Ad Placeholder Image

ICD 10 Abortus Imminens: Gejala dan Cara Mengatasinya

8 menit
Ditinjau oleh  dr. Enrico Hervianto SpOG   26 Mei 2026

Abortus imminens adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi terjadinya keguguran sebelum usia kehamilan 20 minggu.

ICD 10 Abortus Imminens: Gejala dan Cara MengatasinyaICD 10 Abortus Imminens: Gejala dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Abortus imminens adalah kondisi ancaman keguguran yang ditandai dengan perdarahan pervaginam (perdarahan melalui vagina) sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu.

Pada kondisi ini, hasil konsepsi (janin) masih berada di dalam rahim dan leher rahim tetap tertutup rapat.

Penanganan yang cepat dan tepat dapat meningkatkan peluang kehamilan untuk terus berlanjut dengan aman.

Apa Itu Abortus Imminens?

Abortus imminens atau threatened miscarriage (ancaman keguguran) adalah perdarahan dari rahim yang terjadi pada awal kehamilan. Kondisi ini diklasifikasikan dalam kode ICD-10 sebagai O20.0, di mana perdarahan terjadi namun ostium uteri (lubang leher rahim) masih tertutup. Fenomena ini sangat umum terjadi pada trimester pertama kehamilan dan memerlukan pengawasan medis intensif.

Kondisi ini berbeda dengan jenis keguguran lainnya karena janin masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti detak jantung yang terdeteksi. Meskipun menimbulkan kekhawatiran besar bagi ibu hamil, banyak kasus abortus imminens yang berakhir dengan kelahiran bayi yang sehat. Stabilitas kondisi sangat bergantung pada penyebab perdarahan dan respons tubuh terhadap penanganan medis.

Secara klinis, diagnosis ini ditegakkan ketika perdarahan muncul tanpa adanya ekspulsi (pengeluaran) jaringan janin dari rahim. Statistik menunjukkan bahwa sekitar 20 hingga 30 persen wanita mengalami perdarahan pada awal kehamilan. Dari jumlah tersebut, sekitar separuhnya berhasil mempertahankan kehamilan hingga masa persalinan tiba.

Apa Gejala Abortus Imminens?

Gejala utama abortus imminens adalah munculnya flek kecokelatan atau darah segar dari vagina saat kehamilan masih muda. Perdarahan ini bisa berlangsung selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu secara intermiten (putus-nyambung). Volume darah biasanya tidak sebanyak saat menstruasi normal, namun tetap memerlukan perhatian medis segera.

Selain perdarahan, nyeri perut bagian bawah atau kram panggul sering dirasakan oleh ibu hamil. Rasa nyeri ini menyerupai kram saat menstruasi dan dapat menjalar hingga ke punggung bawah. Intensitas kram yang ringan hingga sedang merupakan ciri khas dari kondisi ancaman keguguran ini.

Penting untuk memperhatikan gejala penyerta seperti hilangnya tanda-tanda kehamilan secara mendadak. Jika mual di pagi hari atau nyeri payudara menghilang bersamaan dengan perdarahan, hal tersebut bisa menjadi indikasi penurunan kadar hormon kehamilan. Segera lakukan pemantauan untuk memastikan kondisi janin di dalam kandungan tetap stabil.

Faktor Penyebab dan Risiko

Penyebab pasti abortus imminens seringkali sulit dipastikan secara spesifik pada setiap individu. Namun, kelainan kromosom pada janin merupakan faktor yang paling sering ditemukan pada kasus keguguran dini. Tubuh secara alami memberikan reaksi terhadap perkembangan janin yang tidak normal secara genetik.

Faktor maternal (kondisi ibu) juga memegang peranan penting dalam memicu ancaman keguguran. Beberapa kondisi medis seperti diabetes yang tidak terkontrol, penyakit tiroid, dan sindrom ovarium polikistik dapat meningkatkan risiko perdarahan. Selain itu, infeksi pada saluran reproduksi atau trauma fisik pada area perut juga bisa menjadi pemicu eksternal.

Gaya hidup dan faktor usia turut memengaruhi stabilitas kehamilan pada trimester pertama. Ibu hamil dengan usia di atas 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi kehamilan. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebih, serta paparan zat kimia berbahaya di lingkungan kerja juga diketahui memperburuk kondisi kesehatan janin.

PElajari lebih lengkapnya 6 Kondisi yang Rentan Menyebabkan Abortus Imminens untuk mencegah situasi ini terjadi.

Bagaimana Prosedur Diagnosis Dilakukan?

Diagnosis abortus imminens dimulai dengan pemeriksaan fisik panggul oleh dokter spesialis kandungan. Dokter akan melakukan pemeriksaan spekulum untuk melihat apakah leher rahim sudah terbuka atau masih tertutup. Selain itu, pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan asal perdarahan bukan dari luka di dinding vagina.

Pemeriksaan ultrasonografi (USG) transvaginal adalah standar emas untuk mengevaluasi kondisi janin dan kantong kehamilan. Melalui USG, dokter dapat memverifikasi aktivitas jantung janin dan mengukur volume perdarahan di dalam rahim (hematoma subkorionik). Jika detak jantung janin masih terdengar kuat, peluang kehamilan berlanjut masih sangat besar.

Tes darah laboratorium dilakukan untuk memantau kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG). Pada kehamilan normal, kadar hCG seharusnya meningkat dua kali lipat setiap 48 hingga 72 jam. Jika kadar hCG menurun atau stagnan, hal ini bisa menandakan adanya masalah pada kelangsungan hidup janin di dalam rahim.

