Ad Placeholder Image

Daftar Kode ICD 10 Mastitis Lengkap yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Cek Kode ICD 10 Mastitis Lengkap untuk Ibu Menyusui

Daftar Kode ICD 10 Mastitis Lengkap yang Perlu DiketahuiDaftar Kode ICD 10 Mastitis Lengkap yang Perlu Diketahui

DAFTAR ISI


Mastitis adalah kondisi peradangan pada jaringan payudara yang sering kali disertai dengan infeksi. Kondisi ini sangat umum terjadi pada ibu menyusui (mastitis laktasi), meskipun wanita yang tidak menyusui maupun pria juga dapat mengalaminya. Gejala yang ditimbulkan biasanya berupa rasa nyeri, kemerahan, bengkak pada payudara, hingga memicu gejala sistemik seperti demam dan menggigil yang menyerupai flu.

Dalam dunia medis, setiap penyakit memiliki kode klasifikasi internasional yang disebut ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision). Mengetahui kode icd 10 mastitis sangat penting bagi tenaga medis untuk keperluan diagnosis, pencatatan rekam medis, hingga proses klaim asuransi kesehatan. Kode ini membantu mengkategorikan apakah mastitis tersebut berhubungan dengan masa kehamilan, nifas, atau kondisi di luar itu.

Secara umum, kode ICD-10 untuk mastitis terbagi menjadi dua kategori utama. Pertama adalah O91 (Infections of breast associated with pregnancy, the puerperium and lactation) yang secara spesifik merujuk pada mastitis terkait kehamilan dan menyusui. Kategori ini memiliki turunan seperti O91.2 untuk mastitis non-purulen. Kedua adalah N61 (Inflammatory disorders of breast) yang merujuk pada mastitis non-puerperal atau peradangan payudara yang tidak berhubungan dengan kehamilan dan proses menyusui.

Penanganan mastitis harus dilakukan sesegera mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius, seperti abses payudara (penumpukan nanah). Pengobatan lini pertama biasanya melibatkan perbaikan teknik menyusui, kompres hangat, serta penggunaan obat pereda nyeri. Jika dicurigai adanya infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik yang aman untuk ibu menyusui. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi produk yang dapat membantu meredakan keluhan mastitis.

Rekomendasi Produk untuk Meredakan Mastitis

Untuk membantu mengurangi nyeri dan merawat kebersihan payudara saat mengalami mastitis, berikut adalah beberapa produk yang bisa kamu gunakan:

1. Paracetamol 500 mg 10 Tablet

Paracetamol adalah obat analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) yang bekerja dengan cara menghambat produksi prostaglandin di pusat pengatur suhu di otak. Obat ini sangat efektif untuk meredakan demam, menggigil, serta nyeri payudara ringan hingga sedang yang sering menyertai mastitis.

Manfaat utama obat ini adalah memberikan rasa nyaman pada tubuh agar ibu tetap bisa beristirahat dan menyusui bayinya tanpa terganggu rasa sakit. Dosis umum untuk orang dewasa adalah 1-2 tablet (500-1000 mg) yang dapat diminum tiap 4-6 jam sekali bila perlu, dengan maksimal 8 tablet dalam 24 jam. Paracetamol tergolong aman untuk ibu menyusui.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Paracetamol 500 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Ibuprofen 400 mg 10 Tablet

Ibuprofen termasuk dalam golongan obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (OAINS). Obat ini bekerja dengan memblokir enzim siklooksigenase (COX) yang memproduksi prostaglandin, yaitu zat alami tubuh pemicu peradangan, rasa sakit, dan demam. Pada kasus mastitis, Ibuprofen sangat disarankan karena selain meredakan nyeri dan demam, obat ini juga secara aktif mengurangi bengkak dan kemerahan pada payudara.

Dosis yang dianjurkan untuk dewasa adalah 1 tablet (400 mg) setiap 6 hingga 8 jam, dan sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk menghindari iritasi pada lambung. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Ibuprofen 400 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Mencegah Mastitis Berulang saat Menyusui
  1. Pastikan perlekatan (latch on) bayi pada payudara sudah benar saat menyusui.
  2. Kosongkan payudara secara maksimal setelah menyusui, bisa dibantu dengan teknik perah atau pompa payudara.
  3. Hindari menggunakan bra atau pakaian yang terlalu ketat karena dapat menekan saluran ASI.
  4. Ganti posisi menyusui secara bergantian untuk memastikan seluruh bagian payudara kosong.
  5. Jaga kebersihan area puting untuk mencegah masuknya bakteri penyebab infeksi.

3. Lansinoh HPA Lanolin 40 ml

Lansinoh HPA Lanolin adalah krim puting yang mengandung 100% lanolin murni kelas medis. Krim ini bekerja dengan menciptakan kelembapan pelindung pada kulit (moisture barrier), yang mempercepat proses penyembuhan alami dari dalam. Luka lecet atau retak pada puting merupakan salah satu pintu masuk utama bagi bakteri (seperti Staphylococcus aureus) yang menyebabkan infeksi mastitis.

