• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Dingo, Anjing Suci yang Tidak Bisa Menggonggong

Dingo, Anjing Suci yang Tidak Bisa Menggonggong

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Pernah dengar istilah anjing Dingo? Beberapa waktu ke belakang, jenis anjing ini sempat menjadi perhatian dan viral di dunia maya. Anjing yang disebut dengan nama Dingo ini menjadi jenis anjing paling primitif yang dikenalkan pada penduduk dataran tinggi Papua beberapa ribu tahun silam. Oleh Suku Moni, jenis anjing ini dianggap sakral, suci, bahkan dipercaya sebagai nenek moyang.

Dingo disebut tidak menggonggong seperti anjing pada umumnya. Sebaliknya, jenis anjing ini mengeluarkan suara lolongan yang terdengar seperti nyanyian. Oleh karena itu, anjing ini juga disebut sebagai Papuan Singing Dog atau New Guinea Singing Dog. Habitat anjing itu ada di wilayah puncak Carstensz. Menariknya, anjing yang memiliki ciri fisik mirip serigala dan rubah ini belum diteliti secara mendalam, tapi sudah dikenal secara turun menurun.

Baca juga: Apa Penyebab Anjing Tidak Mau Menggonggong?

Anjing yang Tidak Menggonggong

Anjing ini disebut berasal dari jenis istimewa, yaitu Canis familiaris hallstromi. Dingo biasanya dijumpai di dataran tinggi dengan ketinggian 3.352–4.267 mdpl. Berbeda dengan jenis anjing lainnya, Dingo tidak bisa menggonggong tapi mengeluarkan lolongan seperti serigala. Meskipun dipercaya sebagai “anjing suci”, hingga kini masih belum banyak penelitian terkait jenis anjing ini. 

Ciri khas dari anjing ini adalah tidak menggonggong dan diduga terjadi karena faktor keturunan. Anjing dingo juga disebut sebagai jenis anjing yang cenderung liar atau masih agresif dan aktif memburu. Karenanya, jenis anjing ini tidak cocok dijadikan hewan peliharaan. Untuk masalah kesehatan, jenis anjing ini juga cenderung tidak berbeda dengan jenis anjing liar lain.

Jika anjing Dingo diduga tidak bisa menggonggong karena faktor keturunan ataupun ciri khas, pada anjing lain hal ini mungkin terjadi karena beberapa hal. Nyatanya, ada beberapa kondisi yang bisa menjadikan seekor anjing menjadi lebih diam dan jarang atau bahkan tidak menggonggong. Lantas, apa saja hal-hal yang bisa menyebabkan anjing tidak menggonggong? 

1.Gangguan Kesehatan 

Beberapa pemilik mungkin merasa terganggu dan berusaha menghentikan gonggongan anjing peliharaan. Pada beberapa kasus, yang terjadi malah sebaliknya. Anjing peliharaan terlalu diam dan jarang, bahkan tidak pernah menggonggong. Ternyata, gangguan kesehatan bisa menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan pernapasan, trauma pada laring atau trakea, gangguan metabolisme, serta penyakit radang tenggorokan.  

Baca juga: Inilah Makna di Balik Gonggongan Anjing

2.Jenis Anjing 

Anjing sering dipilih sebagai hewan peliharaan yang juga menjadi “penjaga rumah”. Sebab, hewan ini umumnya memiliki naluri alami untuk menggonggong dan mengenali hal yang mungkin berbahaya. Sehingga, kehadiran anjing diharapkan bisa mencegah masuknya penyusup atau orang dengan niat jahat ke dalam rumah. Namun perlu diketahui, beberapa jenis hewan mungkin tidak terlahir demikian. Ada jenis-jenis anjing yang lebih jarang menggonggong, tapi mungkin memiliki kelebihan lain. 

3.Faktor Kepribadian 

Tidak berbeda dengan makhluk hidup lain, anjing juga memiliki dan mengembangkan kepribadian sendiri. Beberapa jenis anjing mungkin sangat lincah, suka menjadi perhatian, dan selalu menggonggong. Sementara anjing lainnya, mungkin lebih pendiam atau mengekspresikan dirinya dengan cara lain. 

4.Pengalaman Masa Lalu 

Anjing mungkin menjadi pendiam dan tidak menggonggong karena memiliki masa lalu yang traumatis. Biasanya, hal ini terjadi pada anjing di penampungan atau tempat penyelamatan.

Baca juga: Jenis Anjing yang Jarang Menggonggong

Jika anjing tidak menggonggong dan mulai menunjukkan gejala lain, bisa jadi hal itu merupakan tanda gangguan kesehatan atau tidak cocok dengan makanan yang diberikan. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk membeli makanan anjing atau kebutuhan lain untuk menjaga kesehatannya. Yuk, download Halodoc sekarang!

Referensi 
Kompas.com. Diakses pada 2021. Anjing Bernyanyi Papua Disebut Paling Primitif, Sensitif terhadap Cahaya Bulan Purnama. 
I Heart Dogs. Diakses pada 2021. The Quiet Canine: Why Some Dogs Rarely Bark.
Pet Guide. Diakses pada 2021. New Guinea Singing Dog.