
Hepatoma: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Kanker Hati
Hepatoma merupakan istilah lain untuk karsinoma hepatoseluler (HCC), salah satu jenis kanker hati primer.

Daftar Isi:
- Apa itu Hepatoma?
- Gejala Hepatoma yang Umum Terjadi
- Penyebab dan Faktor Risiko Hepatoma
- Diagnosis Hepatoma
- Metode Pengobatan Kanker Hati Hepatoma
- Langkah Pencegahan Hepatoma
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
Hepatoma adalah istilah lain untuk karsinoma hepatoseluler (HCC), jenis kanker hati primer yang paling sering terjadi.
Kondisi ini berkembang ketika sel-sel hati mengalami mutasi dan tumbuh di luar kendali, membentuk tumor.
Yuk, bahas secara mendalam tentang hepatoma, mulai dari gejala, penyebab, diagnosis, hingga pilihan pengobatan yang tersedia.
Apa itu Hepatoma?
Hepatoma adalah istilah medis untuk karsinoma hepatoseluler (KH), yaitu tumor ganas primer yang tumbuh langsung dari sel hati (hepatosit).
Kondisi ini diklasifikasikan sebagai kanker hati primer karena pertumbuhan sel kanker bermula di organ hati, bukan hasil penyebaran dari organ lain. Hepatoma menyumbang sebagian besar kasus kanker hati di seluruh dunia dan sering kali bersifat agresif.
Penyakit ini umumnya berkembang secara perlahan dan sering dikaitkan dengan kerusakan hati jangka panjang.
Kerusakan sel hati yang terjadi secara berulang menyebabkan terbentuknya jaringan parut (sirosis) yang memicu mutasi genetik pada hepatosit. Mutasi tersebut menyebabkan sel tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk massa tumor ganas.
Hepatoma dapat muncul dalam bentuk nodul tunggal yang membesar atau menyebar sebagai banyak nodul kecil di seluruh lobus hati.
Penanganan dini sangat krusial karena hati memiliki fungsi vital dalam metabolisme, detoksifikasi racun, dan produksi protein pembekuan darah. Kegagalan fungsi hati akibat tumor ganas dapat mengancam nyawa dalam waktu singkat.
Ini 4 Jenis Kanker Hati dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai.
Gejala Hepatoma yang Umum Terjadi
Gejala hepatoma sering kali tidak muncul pada stadium awal (asimtomatik) sehingga penderita mungkin tidak menyadari adanya massa tumor. Tanda-tanda klinis biasanya mulai terlihat ketika ukuran tumor sudah membesar atau fungsi hati mulai terganggu secara signifikan.
Keluhan yang muncul berkaitan erat dengan lokasi tumor dan tekanan yang ditimbulkan pada jaringan sekitarnya.
Nyeri pada perut bagian kanan atas di bawah tulang rusuk merupakan keluhan yang paling sering dilaporkan oleh penderita. Selain itu, penderita mungkin akan merasakan benjolan keras di area yang sama akibat pembengkakan organ hati (hepatomegali).
Penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas juga menjadi sinyal peringatan yang serius.
Berikut adalah beberapa gejala klinis hepatoma yang perlu diwaspadai:
- Penyakit kuning (ikterus) yang ditandai dengan kulit dan bagian putih mata berwarna kuning.
- Perut membesar atau buncit akibat penumpukan cairan (asites).
- Mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan secara menetap.
- Mudah merasa lelah (fatigue) dan tubuh terasa lemas sepanjang hari.
- Warna urine menjadi gelap seperti air teh dan feses tampak pucat.
- Gatal-gatal pada kulit tanpa penyebab yang jelas.
Jika kamu mengalami gejala-gejala di atas atau apabila kamu memiliki faktor risiko penyakit hati, segera konsultasikan dengan dokter.
Penyebab dan Faktor Risiko Hepatoma
Penyebab pasti hepatoma belum sepenuhnya dipahami, tetapi beberapa faktor risiko telah diidentifikasi:
- Infeksi kronis virus hepatitis B atau C: Infeksi virus hepatitis kronis dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati jangka panjang, meningkatkan risiko terjadinya sirosis dan HCC.
- Sirosis hati: Kondisi ini ditandai dengan jaringan parut pada hati dan meningkatkan risiko HCC.
- Penyalahgunaan alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati dan sirosis, yang meningkatkan risiko HCC.
- Penyakit hati berlemak Non-Alkoholik (NAFLD) dan steatohepatitis non-alkoholik (NASH): Kondisi ini terkait dengan obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi, dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan hati.