Cara Mengobati Abortus Imminens

Penanganan utama untuk abortus imminens adalah bed rest (istirahat total) di tempat tidur. Istirahat bertujuan untuk mengurangi tekanan pada rahim dan meminimalkan aktivitas fisik yang dapat memicu perdarahan lebih lanjut. Ibu hamil disarankan untuk membatasi pergerakan hingga perdarahan benar-benar berhenti selama minimal 48 jam.

Dokter mungkin meresepkan suplemen hormon progesteron untuk memperkuat lapisan rahim (endometrium). Hormon ini berfungsi mendukung pertumbuhan plasenta dan mengurangi kontraksi rahim yang tidak diinginkan. Pemberian obat-obatan penguat kandungan ini disesuaikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium dan kondisi klinis ibu.

Selain aspek medis, pengobatan juga melibatkan pembatasan aktivitas seksual (pelvic rest) untuk sementara waktu. Orgasme dan penetrasi dapat memicu kontraksi rahim ringan yang berisiko memperburuk perdarahan. Dukungan psikologis bagi ibu juga sangat penting untuk mengurangi tingkat stres yang dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.

1. Penggunaan Obat Penguat Kandungan

Obat penguat kandungan biasanya diberikan dalam bentuk tablet oral, kapsul vagina, atau suntikan. Progesteron eksogen (dari luar) membantu menstabilkan lingkungan rahim bagi janin yang sedang berkembang. Penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan ketat dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Ini dia informasi lebih lanjut Obat Penguat Kandungan: Jenis, Kapan Dibutuhkan, dan Rekomendasi Produknya.

2. Manajemen Nyeri Aman

Untuk mengatasi kram perut yang mengganggu, dokter mungkin menyarankan penggunaan obat pereda nyeri yang aman bagi janin. Paracetamol biasanya menjadi pilihan utama dengan dosis yang sangat terbatas. Hindari penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen karena berisiko memengaruhi perkembangan janin.

Langkah Pencegahan Dini

Meskipun sebagian besar penyebab keguguran bersifat genetik, beberapa langkah dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan kehamilan. Mengonsumsi asam folat secara rutin sejak sebelum hamil dapat menurunkan risiko kelainan saraf pada janin. Nutrisi yang seimbang dan hidrasi yang cukup sangat mendukung fungsi plasenta yang optimal.

Pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care) memungkinkan deteksi dini terhadap potensi komplikasi. Pastikan untuk mengontrol penyakit kronis seperti hipertensi atau gangguan autoimun sebelum merencanakan kehamilan. Menghindari paparan asap rokok dan polutan lingkungan juga sangat krusial dalam menjaga keutuhan kantong kehamilan.

Ibu hamil harus menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat atau olahraga dengan risiko benturan tinggi. Mengelola stres dengan teknik relaksasi atau meditasi dapat membantu menjaga stabilitas hormonal. Kehamilan yang direncanakan dengan kondisi kesehatan ibu yang prima memiliki peluang keberhasilan yang jauh lebih tinggi.

Bingung Harus Konsul ke Dokter Apa? Tanya HILDA, Gratis!

Pernah merasakan gangguan kesehatan yang bikin nggak nyaman tapi malah makin stres karena bingung harus konsul ke mana? Berhenti scrolling gejala di internet yang cuma bikin panik, ya!

Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:

  • Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum kamu dalam sekejap.
  • Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
  • Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.

Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!

Kapan Harus ke Dokter?

Setiap perdarahan yang terjadi pada masa kehamilan harus segera dikonsultasikan dengan tenaga medis profesional. Jangan menunggu hingga perdarahan menjadi banyak atau disertai nyeri yang hebat.

Evaluasi medis dini dapat menjadi penentu keselamatan janin dan kesehatan reproduksi ibu di masa depan. Segera menuju instalasi gawat darurat jika muncul gumpalan darah yang besar atau jaringan yang keluar dari vagina.

Gejala lain yang memerlukan penanganan darurat meliputi pusing hebat, pingsan, demam tinggi, atau nyeri perut yang tak tertahankan. Kondisi ini bisa mengindikasikan keguguran sedang berlangsung atau adanya kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim).

Hubungi Dokter ini Untuk Abortus Imminens

Ibu hamil sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan awal. Deteksi dini dan diagnosis yang tepat merupakan langkah krusial dalam menghadapi ancaman keguguran demi hasil kehamilan yang optimal.

Berikut ini rekomendasi dokter yang dapat kamu hubungi:

  • dr. Marsell Phang Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 12 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2018. Ia kini praktik di Gresik, Jawa Timur, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lucia Leonie Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 13 tahun, berhasil lulus dari Universitas Hasanuddin pada 2017. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Fitria Angela Umar Sp.OG: Ia adalah dokter spesialis kandungan dan kehamilan dengan pengalaman 8 tahun, berhasil lulus dari Universitas Sam Ratulangi pada 2022. Ia kini praktik di Makassar, Sulawesi Selatan, tercatat sebagai anggota POGI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Kesimpulan

Abortus imminens merupakan kondisi medis serius yang memerlukan perhatian segera namun bukan berarti kehamilan pasti berakhir dengan keguguran.

Melalui istirahat total, dukungan hormon yang tepat, dan pemantauan rutin, banyak ibu yang berhasil melewati masa kritis ini. Tetap tenang dan ikuti instruksi medis secara disiplin untuk menjaga keselamatan janin.

Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Jika ibu punya pertanyaan lain terkait kehamilan, hubungi dokter spesialis obgyn di Halodoc saja!

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2026. threatened Abortion (Threatened Miscarriage).
Verywell Family. Diakses pada 2026. Signs and Risks of a Threatened Miscarriage.
EMedicine. Diakses pada 2026. Threatened Miscarriage.
WebMD. Diakses pada 2026. Miscarriage Causes.
Science Direct. Diakses pada 2026. Imminent Abortion.
MayoClinic. Diakses pada 2026. Symptoms of pregnancy: What happens first.