Ketahui 3 Penanganan untuk Atasi Servisitis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
mengatasi servisitis

Halodoc, Jakarta - Jika servisitis tidak segera diobati, akan menyebabkan peradangan serviks yang akan berujung pada kondisi kronis. Peradangan ini dapat ditunjukkan dengan perdarahan dari Miss V di luar waktu menstruasi, atau terasa nyeri pada saat berhubungan intim, serta keluarnya cairan abnormal dan berbau dari Miss V. Ketahui penanganan guna atasi servisitis!

Baca juga: Cara Merawat Miss V Sesuai Usia

Servisitis, Peradangan pada Leher Rahim

Servisitis merupakan peradangan yang terjadi pada serviks atau leher rahim. Serviks merupakan bagian paling bawah dari rahim yang terhubung dengan Miss V. Servisitis juga dikenal sebagai infeksi serviks, pembengkakan, dan keadaan peradangan pada saluran serviks.

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Servisitis

Gejala pada pengidap kondisi ini biasanya akan disadari setelah muncul gejala lanjutan. Gejala pada pengidap servisitis yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Keluar cairan dari Miss V dalam jumlah banyak, berwarna kuning keabu-abuan, dan disertai dengan bau tidak sedap.
  • Dispareunia, yaitu rasa sakit pada daerah kelamin yang terjadi secara terus-menerus atau berulang ketika sedang, atau setelah berhubungan intim.
  • Buang air kecil terasa sakit.
  • Rasa nyeri pada daerah perut dan panggul.

Servisitis yang tidak segera ditangani dan terjadi karena infeksi dapat menyebar hingga ke rongga perut. Hal ini akan menimbulkan gangguan kesuburan dan meningkatkan risiko terkena penyakit menular seksual.

Baca juga: Inilah 6 Arti Cairan Miss V yang Perlu Diketahui

Begini Penanganan yang Tepat Guna Atasi Servisitis

Penanganan yang dilakukan biasanya akan tergantung pada penyebab yang mendasari, misalnya:

1. Hentikan pemakaian bahan pembuat iritan hingga sembuh. Hal ini dilakukan jika servisitis diakibatkan oleh iritasi akibat pemakaian bahan, alat, atau produk tertentu.

2. Jika servisitis diakibatkan karena infeksi menular seksual, pemberian obat sangat dibutuhkan, baik pengidap maupun pada pasangannya guna menghilangkan infeksi dan mencegah penularannya. Obat yang diberikan akan tergantung pada organisme penyebab servisitis, seperti:

  • Antibiotik guna mengatasi servisitis akibat infeksi bakteri seperti gonore, chlamydia, dan vaginosis bakterialis.
  • Antiviral guna mengatasi servisitis akibat infeksi virus seperti kulit kelamin atau herpes genital.
  • Antijamur guna mengatasi servisitis akibat infeksi jamur.

3. Nah, jika langkah pengobatan tidak mampu untuk menyembuhkan servisitis yang kamu alami, biasanya dokter akan menyarankan pengidapnya untuk melakukan beberapa metode pengobatan, seperti:

  • Cryosurgery, yaitu dengan membekukan jaringan yang terkena servisitis. Jaringan yang dibekukan ini kemudian akan menghilang dengan sendirinya.
  • Bedah listrik, yaitu dengan menghancurkan atau membakar jaringan yang terkena servisitis.
  • Terapi laser, yaitu dengan membakar, menghancurkan, dan memotong jaringan yang terkena servisitis. Terapi laser dilakukan dengan menggunakan kekuatan dari gelombang cahaya.

Untuk itu, jangan lupa untuk selalu menjaga daerah kemaluan agar tetap bersih dan kering agar terhindari dari bakteri. Selain itu, lakukan hubungan intim yang aman dengan menggunakan kondom agar kamu terhindar dari penyakit ini. Bagi perempuan yang sudah berumah tangga, pap smear secara rutin juga dibutuhkan guna menghindari terjadinya servisitis.

Baca juga: 6 Penyebab Miss V Gatal

Nah, jika kamu menemukan kendala dalam menjalani langkah-langkah di atas, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!