
Gejala OCD Ganggu Aktivitas? Hubungi Psikolog Ini
OCD membuat pengidapnya melakukan tindakan berulang kali namun tidak bisa mengontrolnya. Kamu bisa menghubungi psikolog di Halodoc jika mengalami tanda-tanda OCD.

DAFTAR ISI
- Gejala OCD yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari
- Penyebab OCD
- Diagnosis OCD
- Kapan Harus Menghubungi Psikolog?
- Bagaimana Cara Menangani OCD?
- Komplikasi OCD
- Rekomendasi Psikolog di Halodoc untuk Tangani OCD
Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan adanya obsesi (pikiran atau dorongan yang berulang dan tidak diinginkan) dan kompulsi (perilaku atau tindakan mental yang dilakukan berulang-ulang sebagai respons terhadap obsesi).
Kondisi ini dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup seseorang.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, OCD dapat memengaruhi siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau latar belakang sosial ekonomi.
Penting untuk memahami bahwa OCD bukanlah sekadar kebiasaan atau preferensi, tetapi merupakan gangguan yang memerlukan penanganan profesional.
Gejala OCD yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari
Gejala OCD dapat bervariasi dari ringan hingga berat dan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang.
Beberapa gejala umum OCD meliputi:
Obsesi
Obsesi adalah pikiran, dorongan, atau gambaran mental yang tidak diinginkan dan berulang, yang menyebabkan kecemasan atau penderitaan yang signifikan.
Contoh umum obsesi meliputi:
- Ketakutan akan kontaminasi atau kuman (misalnya, takut menyentuh benda yang disentuh banyak orang).
- Keraguan yang berlebihan dan kebutuhan untuk memeriksa sesuatu secara berulang (misalnya, berulang kali memeriksa apakah pintu terkunci atau kompor mati).
- Kebutuhan akan keteraturan dan simetri yang ekstrem (misalnya, menata barang dengan presisi dan merasa tidak nyaman jika sedikit bergeser).
- Pikiran mengganggu yang berkaitan dengan menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Kompulsi
Kompulsi adalah perilaku berulang (seperti mencuci tangan berlebihan, membersihkan, memeriksa, atau menghitung) atau tindakan mental (seperti mengulang kata-kata dalam hati) yang dilakukan sebagai respons terhadap obsesi.
Perilaku ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan atau mencegah sesuatu yang ditakutkan, namun biasanya tidak berhubungan secara realistis dengan apa yang ingin dicegahnya.
Beberapa contoh kompulsi yang umum meliputi:
- Mencuci tangan berulang kali hingga kulit menjadi kering dan iritasi.
- Memeriksa pintu, jendela, atau kompor berkali-kali untuk memastikan semuanya terkunci atau mati.
- Menyusun atau menata barang dengan cara tertentu.
- Menghitung atau mengulang kata-kata tertentu dalam hati.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Psychiatry, kompulsi sering kali memakan waktu lebih dari satu jam setiap hari dan menyebabkan gangguan signifikan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya.
Gejala-gejala ini seringkali memakan waktu lebih dari satu jam sehari dan menyebabkan gangguan yang signifikan dalam kehidupan sosial, pekerjaan, atau bidang-bidang penting lainnya.
Penyebab OCD
Penyebab pasti OCD belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor yang mungkin berperan meliputi:
- Genetika: Riwayat keluarga dengan OCD dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan ini.
- Biologi otak: Perbedaan dalam kimia otak dan struktur otak mungkin berperan dalam OCD.
- Lingkungan: Trauma masa kecil atau peristiwa stres lainnya dapat memicu OCD pada beberapa orang.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), OCD adalah salah satu dari 20 penyebab utama disabilitas akibat penyakit di seluruh dunia.
Diagnosis OCD
Diagnosis OCD biasanya melibatkan evaluasi psikiatris yang komprehensif. Dokter atau psikolog akan menanyakan tentang gejala, riwayat medis, dan riwayat keluarga.
