• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hati-Hati, Inilah Komplikasi Akibat Kista Dermoid

Hati-Hati, Inilah Komplikasi Akibat Kista Dermoid

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan kesehatan pada bayi yang baru saja dilahirkan sangat penting untuk dilakukan. Ada beberapa gangguan yang dapat dialami oleh bayi ketika bayi dilahirkan, salah satunya adalah kista dermoid. 

Baca juga: Mengenal Kista Dermoid, Tumor yang Memiliki Rambut dan Gigi

Kista dermoid adalah salah satu kelainan perkembangan pada janin sehingga sering kali dapat terlihat ketika bayi baru dilahirkan. Kista dermoid merupakan tumor jinak yang berisi jaringan kulit, gigi maupun rambut. Kondisi ini dapat muncul dimana saja pada bagian tubuh, namun umumnya, kista dermoid muncul pada bagian wajah. 

Ketahui Gejala yang Dialami Pengidap Kista Dermoid

Selain pada permukaan kulit, kista dermoid dapat muncul pada bagian dalam tubuh seperti rahim dan juga tulang belakang. Namun, pada kista yang tumbuh pada tubuh bagian dalam umumnya menyebabkan gangguan dan muncul gejala ketika pengidap beranjak dewasa.

Kista dermoid tumbuh secara perlahan dan tidak bersifat ganas dan menyebabkan kanker. Meskipun tidak berbahaya, kista dermoid yang membesar bisa menyebabkan gangguan yang cukup serius apabila kista pecah dan menyebabkan infeksi bakteri. Kista dermoid yang muncul pada organ dalam akan menimbulkan gejala yang berbeda dan disesuaikan dengan lokasi kista dermoid. 

Kista dermoid yang muncul pada bagian rahim dapat mengalami nyeri panggul. Pada wanita, nyeri panggul yang dirasakan akan semakin parah ketika memasuki masa menstruasi. Kista dermoid yang muncul pada bagian tulang belakang menyebabkan pengidapnya alami kesemutan pada bagian tungkai.

Baca juga: Bahayakah Kista Dermoid yang Tumbuh di Bagian Tubuh Dalam?

Umumnya, kista dermoid pada permukaan kulit tampak seperti benjolan yang tumbuh secara tunggal dan memiliki ukuran 0,5 hingga 6 cm. Tekstur dari benjolan yang muncul umum terasa lebih lunak. Umumnya kista dermoid tidak menimbulkan keluhan pada pengidapnya, namun kondisi ini akan berubah menjadi menyakitkan ketika kista dermoid menimbulkan infeksi.

Ada beberapa perubahan yang terjadi pada kista yang mengalami infeksi, seperti alami pembengkakan pada area munculnya kista dermoid dan menjadi terlihat sangat kemerahan. Lalu, apa yang menyebabkan seseorang memiliki kista dermoid pada permukaan kulit maupun dalam tubuh? Kista dermoid disebabkan susunan kulit yang tidak tumbuh secara normal pada masa perkembangan janin. 

Ketahui Komplikasi untuk Kista Dermoid

Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika mengalami beberapa gejala yang menunjukkan gejala kista dermoid. Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, yaitu pemeriksaan fisik, biopsi, dan USG untuk memastikan kondisi kista dermoid yang terjadi dalam tubuh.

Pengobatan bisa dilakukan untuk menghilangkan kista keseluruhan. Umumnya, kista yang berada di permukaan kulit dilakukan pembedahan untuk mengangkat kista. Sedangkan kista dermoid yang ada di dalam tubuh akan dilakukan pengangkatan dengan metode laparoskopi.

Baca juga: Sulit Terdeteksi, Kista Dermoid Berkembang Hingga Dewasa

Meskipun tidak membahayakan, kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi kesehatan jika tidak diatasi dengan baik, seperti kesulitan menelan atau berbicara jika kista dermoid muncul pada bagian lidah, kista dermoid yang terinfeksi dapat berisiko muncul abses atau kumpulan nanah pada pengidapnya.

Tidak hanya gangguan kesehatan fisik, anak-anak yang memiliki kista dermoid pada area wajah, dapat menimbulkan gangguan psikologis, seperti penurunan rasa percaya diri dan depresi. Kondisi ini perlu diatasi dengan baik agar anak mendapatkan kualitas hidup yang baik.

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst
Medscape. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst