• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Dapat Meningkatkan Risiko Terjadinya Servisitis

Hal yang Dapat Meningkatkan Risiko Terjadinya Servisitis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Kata siapa masalah pada vagina hanya menyoal keputihan, gatal-gatal, atau infeksi jamur saja? Pernah mendengar  servisitis? Servisitis merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim. 

Seperti halnya dengan jaringan tubuh lain, serviks juga bisa mengalami peradangan karena berbagai alasan. Misalnya, infeksi (contoh, infeksi menular seksual) dan faktor noninfeksi (contoh, iritasi atau alergi). Nah, peradangan ini bisa ditunjukkan dengan perdarahan dari vagina di luar masa menstruasi, nyeri saat berhubungan intim, atau keluarnya cairan abnormal dari Miss V.

Meski bisa menyerang wanita di segala usia, tetapi masalah pada organ intim wanita ini lebih banyak dialami oleh wanita berusia di bawah 25 tahun. Lalu, sebenarnya kondisi apa sih yang bisa menyebabkan servisitis? 

Baca juga: Pengidap Servisitis Kronis Apakah Bisa Hamil?

Berdarah sampai Sakit Punggung

Sebelum mengetahui penyebab dan faktor risiko servisitis, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan gejalanya. Dalam kebanyakan kasus, banyak pengidap servisitis ini tak merasakan gejala apa pun. Pengidapnya baru sadar mengidap penyakit ini setelah menjalani pemeriksaan dokter untuk alasan lain. Akan tetapi, ada sebagian pengidapnya yang mengalami gejala servisitis, seperti: 

  • Perdarahan dari Miss V saat berhubungan intim.

  • Keluarnya cairan dari Miss V yang tak biasa dan dalam jumlah banyak. Cairannya bisa berwarna kuning pucat, keabu-abuan yang disertai bau tak sedap.

  • Vagina terasa nyeri.

  • Buang air kecil sering dan menyakitkan. 

  • Rasa nyeri pada bagian panggul atau perut.

  • Demam.

  • Panggul terasa tertekan.

  • Dispareunia.

  • Sakit punggung.

Kembali ke tajuk utama, apa sih hal yang bisa menyebabkan terjadinya servisitis? 

Baca juga: Ketahui 3 Penanganan untuk Atasi Servisitis

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Biang keladi dari penyakit ini adalah infeksi bakteri atau virus yang terjadi saat berhubungan intim. Misalnya, infeksi yang menyebar dari hubungan intim adalah gonore, trikomoniasis, dan herpes genital. Meski begitu, selain infeksi ada pula beberapa kondisi lainnya yang bisa menyebabkan servisitis. Contohnya:

  • Reaksi alergi terhadap spermisida atau bahan lateks dari alat-alat kontrasepsi, dan produk-produk kewanitaan.

  • Pertumbuhan flora normal (bakteri baik) yang tak terkendali di dalam Miss V.

  • Iritasi atau cedera akibat pemakaian tampon.

  • Kanker atau efek samping dari perawatan kanker.

  • Ketidakseimbangan hormon, di mana kadar estrogen jauh lebih rendah dibandingkan kadar progesteron. Hal inilah yang mengganggu kemampuan tubuh dalam mempertahankan kesehatan serviks.

Baca juga:  Perlu Tahu, Komplikasi yang Disebabkan oleh Servisitis

Hal yang perlu digarisbawahi, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang terserang servisitis. Contohnya:

  • Berhubungan seks dengan banyak pasangan.

  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual.

  • Aktivitas seks yang tidak aman, seperti tanpa menggunakan kondom.

  • Melakukan seks di usia dini.

  • Melakukan hubungan seks dengan seseorang yang berisiko tinggi.

Mau tahu lebih jauh mengenai servisitis? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases & Conditions. Cervicitis. 
Healthline. Diakses pada 2020. Inflammation of the Cervix (Cervicitis).
WebMD. Diakses pada 2020. Women’s Health. Cervicitis.