• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hindari 6 Minuman Ini saat Berbuka Puasa

Hindari 6 Minuman Ini saat Berbuka Puasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Puasa selama kurang lebih 13 jam lamanya akan membuat kamu merasa sangat haus. Saat waktu berbuka tiba, kamu tentu harus mengganti cairan tubuh yang hilang dengan cukup air. Namun, beberapa di antaranya dapat menimbulkan efek samping saat dikonsumsi langsung setelah berbuka. Berikut di antaranya:

Baca juga: Jaga Kualitas Tidur saat Puasa dengan 5 Cara Ini

  • Kolak Pisang

Kolak pisang yang kerap dijadikan takjil saat berbuka ternyata memiliki dampak kurang baik terhadap tubuh, apalagi jika dikonsumsi saat perut kosong. Sebenarnya, aman-aman saja dikonsumsi saat kamu sudah mengonsumsi air putih. Pasalnya, kuah bersantan dapat membuat sistem pencernaan terkejut, karena tergolong dalam hidangan berat.

Jika metabolisme tubuhmu kurang baik, kamu bisa mengalami kenaikan asam lambung, iritasi lambung, bahkan masalah pada sistem pencernaan. Dalam beberapa kasus, salah mengonsumsi hidangan saat berbuka justru dapat menyebabkan kamu merasa lelah, meskipun setelah makan.

  • Es Krim

Es krim menjadi minuman yang tidak boleh dikonsumsi saat berbuka puasa. Alasannya adalah suhu yang dingin membuat perut jadi tegang seketika, karena perbedaan suhu yang signifikan. Perlu diketahui bahwa minuman yang terlalu dingin yang dikonsumsi saat perut kosong dapat mengubah sistem kerja organ tubuh, terutama organ pencernaan. 

Hal tersebut akan mengakibatkan masalah pencernaan, seperti kembung, atau kelebihan gas. Meski pada ujungnya minuman yang masuk ke dalam tubuh akan menyesuaikan suhu tubuh lewat sistem pencernaan, sebaiknya konsumsi minuman dengan suhu ruang terlebih dulu saat perut kosong.

Baca juga: 6 Pilihan Takjil Sehat untuk Menu Buka Puasa

  • Minuman Bersoda

Minuman yang tidak boleh dikonsumsi saat berbuka puasa selanjutnya adalah soda. Pasalnya, gelembung karbondioksida dalam minuman berkarbonasi akan meningkatkan gas pada saluran pencernaan. Apalagi jika dikonsumsi saat perut kosong, lambung otomatis akan meningkatkan kadar asam di dalamnya.

Bukan hanya organ lambung saja yang mengalami masalah, minuman bersoda juga dapat menyebabkan asam di mulut, maag, hingga sensasi panas di dada. Selain itu, tingginya kandungan asam sitrat dan gula dalam minuman bersoda juga dapat menyebabkan masalah, seperti pengikisan enamel gigi, gigi berlubang, serta bau mulut. Tips aman mengonsumsi soda adalah memberi jeda dua jam setelah berbuka.

  • Kopi

Kopi merupakan minuman yang tidak boleh dikonsumsi saat berbuka puasa. Kafein yang terkandung di dalamnya mampu memicu produksi asam lambung berlebih. Selain itu, kamu juga dapat mengalami kembung, serta gangguan pencernaan. Kopi memiliki sifat diuretik yang membuat kamu lebih sering buang air kecil, sehingga tubuh akan kehilangan cairan lebih banyak.

Seharusnya tubuh mendapatkan cairan pengganti setelah seharian berpuasa. Namun, jika kamu mengonsumsi kopi untuk berbuka, tubuh justru akan kehilangan banyak cairan. Jika hal tersebut terjadi, bukan hal yang tidak mungkin jika kamu mengalami dehidrasi. Untuk mencegahnya, sebaiknya konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup.

  • Teh

Teh merupakan salah satu minuman yang juga mengandung kafein, meski kadarnya tidak sebanyak kopi. Jika kafein dikonsumsi oleh pengidap maag, maka mereka akan merasa tidak nyaman karena iritasi dan nyeri pada lambung.

  • Susu

Susu sebenarnya dapat memberikan energi lebih selama berpuasa. Susu juga mengandung vitamin D yang mampu membantu proses penyerapan gizi dan nutrisi dalam tubuh. Manfaat baik tersebut bisa dinikmati saat metabolisme tubuh berada dalam keadaan normal.

Sedangkan saat berpuasa, metabolisme dan kerja organ dalam tubuh banyak yang berubah. Hal-hal tersebut disebabkan karena pola makan yang berubah, aktivitas fisik yang dilakukan, fungsi organ tubuh, jumlah elektrolit, hingga pola tidur. Beberapa orang bahkan mengalami gangguan pencernaan saat mengonsumsi susu setelah berbuka.

Baca juga: 4 Inspirasi Menu Berbuka Puasa yang Sehat

Jika kamu mengalami gangguan kesehatan tertentu saat menjalani ibadah puasa, silahkan diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya! Saat berbuka puasa, sebaiknya konsumsi air putih saja, agar asam lambung netral, sehingga kamu tidak akan mengalami sejumlah masalah pada sistem pencernaan. 

Namun, jangan konsumsi air putih dalam kadar yang berlebihan. Pasalnya, sistem metabolisme tubuh bisa overhidrasi, terutama bagi mereka pengidap penyakit jantung dan gangguan ginjal. Sebaiknya cukupi kebutuhan air putih dengan dua liter air per hari, yang terbagi sebanyak dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, serta empat gelas di antara waktu berbuka hingga sahur.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. What Breaks a Fast? Foods, Drinks, and Supplements.

Emirates247. Diakses pada 2020. Guide to healthy fasting: Drinks to avoid during Ramadan.

Do Fasting. Diakses pada 2020. What Can You Drink During Intermittent Fasting?