Sulit Terdeteksi, Kista Dermoid Berkembang Hingga Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sulit Terdeteksi, Kista Dermoid Berkembang Hingga Dewasa

Halodoc, Jakarta – Kista dermoid merupakan jenis tumor yang jarang disadari pada awal kemunculannya. Penyakit ini terbentuk akibat adanya kelainan perkembangan janin. Umumnya, penyakit ini bisa langsung terlihat setelah bayi dilahirkan, tetapi ada beberapa kondisi yang bisa membuat kista dermoid jarang disadari dan baru menimbulkan gejala setelah pengidapnya dewasa. 

Penyakit ini merupakan tumor jinak yang berisi jaringan kulit, gigi, dan rambut. Kista dermoid bisa terbentuk di bagian tubuh mana saja, tetapi paling sering muncul di area wajah. Selain pada kulit, kista ini juga bisa terbentuk di dalam tubuh, seperti pada tulang belakang dan rahim. Meski begitu, kondisi ini jarang berubah menjadi penyakit yang berbahaya, apalagi jika ditangani dengan tepat. 

Baca juga: Adakah Cara Ampuh untuk Mencegah Kista?

Mengenal Penyakit Kista Dermoid 

Kista dermoid terbentuk akibat adanya kelainan pada perkembangan janin. Maka dari itu, kista ini umumnya sudah terlihat sejak bayi baru dilahirkan. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penyakit ini terlambat disadari. Kista dermoid baru terasa setelah menimbulkan gangguan kesehatan dan gejala pada usia dewasa. Umumnya, kista tidak disadari karena tumbuh secara perlahan dan tidak bersifat ganas atau kanker. 

Jenis penyakit ini cenderung tidak berbahaya dan bisa disembuhkan dengan prosedur operasi. Meski begitu, kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele karena bisa menyebabkan gangguan serius akibat kista yang pecah. Pecahnya kista dermoid bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri.  Penyakit ini terjadi karena adanya gangguan pada susunan kulit. 

Kista dermoid muncul akibat susunan kulit yang tidak tumbuh normal pada masa perkembangan janin. Struktur kulit yang berisi akar rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak seharusnya berada di lapisan luar kulit. Namun, pada pengidap dermoid struktur tersebut justru membentuk kista di dalam kulit. Kelenjar dan jaringan di dalam kista tersebut terus mengeluarkan cairan dan pada akhirnya menyebabkan kista bisa tumbuh dan membesar. 

Baca juga: Mengenal Kista Dermoid, Tumor yang Memiliki Rambut dan Gigi

Kista dermoid bisa tidak disadari, dan baru terdeteksi saat sudah berkembang dan menimbulkan gejala. Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil, tetapi tidak menyebabkan nyeri. Benjolan tersebut mungkin memiliki warna yang sama dengan kulit, atau sedikit lebih kuning. Benjolan kista ini umumnya halus, kenyal, dan tidak lunak. 

Seiring berjalannya waktu, kista dermoid yang menyerang bayi bisa memicu gejala dan menyerang bagian tubuh lain, termasuk ovarium. Kista dermoid yang membesar di ovarium memicu gejala berupa sakit di daerah panggul dan semakin terasa saat siklus menstruasi. Kista juga bisa menyerang tulang belakang, dan ditandai dengan kelemahan, kesemutan di lengan dan kaki, kesulitan berjalan, hingga sulit mengontrol buang air kecil dan buang air besar.

Pengobatan harus segera dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Pengobatan kista dilakukan untuk mengangkat benjolan secara keseluruhan. Dokter akan melakukan prosedur operasi untuk mengangkat kista, tergantung pada letak tumbuhnya kista.  Kista dermoid yang tumbuh di kulit diatasi dengan prosedur operasi oleh dokter bedah. Pada kista dermoid pada rahim, penanganannya dilakukan dengan operasi melalui perut atau menggunakan teknik khusus bernama laparoskopi dengan sayatan yang lebih kecil. 

Baca juga: Bahayakah Kista Dermoid yang Tumbuh di Bagian Tubuh Dalam?

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit kista dermoid dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi 
Everyday Health. Diakses pada 2019. Identifying Skin Growths and Other Skin Problems.
Healthline. Diakses pada 2019. What You Should Know About Dermoid Cysts.
Medscape. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst.
Web MD. Diakses pada 2019. Dermoid Cyst.