Mereka juga dapat menggunakan kuesioner atau skala penilaian untuk membantu membuat diagnosis.
Kriteria diagnostik untuk OCD, seperti yang tercantum dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), meliputi adanya obsesi atau kompulsi yang memakan waktu lebih dari satu jam setiap hari atau menyebabkan gangguan yang signifikan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya.
Kapan Harus Menghubungi Psikolog?
Seseorang disarankan untuk mencari bantuan profesional jika gejala OCD mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, atau kinerja di tempat kerja atau sekolah.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater jika:
- Obsesi dan kompulsi menghabiskan banyak waktu dan energi.
- Gejala-gejala tersebut menyebabkan stres dan kecemasan yang signifikan.
- Aktivitas sehari-hari menjadi sulit atau tidak mungkin dilakukan karena OCD.
- Terdapat pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
Psikolog dapat membantu mengidentifikasi gejala OCD, memberikan diagnosis yang akurat, dan mengembangkan rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Bagaimana Cara Menangani OCD?
Penanganan OCD umumnya melibatkan kombinasi terapi dan pengobatan.
Beberapa metode penanganan yang umum digunakan meliputi:
- Terapi perilaku kognitif (CBT): Terapi ini membantu individu untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir dan perilaku yang terkait dengan OCD. Salah satu teknik CBT yang efektif adalah exposure and response prevention (ERP), yang melibatkan paparan terhadap situasi atau objek yang memicu obsesi dan mencegah melakukan kompulsi.
- Pengobatan: Dokter dapat meresepkan obat-obatan seperti selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) atau clomipramine untuk membantu mengurangi gejala OCD.
- Dukungan keluarga dan kelompok: Bergabung dengan kelompok dukungan atau melibatkan keluarga dalam proses perawatan dapat memberikan dukungan emosional dan membantu individu mengatasi tantangan OCD.
Penting untuk diingat bahwa penanganan OCD membutuhkan waktu dan komitmen.
Dengan perawatan yang tepat, banyak orang dengan OCD dapat mengalami penurunan gejala dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Pentingnya Dukungan dan Informasi yang Tepat
Selain penanganan medis dan psikologis, dukungan sosial dan informasi yang tepat juga memainkan peran penting dalam membantu individu dengan OCD.
Keluarga, teman, dan komunitas dapat memberikan dukungan emosional, pemahaman, dan motivasi untuk menjalani perawatan.
Upaya Pencegahan OCD
Meskipun penyebab pasti OCD belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko mengembangkan OCD atau mencegah gejala menjadi lebih buruk:
- Mengelola stres: Stres dapat memicu atau memperburuk gejala OCD. Temukan cara-cara sehat untuk mengelola stres, seperti olahraga, meditasi, atau menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat.
- Menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang: Konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang dapat memengaruhi kesehatan mental dan memperburuk gejala OCD.
- Mencari bantuan dini: Jika kamu mengalami gejala OCD, segera cari bantuan profesional. Penanganan dini dapat membantu mencegah gejala menjadi lebih parah dan meningkatkan peluang pemulihan.
Komplikasi OCD
Jika tidak ditangani dengan tepat, OCD dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk:
- Depresi
- Gangguan kecemasan lainnya
- Gangguan makan
- Penyalahgunaan zat
- Pikiran untuk bunuh diri
Rekomendasi Psikolog di Halodoc untuk Tangani OCD
Apabila kamu mengalami tanda-tanda OCD, jangan ragu untuk menghubungi psikolog di Halodoc.
Mereka bisa memberikan saran terapi apabila OCD yang kamu alami sampai mengganggu aktivitas sehari-hari
Nah, berikut ini psikolog yang sudah memiliki pengalaman dan mendapatkan rating yang baik dari para pasien yang sebelumnya mereka tangani:
1. Munazilah S.Psi, M.Psi, Psikolog

