• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Kesehatan Mental yang Berbahaya Jika Tidak Diatasi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Kesehatan Mental yang Berbahaya Jika Tidak Diatasi

Gangguan Kesehatan Mental yang Berbahaya Jika Tidak Diatasi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 17 November 2020
Gangguan Kesehatan Mental yang Berbahaya Jika Tidak Diatasi

Halodoc, Jakarta - Terdapat berbagai gangguan kesehatan mental yang bisa berbahaya bila dibiarkan tanpa penanganan. Gangguan kesehatan mental ini tidak hanya menyerang psikis saja, tapi bisa menyebabkan sederet masalah fisik. Nah, berikut ini gangguan kesehatan mental dan dampaknya bagi kesehatan bila dibiarkan berlarut-larut. 

Baca juga: Ini Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

1.Dampak Skizofrenia yang Berbahaya

Sudah tak asing dengan skizofrenia? Skizofrenia masuk ke dalam gangguan jiwa kelompok psikosis yang bisa mengacaukan pikiran dan kesadaran pengidapnya. Skizofrenia merupakan gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang. 

Skizofrenia membuat pengidapnya mengalami delusi, halusinasi, kekacauan dalam berpikir, mengasingkan diri dari orang lain, hingga mengalami perubahan perilaku.

Gangguan kesehatan mental yang satu ini bisa berbahaya bila tak diatasi. Komplikasi skizofrenia bisa memicu perilaku agresif, depresi percobaan bunuh diri, isolasi sosial, hingga penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan.

Mau tahu apa dampak skizofrenia yang sangat mengkhawatirkan? Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pengidap skizofrenia ini berisiko 2-3 kali tinggi mengalami kematian lebih awal ketimbang mereka yang tidak mengidapnya. Tuh, seram kan? 

Oleh sebab itu, jangan sekali-kali memandang sebelah mata skizofrenia. Di samping itu, belum ada obat untuk menyembuhkan skizofrenia secara total. Namun, ada terapi berupa perawatan psikososial atau rehabilitasi yang efektif agar pengidap skizofrenia memiliki kehidupan yang produktif, sukses, dan mandiri.

2.Depresi Dapat Berujung Kematian

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang tak boleh dianggap remeh. Depresi menjadi gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam, putus harapan, atau tidak berharga. Seseorang bisa dikatakan depresi ketika sudah dua minggu mengalami perasaan tersebut. 

Apa jadinya bila depresi dibiarkan tanpa penanganan? Awas, komplikasi depresi tidak main-main. Masalah mental yang satu ini bisa menyebabkan masalah emosional, perilaku, dan kesehatan yang memengaruhi setiap aspek kehidupan. 

Nah, berikut ini komplikasi yang perlu diwaspadai:

  • Berat badan berlebih atau obesitas, yang menyebabkan penyakit jantung dan diabetes.
  • Memicu penyakit fisik.
  • Penyalahgunaan alkohol atau narkoba. 
  • Kecemasan, gangguan panik, atau fobia sosial.
  • Konflik keluarga, kesulitan dalam hubungan, dan masalah pekerjaan atau sekolah.
  • Isolasi sosial.
  • Timbulnya perasaan ingin bunuh diri.
  • Kematian dini karena kondisi medis.

Baca juga: 5 Penyebab Depresi yang Sering Diabaikan

3.Stres Menimbulkan Berbagai Masalah Fisik

Hampir setiap orang mungkin pernah mengalami stres dalam hidupnya. Pemicu dari masalah mental ini beragam, mulai dari patah hati, masalah keluarga, masalah pekerjaan, masalah keuangan, hingga bertengkar dengan pasangan. 

Dalam ‘ledakan’ singkat stres bisa berdampak positif, seperti membantu untuk menghindari bahaya atau memenuhi tenggat waktu pekerjaan. Namun, lain lagi ceritanya bila stres berlangsung lama. Kondisi ini yang membahayakan kesehatan.

Menurut ahli di National Institutes of Health, stres kronis bisa menyebabkan berbagai masalah fisik, antara lain: 

  • Tekanan darah tinggi.
  • Penyakit jantung.
  • Diabetes.
  • Obesitas.
  • Depresi atau kecemasan.
  • Masalah kulit, seperti jerawat atau eksim.
  • Masalah menstruasi.

4.PTSD Memicu Gangguan Kesehatan Mental Lain

Post traumatic stress disorder (PTSD) adalah kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami atau disaksikan seseorang. Contohnya peristiwa traumatis pada bencana alam, kecelakaan lalu lintas, tindak kejahatan, korban kekerasan atau pelecehan seksual, hingga pengalaman di medan perang. 

PTSD membuat pengidapnya tak bisa melupakan pengalaman traumatis. 

Dalam kebanyakan kasus, PTSD lebih sering memengaruhi wanita ketimbang pria. Alasannya wanita lebih sensitif terhadap perubahan daripada pria. Lantas, apa bahayanya gangguan mental yang satu ini bila dibiarkan berlarut-larut?

Baca juga: Orang Bisa Kena PTSD Tanpa Disadari

Hati-hati, PSD bisa memicu komplikasi seperti:

  • Kesulitan atau masalah dalam pekerjaan atau hubungan.
  • Berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.
  • Kemungkinan lebih besar terserang penyakit kronis
  • Perubahan yang mempengaruhi otak, termasuk kadar hormon kortisol yang lebih tinggi, dan penurunan ukuran hipokampus - struktur otak yang penting dalam pemrosesan memori dan emosi.

Pengidap PTSD mungkin memiliki masalah kesehatan lain seperti depresi, kecemasan, gangguan kepribadian, atau penyalahgunaan zat seperti alkohol atau obat-obatan.

Hal yang perlu digarisbawahi, masih banyak gangguan mental lainnya yang dapat membahayakan psikis dan fisik, bila tak ditangani dengan tepat. Oleh sebab itu, seseorang yang mengalami gangguan mental perlu mendapatkan pertolongan profesional untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Stress and your health
WHO. Diakses pada 2020. Schizophrenia 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Schizophrenia.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Depression (major depressive disorder)