Ad Placeholder Image

Efek Laksatif: Manfaat, Jenis, dan Penggunaannya untuk Kesehatan Pencernaan

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   16 April 2026

Efek laksatif adalah mekanisme yang berguna untuk mengatasi sembelit dan menjaga kesehatan pencernaan.

Efek Laksatif: Manfaat, Jenis, dan Penggunaannya untuk Kesehatan PencernaanEfek Laksatif: Manfaat, Jenis, dan Penggunaannya untuk Kesehatan Pencernaan

DAFTAR ISI


Sembelit adalah masalah pencernaan umum yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan signifikan. Salah satu solusi yang sering digunakan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan memanfaatkan efek laksatif.

Apa sebenarnya efek laksatif itu, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja jenis-jenisnya?

Apa Itu Efek Laksatif?

Efek laksatif adalah kemampuan suatu zat atau senyawa untuk merangsang atau mempercepat proses buang air besar. Laksatif bekerja dengan berbagai mekanisme, seperti meningkatkan volume tinja, melunakkan tinja, atau mempercepat kontraksi usus.

Tujuan utama penggunaan laksatif adalah untuk mengatasi sembelit atau konstipasi, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan buang air besar, frekuensi buang air besar yang jarang, atau tinja yang keras dan kering.

Apa saja obat BAB keras atau sembelit? Baca di bawah ini:

Sementara itu, salah satu obat sembelit yang bersifat laksatif adalah Microlax Gel 5 ml. Keunggulan dari Microlax Gel yaitu memiliki efek cepat untuk melunakkan tinja.

Kamu bisa mendapatkannya di Toko Kesehatan Halodoc dengan harga dari: Rp29.500 per tube.

Manfaat Efek Laksatif bagi Kesehatan

Efek laksatif memberikan beberapa manfaat penting bagi kesehatan, terutama dalam mengatasi masalah pencernaan:

  • Meredakan Sembelit atau Konstipasi: Manfaat utama laksatif adalah meredakan sembelit dengan melunakkan tinja dan mempercepat pergerakannya melalui usus.
  • Membersihkan Usus: Dalam beberapa kasus, laksatif digunakan untuk membersihkan usus sebelum prosedur medis tertentu, seperti kolonoskopi.
  • Mencegah Komplikasi: Sembelit kronis dapat menyebabkan komplikasi seperti wasir atau fisura ani. Penggunaan laksatif yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi ini.

Jenis-Jenis Laksatif dan Cara Kerjanya

Terdapat berbagai jenis laksatif yang tersedia, masing-masing dengan mekanisme kerja yang berbeda:

  • Laksatif Pembentuk Tinja (Bulk-forming Laxatives): Meningkatkan volume tinja dengan menyerap air, sehingga merangsang pergerakan usus. Contoh: psyllium, methylcellulose.
  • Laksatif Osmotik: Menarik air ke dalam usus, melunakkan tinja, dan mempermudah proses buang air besar. Contoh: laktulosa, polyethylene glycol (PEG).
  • Laksatif Stimulan: Merangsang kontraksi otot-otot usus untuk mempercepat pergerakan tinja. Contoh: bisacodyl, senna.
  • Pelunak Tinja (Stool Softeners): Meningkatkan kadar air dalam tinja, membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan. Contoh: docusate.
  • Laksatif Pelumas: Melapisi tinja dengan lapisan licin, mempermudah pergerakannya melalui usus. Contoh: minyak mineral.

Pemilihan jenis laksatif sebaiknya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan sembelit. Konsultasi dengan dokter atau apoteker dapat membantu menentukan pilihan yang paling tepat.

Apa saja penyebab sembelit yang perlu diketahui: Baca di sini: Ketahui Berbagai Penyebab Sembelit yang Perlu Diketahui

Cara Penggunaan Laksatif yang Aman dan Efektif

Penggunaan laksatif harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter. Berikut beberapa tips untuk penggunaan laksatif yang aman dan efektif:

  • Baca Label dengan Seksama: Perhatikan dosis, frekuensi penggunaan, dan peringatan yang tertera pada label produk.
  • Minum Banyak Air: Laksatif bekerja lebih efektif jika didukung dengan asupan cairan yang cukup.
  • Gunakan dalam Jangka Pendek: Laksatif sebaiknya hanya digunakan untuk mengatasi sembelit sementara. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan dan masalah kesehatan lainnya.
  • Konsultasikan dengan Dokter: Jika sembelit berlanjut atau memburuk setelah menggunakan laksatif, segera konsultasikan dengan dokter.

Makanan dan Minuman dengan Efek Laksatif Alami

Selain laksatif dalam bentuk obat-obatan, terdapat juga berbagai makanan dan minuman yang memiliki efek laksatif alami:

  • Buah-buahan: Pepaya, pisang, apel, pir, dan prune (plum kering) mengandung serat dan senyawa yang dapat merangsang pergerakan usus.
  • Sayuran: Brokoli, bayam, dan sayuran hijau lainnya kaya akan serat yang membantu melancarkan pencernaan.
  • Biji-bijian: Biji chia dan biji rami mengandung serat tinggi dan asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan.
  • Yogurt dan Kefir: Produk fermentasi ini mengandung probiotik yang dapat meningkatkan keseimbangan bakteri baik dalam usus dan melancarkan pencernaan.
  • Air Putih: Dehidrasi dapat memperburuk sembelit. Minum air putih yang cukup membantu menjaga tinja tetap lunak dan mudah dikeluarkan.

