuhkan intervensi medis lanjutan.

Nah, mau tahu apa saja pilihan produk kesehatan dan obat untuk meredakan gejala saraf leher terjepit yang aman digunakan? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat untuk Meredakan Gejala CRS yang Ampuh

Berikut adalah beberapa rekomendasi obat pereda nyeri, antiinflamasi, dan suplemen saraf yang bisa kamu dapatkan tanpa resep dokter untuk membantu mengatasi keluhan ringan akibat Cervical Root Syndrome:

1. Panadol 500 mg 10 Kaplet

Panadol mengandung zat aktif Paracetamol 500 mg. Obat ini bekerja sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) dengan cara menghambat pembentukan prostaglandin di sistem saraf pusat, sehingga dapat meningkatkan ambang batas rasa sakit.

Manfaat spesifik dari produk ini adalah untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang yang sering menyertai CRS, seperti sakit leher, sakit kepala tegang (tension headache) yang menjalar dari leher, dan pegal-pegal pada otot bahu.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 1-2 kaplet, diminum 3-4 kali sehari. Maksimal 8 kaplet dalam 24 jam.
  • Anak usia 6-11 tahun: Setengah hingga 1 kaplet, diminum 3-4 kali sehari.

Obat ini aman dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Hindari penggunaan bersamaan dengan obat lain yang juga mengandung Paracetamol untuk mencegah kerusakan hati.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Neurobion Forte 10 Tablet

Saraf yang terjepit membutuhkan nutrisi ekstra untuk memulihkan dirinya. Neurobion Forte mengandung Vitamin B Kompleks dosis tinggi, yaitu Vitamin B1 (Thiamine) 100 mg, Vitamin B6 (Pyridoxine) 100 mg, dan Vitamin B12 (Cyanocobalamin) 5000 mcg. Ketiga vitamin neurotropik ini bekerja sinergis untuk menjaga fungsi saraf normal dan memperbaiki kerusakan sel saraf (mielin).

Manfaat utamanya adalah mengatasi gejala kebas, kesemutan (neuropati perifer), dan rasa mati rasa pada lengan atau jari yang merupakan keluhan khas dari Cervical Root Syndrome.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet, diminum 1 kali sehari.

Sebaiknya diminum sesudah makan untuk menghindari ketidaknyamanan pada lambung. Suplemen ini sangat aman dikonsumsi sebagai perawatan jangka panjang untuk kesehatan saraf.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Neurobion Forte 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Pencegahan Gejala Cervical Root Syndrome Memburuk
  1. Perbaiki postur tubuh saat duduk, pastikan layar komputer sejajar dengan mata untuk menghindari leher menunduk (text neck).
  2. Lakukan peregangan leher (neck stretch) ringan setiap 1-2 jam sekali saat bekerja di depan meja.
  3. Gunakan bantal penyangga leher (cervical pillow) yang mendukung kelengkungan alami tulang belakang saat tidur.

3. Counterpain Cream 30 g

Bagi kamu yang lebih menyukai pengobatan topikal (oles), Counterpain Cream adalah pilihan yang sangat tepat. Krim ini mengandung Methyl Salicylate, Menthol, dan Eugenol. Cara kerjanya adalah sebagai counter-irritant, yaitu menciptakan sensasi hangat pada kulit yang mengalihkan sinyal rasa sakit dari leher dan bahu menuju otak.

Manfaat spesifik krim ini adalah untuk meredakan nyeri otot, kekakuan leher (stiff neck), nyeri sendi, dan pegal linu pada area servikal tanpa perlu meminum obat oral.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: Oleskan secukupnya pada area leher atau bahu yang sakit, gosok perlahan hingga krim meresap. Dapat digunakan 3-4 kali sehari.

Hindari mengoleskan krim pada luka terbuka, mata, atau selaput lendir. Cuci tangan dengan bersih setelah penggunaan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Counterpain Cream 30 g di Toko Kesehatan Halodoc

4. Ibuprofen 400 mg 10 Tablet

Ibuprofen adalah obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) yang bekerja dengan menghalangi produksi enzim siklooksigenase (COX). Enzim ini berperan dalam memproduksi prostaglandin, yaitu zat kimia tubuh yang memicu peradangan dan rasa nyeri saat akar saraf servikal tertekan.

Manfaat spesifik Ibuprofen dalam kasus CRS adalah kemampuannya yang ganda: tidak hanya meredakan nyeri tajam, tetapi juga mengurangi peradangan atau pembengkakan di sekitar saraf leher yang terjepit.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet (400 mg), diminum 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan. Maksimal 1200 mg per hari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Wajib diminum setelah makan untuk mencegah iritasi atau tukak lambung.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ibuprofen 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Salonpas Koyo 10 Lembar

Salonpas Koyo merupakan plester pereda nyeri yang mengandung Methyl Salicylate, Menthol, dan dl-Camphor. Plester ini bekerja secara transdermal dengan melepaskan bahan aktif secara perlahan menembus kulit, memberikan efek hangat dan dingin yang menenangkan area otot yang tegang.

