• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Infeksi Kulit Akibat Virus dan Jamur, Apa Perbedaannya?

Infeksi Kulit Akibat Virus dan Jamur, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Kulit yang merupakan bagian terluar dari tubuh terbilang rentan terserang berbagai gangguan. Salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah infeksi kulit. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, seperti bakteri, virus, jamur, serta parasit. Pertanda yang paling umum saat mengidap gangguan ini adalah kulit yang kemerahan dan rasa gatal yang tidak tertahankan.

Penyebab dari infeksi kulit yang paling umum adalah virus dan jamur. Maka dari itu, kamu harus tahu apa saja yang dapat membedakan infeksi kulit akibat jamur dan virus karena cara penanganannya berbeda. Dengan memastikan gangguan yang terjadi juga, kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Berikut ulasan lengkap terkait hal tersebut!

Baca juga: Ini Cara Mengobati Infeksi Kulit Berdasarkan Penyebabnya

Perbedaan Infeksi Kulit karena Virus dan Jamur

Kulit berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi, meskipun terkadang mengalami dampak dari gangguan tersebut. Saat infeksi kulit terjadi, gejala yang timbul dapat berbeda-beda mulai dari ringan, hingga berat yang dapat disebabkan oleh virus dan jamur. Meskipun sama-sama menyebabkan gangguan pada kulit, tetapi dampak buruk dan jenis penyakit yang timbul pada kulit akibat virus dan jamur dapat berbeda.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang perbedaannya, simak penjelasannya di bawah ini:

1. Infeksi Kulit karena Virus

Infeksi pada bagian terluar tubuh dapat disebabkan oleh virus, yaitu mikroba yang dapat berkembang biak hanya jika berada di dalam organisme hidup, termasuk juga manusia. Beberapa virus, seperti herpes, HPV, dan cacar termasuk yang umum menyebabkan gangguan pada kulit. Gangguan infeksi kulit karena virus yang rentan terjadi pada manusia adalah herpes zoster, cacar air, dan campak.

Seseorang yang mengidap gangguan disebabkan oleh virus ini berada pada kisaran ringan hingga parah. Maka dari itu, beberapa penyakit yang terjadi pada kulit ini butuh penanganan segera sebelum mengakibatkan masalah yang besar. Perawatan yang umum diberikan oleh dokter untuk mengatasinya adalah anti-virus. Pada beberapa kasus, mungkin saja dokter menghilangkan pertumbuhan kulit di beberapa bagian.

Baca juga: Ketahui 4 Jenis Infeksi Kulit yang Disebabkan Bakteri

2. Infeksi Kulit karena Jamur

Gangguan pada kulit juga dapat disebabkan oleh jamur. Permukaan kulit yang hangat dan lembap dapat menyebabkan infeksi jamur, seperti kebiasaan mengenakan pakaian yang membuat tubuh berkeringat atau tidak menjaga kebersihan dengan baik. Beberapa contoh infeksi kulit karena jamur, antara lain kaki atlet, infeksi jamur, kurap, sariawan, dan juga ruam popok. Gangguan jenis ini umumnya lebih ringan dibandingkan yang disebabkan oleh virus.

Seseorang yang mengalami gangguan ini membutuhkan perawatan berupa penggunaan krim, gel, dan semprotan antijamur yang digunakan untuk mengatasi infeksi yang terjadi. Selain itu, kamu juga dapat menggunakan berbagai bahan rumahan, seperti zink, minyak kelapa, dan tea tree oil. Jika infeksi jamur yang terjadi tidak kunjung mereda dengan menggunakan obat topikal, maka obat oral seperti flukonazol akan diberikan oleh dokter.

Baca juga: Perawatan Rumahan untuk Mengatasi Infeksi Kulit Ringan

Apabila kamu masih memiliki pertanyaan terkait perbedaan antara infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur atau virus, dokter dari Halodoc siap membantu untuk menjawabnya. Caranya mudah saja, hanya dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa mendapatkan kemudahan akses kesehatan hanya dengan penggunaan smartphone di tangan. Maka dari itu, unduh aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Skin Kraft. Diakses pada 2020. A Guide To Treating Skin Infections – Bacterial, Viral, Fungal & Parasitic.
Healthline. Diakses pada 2020. Skin Infection: Types, Causes, and Treatment.
NCBI. Diakses pada 2020. Common viral and fungal skin infections.