• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Ciri Daging Sapi Segar dan Layak Konsumsi untuk Lebaran

Ini Ciri Daging Sapi Segar dan Layak Konsumsi untuk Lebaran

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Dalam beberapa hari lagi, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari raya Idulfitri. Momen ini adalah sebuah perayaan kemenangan usai selama satu bulan berpuasa dan menahan hawa nafsu dari perbuatan-perbuatan buruk. Meski tahun ini perayaan Idulfitri berbeda dengan yang biasanya, namun tampaknya hidangan khas Lebaran seperti semur daging sapi, rendang, opor ayam, ketupat, hingga kue-kue kering tetap akan menghiasi momen perayaan Idulfitri.

Daging sapi menjadi salah satu bahan utama dalam sajian khas hari Lebaran. Kandungan protein dalam daging sapi juga menjadi salah satu yang paling tinggi dibanding daging hewan ternak lainnya. Kandungan protein dalam 100 gram daging sapi bisa mencapai 18,8 gram. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa daging sapi yang akan diolah nanti adalah daging sapi yang segar.

Baca juga: Daging kambing Vs Daging sapi, Lebih Sehat Mana?

Mengenali Ciri Daging Sapi Segar

Memilih daging sapi segar adalah hal yang wajib dilakukan. Pasalnya, jika kamu malah mendapatkan daging sapi yang tak segar dan tidak sehat, ia malah bisa menyebabkan penyakit karena kandungan kuman, bakteri atau lainnya. Pastikan kamu tidak mengolah daging sapi yang tidak segar. 

Berikut ini adalah ciri-ciri daging sapi yang segar, sehat, dan aman dikonsumsi untuk Lebaran, yaitu:

  • Daging berwarna merah segar alami;

  • Daging sapi muda berwarna merah muda;

  • Masih memiliki bau khas daging sapi;

  • Memiliki teksturnya yang kenyal namun padat;

  • Daging memiliki serat halus dan memiliki sedikit lemak;

  • Lemak berwarna kuning.

  • Supaya kamu lebih yakin, biasanya ada cap rumah potong hewan yang menunjukkan bahwa daging sapi berasal dari sapi yang sehat, layak potong, dan disembelih dengan cara yang benar.

Selain itu, kamu harus pintar mengenali daging yang tidak layak konsumsi, seperti:

  • Warna daging kebiruan;

  • Memiliki bau busuk;

  • Lemak sudah lembek, daging juga sudah berlendir sehingga dihinggapi lalat.

Daging yang tidak layak konsumsi juga biasanya dijual di tempat penjualan yang cenderung tidak higienis. Jika kamu sudah membeli daging yang segar, penting untuk mencucinya terlebih dahulu sebelum diolah atau disimpan di dalam freezer

Baca juga: Inilah Manfaat dan Risiko Mengonsumsi Daging Merah

Pahami Juga Cara Menyimpan Daging Sapi yang Benar

Daging sapi yang dibeli untuk diolah menjadi hidangan Lebaran juga biasanya tidak langsung diolah semua. Biasanya sebagian daging akan disimpan untuk diolah kemudian. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menyimpan daging yang benar di dalam freezer. Pasalnya, daging akan lebih awet jika disimpan dengan cara yang benar. Beberapa cara tersebut, yaitu:

  • Sebelum disimpan di freezer, pastikan daging dibungkus terlebih dahulu dengan plastik. Ini dilakukan agar permukaan daging tidak kering.
  • Daging sebaiknya segera disimpan setelah hewan disembelih.
  • Pastikan daging disimpan dalam ruang bersuhu di bawah 2 derajat Celcius, dengan begini daging bisa tahan selama 6 hari.
  • Sementara jika ingin menyimpan daging lebih dari 6 hari, sebaiknya atur freezer hingga suhu di bawah minus 20 derajat Celcius.

Baca juga: Enggak Makan Daging, Jadi Vegan Bisa Lebih Sehat?

Itulah tips penting untuk memilih dan menyimpan daging sapi segar untuk diolah menjadi santapan lezat menemani hari raya Idulfitri kelak. Jika kamu masih ingin tahu seputar menu sehat selama Lebaran, atau tips supaya tidak bertambah berat badan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Halodoc. Ambil smartphone kamu segera, dan manfaatkan fitur tanya jawab dengan dokter, kapan saja dan di mana saja.

Referensi:
EHow. Diakses pada 2020. How to Tell If Beefs Is Fresh.
Real Simple. Diakses pada 2020. This is The Secret to Storing Meat So Its Lasts Longer.
Spoon University. Diakses pada 2020. How to Tell When Good Meat Has Gone Bad.