• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dampak Menstruasi di Bawah Usia 10 Tahun

Dampak Menstruasi di Bawah Usia 10 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Dampak Menstruasi di Bawah Usia 10 Tahun

Halodoc, Jakarta – Wanita memang tidak bisa menentukan kapan menstruasi pertamanya terjadi. Namun, ada beberapa kondisi membuat menstruasi datang lebih awal pada beberapa wanita. Kamu perlu tahu, risiko yang mungkin terjadi ketika wanita mengalami menstruasi lebih dini. 

Baca juga: Jangan Khawatir, Ini 3 Tanda Periode Menstruasi Kamu Normal  

Menstruasi adalah siklus alami yang terjadi pada setiap wanita, biasanya terjadi selama 2-7 hari dengan jarak antar periode antara 21-35 hari. Menstruasi pertama disebut menarche, umumnya terjadi 2-3 tahun setelah mengalami pertumbuhan bulu kemaluan atau payudara.

Jika menstruasi terjadi di bawah usia 10 tahun, berarti pertumbuhan bulu kemaluan atau payudara terjadi saat usia 7-8 tahun. Lantas, apa penyebab menstruasi dini?

Penyebab Menstruasi Terlalu Dini

Menstruasi terlalu dini biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup dan lingkungan. Hal ini termasuk paparan polusi udara dan gaya hidup yang kurang sehat. Berikut ini faktor gaya hidup yang menyebabkan menstruasi terlalu dini, seperti:

  • Konsumsi junk food berlebih. Jika dibiasakan, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan bisa meningkatkan risiko kegemukan (overweight). Hal ini yang mempercepat periode menstruasi wanita. Komposisi lemak berlebih pada tubuh mengirimkan sinyal impuls ke otak untuk mempercepat terjadinya menstruasi.

  • Terlalu banyak konsumsi minuman manis. Studi yang dipublikasikan dalam Human Reproduction Journal mengungkapkan, gula cair buatan yang dikonsumsi anak-anak bisa menyebabkan perubahan hormon secara permanen. Dampaknya adalah siklus menstruasi bisa terjadi lebih cepat.

  • Kurangnya aktivitas fisik. Selain konsumsi junk food, kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kegemukan atau obesitas sehingga menyebabkan menstruasi datang lebih cepat.

Baca juga: Harus Tahu, Masalah Menstruasi yang Enggak Boleh Diabaikan

 

Risiko Menstruasi Terlalu Dini

Semakin cepat seorang wanita mengalami menstruasi, semakin rentan ia mengalami menopause dini. Selain itu, berikut ini risiko menstruasi terlalu dini yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Pertumbuhan tinggi badan berhenti lebih awal.

  • Meningkatnya risiko penyakit asma dan gangguan fungsi paru, seperti yang diungkapkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine.

  • Studi yang dipublikasikan dalam CardioRenal Medicine menyebutkan, wanita yang mengalami menstruasi terlalu dini rentan mengalami beberapa penyakit, seperti stroke, penyakit jantung, histerektomi (pengangkatan jantung), serta komplikasi kehamilan.

  • Wanita yang mengalami menstruasi terlalu dini rentan mengidap kanker payudara. Semakin cepat mereka menstruasi, semakin lama jaringan payudaranya terpapar dengan hormon estrogen. Hal ini yang membuat perempuan yang menstruasi terlalu dini rentan mengalami kanker payudara.

Baca juga: 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menstruasi 

Itulah risiko menstruasi di bawah usia 10 tahun. Meski memiliki risiko kesehatan di atas, kamu tak perlu khawatir jika menstruasi dini. Masalah kesehatan tersebut bisa dihindari dengan pola makan dan pola hidup yang sehat.

Kamu juga bisa menanyakan solusinya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Jadi, sudah pasti kamu mendapatkan jawaban yang akurat. Kamu bisa juga berobat ke rumah sakit terdekat dengan aplikasi Halodoc, lho!

 

Referensi: 

Macsali, Ferenc., et al. 2010. Diakses pada 2020. Early  Age at Menarche, Lung Function, and Adult Asthma. American Journal of Respiratory and Critical  Care Medicine 183(1).

J.L. Carwile, et al. 2015. Diakses pada 2020. Sugar-Sweetened Beverage Consumption and Age at Menarche in a Prospective Study of US Girls. Human Reproduction Journal  30(3): 675-683. 

Zheng, Yansong., et al. 2016. Diakses pada 2020. Association between Age at Menarche and Cardiovascular Disease Risk Factors in China: A Large Population-Based Investigation. CardioRenal Medicine 6(4): 307-316.