- Aflatoksin: Paparan aflatoksin, racun yang dihasilkan oleh jamur pada makanan yang disimpan dengan tidak benar, dapat meningkatkan risiko HCC.
- Penyakit hati autoimun: Kondisi seperti primary biliary cholangitis (PBC) dan autoimmune hepatitis dapat meningkatkan risiko HCC.
- Faktor genetik: Riwayat keluarga dengan HCC dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.
Diagnosis Hepatoma
Diagnosis hepatoma melibatkan beberapa langkah, termasuk:
1. Pemeriksaan fisik
Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda penyakit hati.
2. Tes darah
Tes darah dapat membantu menilai fungsi hati dan mendeteksi adanya penanda tumor, seperti alpha-fetoprotein (AFP).
3. Pencitraan
Berikut ini beberapa tes pencitraan yang biasanya direkomendasikan dokter:
- USG (Ultrasonografi). USG ini dapat membantu mendeteksi tumor pada hati.
- CT Scan (Computed Tomography Scan). CT scan memberikan gambaran yang lebih detail tentang hati dan dapat membantu menentukan ukuran dan lokasi tumor.
- MRI (Magnetic Resonance Imaging). MRI juga memberikan gambaran detail tentang hati dan dapat membantu membedakan antara HCC dan jenis tumor hati lainnya.
4. Biopsi hati
Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel jaringan hati untuk diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi dapat membantu memastikan diagnosis HCC dan menentukan jenis sel kanker.
Metode Pengobatan Kanker Hati Hepatoma
Pengobatan hepatoma sangat bergantung pada stadium kanker, ukuran tumor, dan kondisi kesehatan hati secara keseluruhan. Jika kanker dideteksi pada stadium awal dan fungsi hati masih cukup baik, tindakan kuratif dapat dilakukan. Namun, pada stadium lanjut, fokus pengobatan beralih pada upaya memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup penderita.
Pembedahan merupakan pilihan utama untuk mengangkat massa tumor melalui prosedur reseksi hati (hepatektomi). Pada kasus di mana seluruh organ hati sudah rusak oleh sirosis tetapi tumor masih berukuran kecil, transplantasi hati dapat menjadi solusi permanen. Transplantasi memberikan kesempatan bagi penderita untuk memiliki organ hati baru yang sehat dari pendonor.
Beberapa metode pengobatan non-bedah lainnya meliputi:
- Ablasi Tumor: Menghancurkan sel kanker menggunakan panas (frekuensi radio), dingin (krioterapi), atau alkohol absolut.
- Kemoterapi Lokal (TACE): Prosedur menyuntikkan obat kemoterapi langsung ke pembuluh darah yang memberi makan tumor.
- Terapi Target: Penggunaan obat-obatan khusus untuk menghambat pertumbuhan protein tertentu pada sel kanker.
- Radioterapi: Penggunaan sinar berenergi tinggi untuk menyusutkan ukuran tumor dan meredakan nyeri.
Kemajuan terbaru dalam terapi medis untuk HCC terus dikembangkan, menawarkan harapan baru bagi pasien.
Mau donor hati? Simak dulu, Ini 10 Syarat yang Harus Dipenuhi.
Langkah Pencegahan Hepatoma
Beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko terkena hepatoma:
- Vaksinasi hepatitis B: Vaksinasi hepatitis B sangat efektif dalam mencegah infeksi virus hepatitis B dan mengurangi risiko HCC.
- Pengobatan hepatitis C: Pengobatan antivirus dapat menyembuhkan infeksi virus hepatitis C dan mengurangi risiko HCC.
- Batasi konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak hati dan meningkatkan risiko HCC.
- Jaga berat badan ideal: Obesitas dapat meningkatkan risiko NAFLD dan NASH, yang dapat menyebabkan sirosis dan HCC.
- Hindari paparan aflatoksin: Simpan makanan dengan benar untuk mencegah pertumbuhan jamur dan paparan aflatoksin.
- Periksakan kesehatan hati secara rutin: Orang dengan faktor risiko penyakit hati harus menjalani pemeriksaan kesehatan hati secara rutin untuk mendeteksi masalah sejak dini.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami gejala yang mengkhawatirkan, terutama jika kamu memiliki faktor risiko penyakit hati.
Deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat meningkatkan peluang kesembuhan.
Kesimpulan
Hepatoma adalah kanker hati primer yang serius, tetapi dengan pemahaman yang baik tentang faktor risiko, gejala, dan pilihan pengobatan, kita dapat meningkatkan peluang pencegahan, deteksi dini, dan kesembuhan.
Jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kesehatan organ, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!


