Infeksi Paru-Paru saat Kecil Dapat Sebabkan Bronkiektasis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Infeksi Paru-Paru saat Kecil Dapat Sebabkan Bronkiektasis

Halodoc, Jakarta - Paru-paru adalah suatu organ yang berhubungan langsung dengan pernapasan. Jika kamu mengalami masalah pada organ tersebut, pernapasan kamu akan terganggu. Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada paru-paru adalah infeksi. Perlu diketahui bahwa dari infeksi tersebut, seseorang dapat mengalami bronkiektasis.

Bronkiektasis dapat menyerang semua rentang usia, tetapi paling sering menyerang wanita berusia di atas 60 tahun. Pada awalnya, gangguan ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Seiring majunya perkembangan medis, risikonya dapat diturunkan secara drastis.

Baca juga: Batuk Berdahak Tak Mereda, Waspada Bronkiektasis

Infeksi Paru-Paru saat Usia Anak-Anak Tingkatkan Risiko Bronkiektasis

Bronkiektasis adalah sebuah gangguan yang terjadi ketika bronkus mengalami kerusakan permanen. Bronkus adalah salah satu bagian penting pada sistem pernapasan. Pengidap kondisi ini dapat mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh dan sulit untuk mengeluarkan dahak.

Bronkiektasis dapat terjadi ketika kondisi medis atau infeksi yang terjadi merusak paru-paru. Hal tersebut membuat organ tersebut tidak dapat mengangkat lendir yang ada. Ketika lendir terkumpul di paru-paru, risiko infeksi dan kerusakan yang lebih parah dapat terjadi.

Walau begitu, terdapat salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami bronkiektasis. Hal tersebut adalah kamu pernah mengalami infeksi pada paru-paru ketika masih kanak-kanak. Diketahui bahwa sepertiga dari pengidap bronkiektasis pernah mengalami infeksi paru-paru ketika kecil.

Selain pernah terserang infeksi paru-paru ketika masih kecil, terdapat penyebab lainnya yang dapat menyebabkan masalah pernapasan. Berikut adalah beberapa penyebab dari gangguan yang terjadi karena infeksi pada paru-paru tersebut:

  • Fibrosis Kistik

Salah satu hal yang dapat menyebabkan bronkiektasis adalah fibrosis kistik. Kondisi ini merupakan penyakit genetik yang dapat menyebabkan paru-paru terganggu oleh gumpalan cairan mukus. Ketika ini terjadi, saluran napas mungkin tersumbat dan mengakibatkan gangguan pernapasan.

  • Penyakit Paru-paru Obstruktif Kronis (PPOK)

PPOK juga termasuk salah satu penyebab dari bronkiektasis. Hal ini adalah sebuah gangguan paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas. Penyebab hal tersebut adalah kerusakan pada alveoli dan bronkus. Gangguan ini tidak dapat disembuhkan sama seperti bronkiektasis. Walau begitu, kondisi ini dapat dikontrol dengan peningkatan kualitas hidup.

  • Aspergilosis Bronkopulmoner Alergi (ABPA)

Gangguan ini juga dapat menyebabkan bronkiektasis. ABPA disebabkan oleh alergi pada jamur Aspergillus. Seseorang dapat terserang gangguan ini jika menghirup spora dari jamur tersebut. Akibatnya, reaksi alergi dan peradangan dapat berkembang menjadi bronkiektasis.

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Peran Dokter Spesialis Paru dalam Medis

Cara Mendiagnosis Bronkiektasis

Untuk mendiagnosis gangguan infeksi pada paru-paru, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap paru-paru dan jantung. Setelah itu, pengidal akan ditanya perihal kondisi kesehatan dan obat-obatan yang dikonsumsi. Beberapa diagnosis yang dapat dilakukan terhadap bronkiektasis adalah:

  • CT Scan

Pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memeriksa paru-paru dan jalan napas seseorang. Pengidap mungkin diberikan cairan kontras untuk membantu menghasilkan gambar yang lebih baik. Beri tahu dokter jika kamu pernah mengalami reaksi alergi terhadap cairan kontras. Jika kamu perlu melakukan pemeriksaan ini, kamu bisa membuat janji dengan rumah sakit melalui Halodoc.

Baca juga: Inilah Penyebab dan Faktor Risiko yang Sebabkan Adenoma Bronkus

  • Bronkoskopi

Bronkoskopi dilakukan untuk melihat bagian dalam jalan napas dan paru-paru kamu. Dokter akan memasukkan bronkoskop ke dalam mulut dan turun ke paru-paru. Ahli medis juga dapat mengumpulkan sampel sputum, cairan, atau sel dari paru-paru untuk pengujian. Hal ini dilakukan untuk melihat penyebab dari infeksi tersebut.