Estradiol: Pengertian, Manfaat, Dosis, Hingga Efek Samping
Estradiol berperan penting dalam mengatur fungsi reproduksi perempuan.

DAFTAR ISI
- Apa itu Estradiol?
- Berbagai Manfaat Estradiol
- Dosis dan Aturan Pakai Estradiol
- Peringatan Sebelum Menggunakan Estradiol
- Efek Samping Estradiol
- Cara Penyimpanan Estradiol
Salah satu hormon yang berperan sangat penting bagi perempuan adalah estradiol. Estradiol adalah salah satu bentuk dari estrogen, hormon seks wanita.
Hormon estradiol diproduksi secara alami oleh ovarium, kelenjar adrenal, dan juga plasenta. Selain itu, hormon ini juga tersedia dalam bentuk sintesis seperti tablet oral, gel atau tempelan topikal, krim vagina, atau sebagai suntikan.
Yuk cari tahu lebih lanjut mengenai apa itu estradiol hingga efek sampingnya.
Apa itu Estradiol?
Estradiol adalah hormon reproduksi penting bagi wanita yang dibentuk oleh ovarium dan kelenjar adrenal.
Hormon ini berperan dalam mengatur siklus menstruasi dan fungsi reproduksi secara umum. Selain berfungsi pada sistem reproduksi, estradiol juga berdampak pada jantung, pembuluh darah, tulang, dan otak.
Ketika seorang perempuan mengalami menopause, tingkat hormon estradiol ini akan menurun dan dapat menimbulkan sejumlah gejala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca artikel berikut ini untuk mengetahui apa saja gejala menopause yang mungkin terjadi: “Ketahui 6 Gejala Menopause pada Wanita”.
Untuk mengatasi gejala tersebut, sejumlah orang memilih melakukan terapi dengan menggunakan hormon estradiol sintesis.
Berbagai Manfaat Estradiol
Salah satu manfaat utama dari penggunaan hormon estradiol adalah untuk mengobati gejala menopause. Kegunaan lainnya dari hormon estradiol adalah untuk mengobati kadar estrogen rendah pada wanita dengan kondisi hypogonadism dan kegagalan ovarium.
Selain itu, hormon ini juga berfungsi untuk mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang) pada wanita menopause. Kurangnya estradiol akan berdampak pada struktur tulang dan menimbulkan osteopenia serta osteoporosis.
Bukan hanya itu, estradiol juga terbukti memiliki efek neuroprotektif dan dapat meningkatkan aliran darah di arteri koroner. Hormon ini juga digunakan untuk mengobati beberapa jenis kanker payudara dan kanker prostat.
Dosis dan Aturan Pakai Estradiol
Estradiol tidak boleh digunakan sendiri, melainkan harus dikombinasikan dengan hormon progesteron, seperti norethisterone atau levonorgestrel, untuk memastikan keamanannya.
Penggunaan progesteron dalam berbagai bentuk seperti pil, suntikan, implan (susuk), atau IUD dapat membantu menurunkan risiko kanker rahim dan ovarium saat estrogen digunakan dalam terapi sulih hormon (TSH) untuk menopause.
Dosis awal dari konsumsi tablet oral hormon estradiol untuk mengatasi gejala menopause, osteoporosis, atrophic vaginitis, dan atrophic urethritis adalah 0,5 hingga 2 mg sekali sehari.
Sementara itu, untuk mengatasi hypoestrogenism, oophorectomy, dan kegagalan ovarium, dosis tablet oral yang dianjurkan adalah 1 sampai 2 mg sekali sehari.
Sedangkan untuk obat hormon dalam bentuk suntikan, dosis yang dianjurkan adalah:
- estradiol cypionate (Depo-estradiol): 1 hingga 5 mg IM setiap 3 hingga 4 minggu.
- estradiol valerate (Delestrogen): 10 hingga 20 mg IM setiap 4 minggu.
Untuk menentukan dosis estradiol yang cocok untuk digunakan, kamu tentunya perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Simak informasi lain tentang Kesehatan Reproduksi – Sistem, Penyakit, dan Perawatannya berikut ini.
Peringatan Sebelum Menggunakan Estradiol
Penggunaan terapi hormon estradiol tidak dianjurkan apabila kamu memiliki penyakit pendarahan vagina yang tidak terdiagnosis, penyakit hati, atau kelainan perdarahan lainnya.
Selain itu, penggunaan hormon ini juga tidak disarankan bagi yang pernah mengalami serangan jantung, stroke, penggumpalan darah, atau kanker.
Perlu digarisbawahi bahwa konsumsi obat hormon estradiol juga sangat berbahaya bagi seseorang yang sedang hamil. Pahami lebih dalam mengenai Apa itu Hormon? – Ini Jenis, Fungsi, dan Gangguan yang Bisa Terjadi.
Efek Samping Estradiol
Hentikan penggunaan hormon estradiol apabila kamu mengalami gejala alergi. Misalnya seperti biduran, kesulitan bernapas, dan pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
Estradiol juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker rahim dan kanker payudara. Selain itu, menggunakan obat ini juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah, stroke, dan serangan jantung.
Untuk mencegah efek ini, umumnya dokter juga menyarankan konsumsi progestin. Apabila kamu mengalami pendarahan tidak biasa pada vagina, segera laporkan pada dokter.
Kamu juga perlu melakukan pemeriksaan mammogram secara teratur dan pemeriksaan mandiri benjolan di payudara setiap bulan saat menggunakan obat ini. Jika punya pertanyaan lanjut mengenai hal ini, berikut Pilihan Dokter Spesialis Obgyn di Halodoc yang Bisa Dihubungi.
Cara Penyimpanan Estradiol
Simpan estradiol pada suhu kamar, jauh dari panas, lembap, dan cahaya langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Buang obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak digunakan dengan benar.
Penyimpanan obat-obatan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan efektivitasnya. Pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk penyimpanan yang tertera pada kemasan obat.
Nah, itu dia sejumlah informasi mengenai estradiol yang memiliki peranan penting bagi tubuh. Pastikan kamu telah memahami dengan cermat mengenai aturan pemakaian, peringatan, serta efek sampingnya sebelum menggunakan obat tersebut.
Kamu bisa mendapatkan obat hormon estradiol dan produk kesehatan lainnya dari Toko Kesehatan Halodoc sekarang juga. Yuk kunjungi Toko Kesehatan Halodoc sekarang juga agar belanja obat menjadi lebih praktis!