Apa saja buah pelancar BAB? Ini pilihannya: Selain Pepaya, Ini 9 Buah Pelancar BAB yang Efektif dan Mudah Didapatkan

Resiko dan Efek Samping Penggunaan Laksatif

Meskipun efektif dalam mengatasi sembelit, penggunaan laksatif juga dapat menimbulkan beberapa risiko dan efek samping, terutama jika digunakan secara berlebihan atau dalam jangka panjang:

  • Dehidrasi: Laksatif dapat menyebabkan kehilangan cairan tubuh yang berlebihan, terutama jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.
  • Ketidakseimbangan Elektrolit: Penggunaan laksatif yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, seperti kalium dan natrium.
  • Ketergantungan: Penggunaan laksatif jangka panjang dapat menyebabkan usus menjadi “malas” dan tidak mampu berfungsi dengan baik tanpa bantuan laksatif.
  • Gangguan Pencernaan: Beberapa jenis laksatif dapat menyebabkan kram perut, kembung, atau diare.

Rekomendasi Obat Sembelit yang Punya Efek Laksatif

Mengobati sembelit jelas tak bisa sembarangan, ini harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatanmu.

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, sebelum kamu memilih obat-obatan agar sesuai dosis dan keamanannya. 

Nah, obat-obatan yang sering dokter resepkan karena memiliki kandungan laksatif, antara lain: 

1. Microlax Gel 5 ml

Kamu bisa menggunakan Microlax Gel yang dimasukkan melalui anus untuk mengatasi BAB keras.

Produk ini mampu mengatasi sembelit dan membantu melembutkan tinja.

Keunggulan dari Microlax Gel yaitu memiliki efek cepat untuk melunakkan tinja.

Dengan begitu, ketidaknyamanan akibat konstipasi bisa segera mereda.

Microlax sebagai obat sembelit dengan kandungan bahan laksatif ini sudah dapat digunakan mulai usia di atas 3 tahun, sebanyak 1 tube.

Berikut ini cara pakainya: 

  • Tekan tube sedikit agar sebagian isi obat keluar. 
  • Oleskan pada bagian luar dari pipa. 
  • Masukkan pipa ke dalam anus. 
  • Lalu tekan tube hingga seluruh isinya keluar. 
  • Terakhir, cabut kembali pipa tanpa melepaskan tekanan pada tube. 

No registrasi BPOM: DBL7221628958A1

Harga mulai dari: Rp29.500 per tube.

Dapatkan Microlax Gel 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc.

2. Laxadine Emulsi 60 ml

Komposisi per 5 ml:

  • Phenolphthalein 55 mg
  • Liquid paraffin 1.200 mg
  • Glycerin 378 mg

Obat BAB keras ini dapat merangsang gerakan peristaltik usus besar dan menghambat reabsorbsi air, sehingga feses lebih mudah dikeluarkan.

Dosis penggunaan:

  • Anak 6-12 tahun: 0,5-1 sendok makan sekali sehari.
  • Dewasa dan anak berusia lebih dari 12 tahun: 1-2 sendok makan sekali sehari.
  • Konsumsi sebelum atau sesudah makan.

Obat ini tidak disarankan untuk digunakan dalam jangka panjang, karena bisa memicu kekurangan cairan atau elektrolit, kelemahan otot, dan penurunan BB.

Selain itu, Laxadine Emulsi juga tidak disarankan untuk ibu hamil, ibu menyusui, orang lanjut usia, serta anak di bawah usia 6 tahun. 

No registrasi BPOM: DTL8327800932A1

Harga mulai dari: Rp65.500 per botol

Dapatkan Laxadine Emulsi 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc.

Ingat, Jangan Panik, Ini Cara Mengatasi BAB Berdarah akibat terlalu keras.

3. Dulcolax 5 mg 10 Tablet

Komposisi:

  • Bisacodyl 5 mg dalam bentuk tablet salut enterik. 

Manfaatnya mampu mengatasi masalah konstipasi atau susah BAB adalah Dulcolax Tablet.

Bisacodyl bekerja dengan merangsang pergerakan pada usus besar, sehingga mempermudah proses pengeluaran feses.

Selain mengatasi masalah sembelit, Dulcolax juga sering diresepkan dokter sebagai persiapan prosedur diagnostik sebelum operasi.

Dosis penggunaan:

  • Dewasa dan anak di atas usia 12 tahun, bisa konsumsi 2-3 tablet per hari.
  • Anak 6-12 tahun: hanya perlu 1 tablet sekali sehari. 

Untuk persiapan diagnostik sebelum operasi, dokter biasanya memberikan obat ini pada dewasa sebanyak 2-4 tablet, diminum pada malam hari sebelum tindakan medis. 

No registrasi BPOM: DTL1821207915A1

Harga mulai dari: Rp24.800 per strip.

Dapatkan Dulcolax 5 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Meskipun sembelit sering kali dapat diatasi dengan langkah-langkah sederhana, ada beberapa kondisi di mana konsultasi dengan dokter diperlukan:

  • Sembelit berlangsung lebih dari 3 minggu.
  • Sembelit disertai dengan gejala lain, seperti sakit perut parah, mual, muntah, atau penurunan berat badan yang tidak jelas.
  • Terdapat darah dalam tinja.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar yang signifikan.

Kesimpulan

Efek laksatif adalah mekanisme yang berguna untuk mengatasi sembelit dan menjaga kesehatan pencernaan. Terdapat berbagai jenis laksatif yang tersedia, baik dalam bentuk obat-obatan maupun makanan alami.

Penggunaan laksatif harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dengan anjuran yang tepat.

Sembelit tak kunjung membaik? Konsultasikan saja langsung pada dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc. Dokter dapat membantu memberikan saran dan pengobatan yang paling sesuai untuk kondisimu.

Tidak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.

Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2025. Laxatives
Drugs. Diakses pada 2025. List of Laxatives + Uses, Types & Side Effests
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Laxatives: What They Do, Types & How To Use