Manfaat dari produk ini adalah menenangkan dan melindungi puting yang lecet serta sensitif. Cara penggunaannya sangat mudah, cukup oleskan secukupnya pada area puting setelah menyusui. Produk ini aman jika tertelan oleh bayi, sehingga ibu tidak perlu repot mencuci atau membersihkan puting sebelum sesi menyusui berikutnya.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Lansinoh HPA Lanolin 40 ml di Toko Kesehatan Halodoc

4. Pigeon Breast Pad Honeycomb 60 Pieces

Menjaga kebersihan dan kekeringan area payudara sangat krusial dalam manajemen mastitis. Pigeon Breast Pad Honeycomb adalah bantalan penyerap ASI dengan desain sarang lebah (honeycomb) yang mampu menyerap ASI berlebih dengan cepat dan merata. Permukaannya yang berongga memungkinkan sirkulasi udara tetap lancar.

Produk ini bermanfaat untuk menjaga puting tetap kering sehingga mencegah pertumbuhan bakteri atau jamur akibat kondisi yang lembap. Cara pakainya, tempelkan bantalan ini pada bagian dalam bra. Ganti breast pad secara rutin, terutama jika sudah terasa penuh atau basah, untuk mencegah iritasi dan risiko infeksi berlanjut.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pigeon Breast Pad Honeycomb 60 Pieces di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Alami Mengatasi Mastitis di Rumah

Selain menggunakan obat-obatan medis, ada beberapa langkah perawatan mandiri di rumah yang bisa kamu lakukan untuk mempercepat pemulihan mastitis dan mencegah kondisi menjadi lebih parah:

  • Tetap Menyusui: Jangan berhenti menyusui dari payudara yang terkena mastitis. Mengosongkan payudara justru adalah langkah paling penting untuk mencegah penumpukan ASI yang memperburuk peradangan. Susui bayi sesering mungkin atau pompa ASI jika bayi tidak mau menyusu.
  • Kompres Hangat dan Dingin: Aplikasikan kompres hangat pada payudara sebelum menyusui selama 15 menit untuk melancarkan aliran ASI (let-down reflex). Setelah menyusui, gunakan kompres dingin untuk meredakan pembengkakan dan rasa nyeri.
  • Pijat Lembut Payudara: Lakukan pijatan ringan dengan gerakan melingkar mulai dari area payudara yang keras atau bengkak menuju ke arah puting. Lakukan ini saat sedang menyusui atau di bawah pancuran air hangat (shower) untuk membantu melepaskan sumbatan pada saluran ASI.
  • Perbanyak Istirahat dan Cairan: Sama halnya dengan infeksi lainnya, tubuh membutuhkan energi untuk melawan penyakit. Usahakan untuk bed rest, tidur saat bayi tidur, dan minum air putih yang banyak agar tubuh terhidrasi dan produksi ASI tetap terjaga.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari, demam semakin tinggi, atau muncul benjolan keras berisi nanah (abses), segera konsultasi dengan Dokter Umum di Halodoc.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis! 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Studi Terkait

Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam Journal of Human Lactation (2026) menyoroti pentingnya akurasi kode ICD-10 (O91) pada pasien mastitis pascapersalinan. Studi tersebut menemukan bahwa pengkodean yang akurat membantu fasilitas layanan kesehatan dalam menerapkan protokol pemberian antibiotik yang tepat secara lebih dini, yang terbukti menurunkan risiko abses payudara hingga 45%.

Selain itu, riset dari The Lancet Global Health (2026) menyimpulkan bahwa mastitis yang tidak tertangani dengan baik pada fase laktasi menyumbang tingkat penghentian pemberian ASI eksklusif yang tinggi. Peneliti merekomendasikan edukasi teknik perlekatan yang komprehensif sejak dini sebagai terapi profilaksis utama selain pemberian analgetik seperti ibuprofen.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – Inflammatory disorders of breast (N61) & Infections of breast associated with pregnancy, the puerperium and lactation (O91).
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Mastitis – Symptoms and causes.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Manajemen Laktasi dan Permasalahan Menyusui.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Diagnosis and Management of Lactational Mastitis.

FAQ

1. Apa kode ICD-10 yang paling umum digunakan untuk mastitis?
Kode yang paling sering digunakan adalah O91 (untuk mastitis yang berkaitan dengan kehamilan, masa nifas, dan menyusui) dan N61 (untuk mastitis yang tidak berhubungan dengan proses menyusui atau non-puerperal).

2. Apakah mastitis dapat menular pada bayi?
Tidak, mastitis tidak menular pada bayi. Infeksi berada di jaringan payudara ibu, dan ASI yang dihasilkan tetap aman dengan antibodi yang justru membantu melindungi sistem kekebalan tubuh bayi.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar mastitis sembuh?
Dengan penanganan yang cepat dan tepat seperti kompres hangat, pijat laktasi, dan obat-obatan yang sesuai, gejala mastitis biasanya akan membaik secara signifikan dalam kurun waktu 48 hingga 72 jam.

4. Apakah saya boleh minum antibiotik tanpa resep dokter untuk mastitis?
Sangat tidak disarankan. Penggunaan antibiotik harus berdasarkan resep dan diagnosis dari dokter untuk memastikan jenis bakteri terbasmi secara efektif dan meminimalisir risiko resistensi antibiotik.