Kamu dapat menghubungi Munazilah S.Psi, M.Psi, Psikolog yang merupakan lulusan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro pada 2015 dan Universitas Gadjah Mada pada 2019.
Munazilah S.Psi, M.Psi, Psikolog berpraktik di Semarang, Jakarta Pusat dan Depok. Ia juga tergabung sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Memiliki pengalaman sebagai psikolog klinis selama 6 tahun, kamu bisa melakukan sesi konseling bersama Munazilah S.Psi, M.Psi, Psikolog di Halodoc terkait OCD.
Ia bisa memberikan konsultasi seputar keluarga dan hubungan, gangguan kecemasan, pekerjaan dan karir, pengembangan diri dan gangguan mood.
Chat Munazilah S.Psi, M.Psi, Psikolog mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
Nah, Tak Selalu Obsesif Kebersihan, Kenali Tanda OCD lainnya berikut ini.
2. Dina Zhafarina M.Psi, Psikolog

Kamu juga bisa meminta saran atas situasi yang tengah kamu hadapi kepada Dina Zhafarina M.Psi, Psikolog. Ia merupakan alumnus Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma pada 2015 dan Universitas Persada Indonesia YAI pada 2019.
Dina Zhafarina M.Psi, Psikolog berpraktik di Jakarta Pusat dan tergabung sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Dengan pengalamannya sebagai psikolog klinis selama 4 tahun, kamu tak perlu ragu lagi apabila ingin melakukan konseling seputar OCD dengan Dina Zhafarina M.Psi, Psikolog di Halodoc.
Ia mampu memberikan konsultasi seputar keluarga dan hubungan, gangguan kecemasan, stres, gangguan kepribadian, pekerjaan dan karier.
Chat Dina Zhafarina M.Psi, Psikolog mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
Setelah menghubungi psikolog, begini kira-kira Tips Sederhana untuk Mengobati OCD yang perlu kamu tahu.
3. Bayu Prasetya Yudha S.Psi, MM, M.Psi, Psikolog

Jika kamu merasakan masalah kesehatan mental, kamu juga bisa menghubungi Bayu Prasetya Yudha S.Psi, MM, M.Psi, Psikolog untuk melalukan sesi konseling.
Ia merupakan alumnus Fakultas Psikologi Universitas Putra Indonesia YPTK pada 2009 dan Universitas Persada Indonesia YAI pada 2019.
Bayu Prasetya Yudha S.Psi, MM, M.Psi, Psikolog berpraktik di Pariaman, Sumatera Barat, dan tergabung sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Berpengalaman sebagai psikolog klinis dewasa selama 4 tahun, Bayu Prasetya Yudha S.Psi, MM, M.Psi, Psikolog mampu memberikan layanan konsultasi di Halodoc terkait OCD.
Ia juga bisa memberikan saran terkait keluarga dan hubungan, gangguan kecemasan, trauma, seks, dan identitas seksual.
Chat Bayu Prasetya Yudha S.Psi, MM, M.Psi, Psikolog mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
4. Nesi Merlitha S.Psi, M.Psi, Psikolog

Rekomendasi psikolog lain yang bisa kamu hubungi adalah Nesi Merlitha S.Psi, M.Psi, Psikolog. Ia adalah lulusan Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma pada 2016 dan Universitas Islam Bandung pada 2022.
Nesi Merlitha S.Psi, M.Psi, Psikolog kini berpraktik di Palembang, Sumatera Selatan, dan tergabung sebagai anggota Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Dengan pengalamannya sebagai psikolog klinis dewasa selama 1 tahun, kamu bisa konseling dengan Nesi Merlitha S.Psi, M.Psi, Psikolog di Halodoc terkait masalah kesehatan mental, termasuk OCD.
Nesi Merlitha juga bisa memberikan konsultasi seputar keluarga dan hubungan, adiksi, trauma, pengembangan diri, gangguan kecemasan, dan stres.
Chat Nesi Merlitha S.Psi, M.Psi, Psikolog mulai dari Rp 59.000,- di Halodoc.
Itulah daftar psikolog yang bisa kamu hubungi untuk mendapatkan sesi konseling untuk menangani OCD.
Tak perlu khawatir jika psikolog sedang tidak tersedia atau offline.
Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Ayo hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!