Koyo ini sangat praktis digunakan bagi pekerja kantoran yang mengalami tegang otot leher (cervical spasm) atau nyeri bahu akibat terlalu lama duduk diam.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: Tempelkan 1 lembar koyo pada area leher atau punggung atas yang nyeri. Lepaskan setelah pemakaian maksimal 8 jam.

Jangan gunakan bersamaan dengan bantal pemanas (heating pad) pada area yang sama untuk mencegah luka bakar ringan pada kulit.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Salonpas Koyo 10 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab dan Faktor Risiko Cervical Root Syndrome

1. Herniated Nucleus Pulposus (HNP) Servikal

HNP atau saraf terjepit terjadi ketika bantalan lunak (diskus) di antara tulang belakang leher menonjol keluar dan menekan akar saraf. Kondisi ini sering dipicu oleh cedera leher, mengangkat beban berat dengan tumpuan yang salah, atau gerakan leher yang tiba-tiba dan ekstrem.

2. Osteoartritis Servikal (Pengapuran Tulang Leher)

Seiring bertambahnya usia, tulang dan sendi di area leher dapat mengalami degenerasi. Hal ini menyebabkan terbentuknya taji tulang (bone spurs) yang dapat mempersempit ruang tempat keluarnya saraf dari sumsum tulang belakang, sehingga memicu peradangan saraf.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

1. Munculnya Kelemahan Otot Ekstrem

Jika nyeri leher dibarengi dengan ketidakmampuan untuk menggenggam barang (barang sering terjatuh dari tangan), atau lengan terasa sangat lemas untuk diangkat, ini menandakan adanya kompresi saraf berat yang membutuhkan evaluasi neurologis segera.

2. Nyeri Tidak Kunjung Membaik

Pengobatan mandiri dengan obat bebas biasanya memberikan hasil dalam 1-2 minggu. Jika nyeri menjalar semakin parah, mengganggu tidur di malam hari, atau disertai demam tanpa sebab yang jelas, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan medis yang lebih mendalam, seperti rontgen atau MRI.

Studi Mengenai Cervical Root Syndrome

Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy menerbitkan studi di tahun 2011 yang menjelaskan bahwa penanganan konservatif (non-bedah) memberikan tingkat keberhasilan yang tinggi pada pasien dengan cervical radiculopathy.

Studi tersebut menemukan bahwa kombinasi antara obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), pemberian suplemen saraf, dan terapi fisik yang berfokus pada traksi leher serta latihan penguatan otot servikal efektif mengurangi nyeri dan disabilitas secara signifikan pada 75-90% pasien tanpa perlu intervensi operasi.

Kondisi saraf leher yang terjepit memang terasa menyiksa, namun dengan penanganan awal yang tepat, perubahan gaya hidup, dan postur yang baik, keluhan ini dapat diatasi. Jika gejala terus berlanjut atau memburuk, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf atau ortopedi.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan dan suplemen saraf di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Pesananmu akan diantar langsung ke rumah dalam waktu singkat.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Cervical Radiculopathy (Pinched Nerve).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Cervical Radiculopathy.
American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS). Diakses pada 2024. Cervical Radiculopathy (Pinched Nerve).
Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy. Diakses pada 2024. Cervical Radiculopathy: Nonoperative Management of Neck Pain and Radicular Symptoms.

FAQ

1. Apakah crs adalah kondisi medis yang bisa sembuh total?

Ya, sebagian besar kasus Cervical Root Syndrome (CRS) dapat membaik dan sembuh dengan perawatan konservatif seperti istirahat, fisioterapi, dan obat-obatan, tanpa perlu tindakan operasi. Namun, perubahan gaya hidup dan postur sangat diperlukan untuk mencegah kekambuhan.

2. Apa posisi tidur yang aman saat leher mengalami saraf terjepit?

Posisi tidur telentang atau menyamping adalah yang terbaik. Gunakan bantal ortopedi atau bantal leher (cervical pillow) yang mendukung lekukan alami leher. Hindari tidur tengkurap karena posisi ini akan memuntir leher dan memperburuk tekanan pada saraf.

3. Apakah boleh leher yang sakit dipijat atau dikretek?

Sangat tidak disarankan memijat terlalu keras atau membunyikan (manipulasi/kretek) leher yang mengalami CRS tanpa pengawasan profesional (seperti fisioterapis atau dokter). Hal ini berisiko memperparah kompresi saraf atau menyebabkan cedera pada pembuluh darah di area servikal.

4. Makanan apa saja yang baik untuk penderita saraf terjepit?

Penderita disarankan mengonsumsi makanan yang kaya akan Vitamin B1, B6, dan B12 (seperti ikan, telur, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan) untuk menutrisi saraf. Selain itu, makanan tinggi Omega-3 (seperti salmon dan chia seed) juga baik untuk membantu menekan respons peradangan di dalam tubuh.