• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Disleksia Menjadi Salah Satu Efek dari ADHD

Disleksia Menjadi Salah Satu Efek dari ADHD

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Disleksia Menjadi Salah Satu Efek dari ADHD

Halodoc, Jakarta – Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah salah satu gangguan perkembangan saraf yang paling sering terjadi pada masa kanak-kanak. Tidak hanya membuat anak menjadi terlalu aktif dan sulit berkonsentrasi, sebagian anak dengan ADHD juga mengalami disleksia.

ADHD dan disleksia diketahui sering terjadi secara bersamaan. Dalam bukunya, Taking Charge of ADHD: The Complete Authoritative Guide for Parents, Dr. Russel Barkley menjelaskan bahwa anak-anak dengan ADHD lebih cenderung memiliki ketidakmampuan belajar daripada anak-anak yang tidak memiliki gangguan tersebut.

Baca juga: Penyebab Disleksia dan Cara Mengatasinya yang Perlu Diketahui

Hubungan antara ADHD dan Disleksia

ADHD adalah kondisi kronis yang membuat pengidapnya sulit untuk fokus pada tugas yang mengharuskan mereka untuk mengatur memperhatikan atau mengikuti instruksi. Pengidap ADHD juga sangat aktif secara fisik sampai pada tahap yang mungkin dianggap tidak dianggap pantas di beberapa tempat.

Misalnya, seorang anak dengan ADHD mungkin menjawab pertanyaan dengan cara berteriak, sering menggoyang-goyangkan badan dan mengganggu orang lain di kelas. Namun tidak semua anak dengan ADHD selalu mengganggu di kelas.

Sementara itu, disleksia adalah ketidakmampuan belajar spesifik yang berkaitan dengan otak. Disleksia dapat memengaruhi kemampuan bahasa seseorang, membuatnya sulit untuk belajar membaca, mengeja, dan mengenali kata-kata. Akibatnya, anak yang mengalami disleksia memiliki pemahaman bacaan, kosakata, dan pengetahuan umum yang lebih sedikit dibandingkan dengan anak-anak seusia lainnya yang tidak mengidap disleksia.

Di masa lalu, ADHD dan disleksia dianggap sebagai dua kondisi yang tidak memiliki kaitan satu sama lain. Namun, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Thomas E Brown dalam bukunya, A New Understanding of ADHD in Children and Adults, penelitian terbaru menunjukkan bahwa gangguan fungsi eksekutif yang terkait dengan ADHD juga terkait dengan disleksia.

ADHD dan disleksia pada dasarnya adalah dua kondisi yang berbeda. Namun, keduanya bisa terjadi secara bersamaan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hampir 50 persen dari anak-anak yang didiagnosis ADHD juga memiliki gangguan belajar seperti disleksia. Meski begitu, perlu diingat bahwa ADHD tidak menyebabkan disleksia, begitu juga sebaliknya.

Mengenal Gejala Anak yang Mengidap ADHD dan Disleksia

Faktanya, gejala ADHD dan disleksia kadang-kadang mirip, sehingga sulit untuk mengetahui penyebab perilaku yang ditunjukkan anak.

Menurut Asosiasi Disleksia Internasional, ADHD dan disleksia dapat menyebabkan anak menjadi pembaca yang tidak lancar. Ia menjadi lelah, frustasi dan teralihkan ketika diminta untuk membaca.

Anak dengan ADHD dan disleksia bahkan mungkin dapat bertingkah atau menolak ketika diminta untuk membaca. Selain itu, orang lain juga sulit memahami apa yang ia baca, meskipun faktanya anak yang memiliki kedua gangguan tersebut cukup cerdas dan sering kali sangat verbal.

Anak dengan ADHD dan disleksia mungkin juga memiliki tulisan tangan yang berantakan dan seringkali terdapat masalah pada ejaan. Kesulitan-kesulitan yang disebabkan oleh kedua gangguan tersebut dapat membuat anak tidak dapat memenuhi tuntutan akademis atau profesional mereka.

Akibatnya, tidak jarang anak yang bertumbuh dengan ADHD dan disleksia bisa mengalami kecemasan, harga diri rendah, dan depresi. Meskipun gejala ADHD dan disleksia tumpang tindih, kedua kondisi tersebut berbeda dan perlu ditangani dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami ADHD dan disleksia secara terpisah. 

Baca juga: Anak Kesulitan Belajar, Perhatikan Hal Tidak Biasa Ini

Apa yang Bisa Dilakukan Orangtua Bila Anak Memiliki ADHD dan Disleksia?

Mengetahui Si Kecil memiliki ADHD dan juga disleksia mungkin dapat membuat orangtua menjadi bingung dan khawatir akan masa depan anak nantinya. Namun, jangan menyerah. Berikut ini hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu meningkatkan kemampuan anak dengan ADHD dan disleksia:

  • Mencari Bantuan Sedini Mungkin

Hubungi semua tenaga pendidikan profesional yang dapat membantu Si Kecil belajar, mulai dari guru, psikolog pendidikan, konselor, spesialis perilaku dan spesialis membaca. Meskipun anak memiliki keterbatasan dalam belajar, kebutuhannya akan pendidikan tetap harus dipenuhi.

Di Amerika Serikat, rencana belajar untuk anak dengan ADHD dan disleksia meliputi tes khusus, bimbingan belajar, instruksi membaca intensif, terapi perilaku, dan metode lainnya yang dapat membuat perubahan besar pada anak, sehingga ia bisa mencapai keberhasilan di sekolah.

  • Bekerja Sama dengan Spesialis Intervensi Membaca

Studi menunjukkan, otak dapat beradaptasi dan kemampuan Si Kecil untuk membaca dapat ditingkatkan dengan menggunakan intervensi yang menargetkan pada keterampilan menguraikan kode (decoding) dan mengetahui tentang cara suara dibuat.

  • Pertimbangkan Pilihan Pengobatan ADHD yang Tepat untuk Anak

Menurut CDC, terapi perilaku, pengobatan dan pelatihan dari orang tua adalah bagian penting dari perawatan anak-anak dengan ADHD.

  • Tangani Kedua Gangguan Tersebut

Sebuah studi tahun 2017 menunjukkan bahwa baik perawatan untuk ADHD maupun perawatan untuk gangguan membaca, keduanya diperlukan bila kamu ingin melihat anak mengalami perbaikan atas kedua kondisi tersebut.

Baca juga: Meningkatkan Kecerdasan Anak ADHD Sejak Dini

Itulah penjelasan mengenai ADHD dan disleksia yang dapat terjadi secara bersamaan. Untuk membicarakan gangguan belajar yang dialami anak, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang.



Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Dyslexia and ADHD: Which Is It or Is It Both?.
Verywell. Diakses pada 2020. The Link Between Dyslexia and ADHD
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Attention-Deficit / Hyperactivity Disorder (ADHD)