• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Infeksi Saluran Kemih pada Bayi, Bahayakah?

Infeksi Saluran Kemih pada Bayi, Bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Bayi harus benar-benar terjaga kebersihannya mengingat lebih rentan untuk terserang penyakit. Salah satu yang harus sering diperhatikan dan diganti ketika sudah terbilang penuh atau terdapat tinja adalah popok. Semakin lama bagian selangkangan bayi menempel pada kotoran cair atau padat, semakin berisiko untuk terserang gangguan.

Salah satu gangguan yang dapat terjadi pada bayi karena hal tersebut adalah infeksi pada saluran kemih. Hal tersebut terjadi ketika bagian kelamin anak masuk bakteri dan menimbulkan infeksi. Namun, apakah gangguan tersebut dapat menimbulkan hal yang berbahaya pada bayi? Berikut pembahasan lebih lengkapnya tentang hal tersebut!

Baca juga: Anyang-Anyangan Jadi Tanda Infeksi Saluran Kemih?

Bahaya dari Infeksi Saluran Kemih yang Menyerang Bayi

Infeksi saluran kemih umumnya disebabkan oleh bakteri pada kandung kemih atau tempat urine keluar dari tubuh (uretra) dan tabung yang menyimpan urin (ureter). Hal ini terjadi ketika pertumbuhan bakteri di dalam tubuh tidak dapat diatasi, sehingga bertumpuk dan menyebabkan infeksi terjadi pada bagian kelamin bayi laki-laki atau perempuan.

Bakteri dan mikroba yang dapat menyebabkan infeksi mampu masuk ke saluran kemih ketika bayi mempunyai yang popok kotor atau ketika bagian selangkangan bayi dibersihkan dari belakang ke depan. Dengan memastikan selalu berganti popok dan menjaga dirinya tetap terhidrasi agar sering buang air kecil dapat membantu untuk infeksi saluran kemih dicegah.

Namun, adakah bahaya yang dapat terjadi saat bayi mengalami gangguan ini? Saat infeksi tersebut hanya terjadi pada bagian depan kelamin, pengobatan yang dilakukan masih terbilang mudah. Lain hal jika bakteri tersebut telah menginfeksi ureter atau ginjal, yang disebut juga dengan pielonefritis, gangguan lebih serius dapat terjadi.

Selain itu, infeksi saluran kemih pada bayi lebih sering terjadi pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Hal tersebut disebabkan uretranya yang lebih pendek dan lebih dekat dengan anus, yang dapat menjadi sumber bakteri. Faktor kebersihan yang buruk ditambah jarang mengganti popok anak dapat meningkatkan risiko untuk dirinya terserang infeksi saluran kemih.

Baca juga: Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih Sampai Tuntas

Lalu, bagaimana cara mengetahui jika anak ibu mengidap infeksi saluran kemih? Bayi yang mengidap infeksi saluran kemih kemungkinan akan mengalami beberapa gejala berikut:

  • Demam dengan suhu 38 derajat Celsius atau lebih tinggi.
  • Menangis saat buang air kecil.
  • Urin yang berbau busuk atau terdapat darah.
  • Mudah marah tanpa alasan yang jelas.
  • Sering menolak untuk makan.
  • Mengalami demam.

Jika ibu curiga jika anaknya terserang infeksi pada saluran kemih, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan pada urinenya. Apabila hal tersebut benar, dokter akan memberikan obat resep antibiotik untuk membunuh bakteri dan menghilangkan infeksi yang terjadi. Dokter mungkin memberikan antibiotik, pastikan anak ibu menghabiskan obat tersebut.

Beberapa anak mengalami masalah pada ginjalnya sehingga mengidap refluks vesikoureteral. Gangguan tersebut terjadi ketika urin mengalir kembali ke ginjal setelah berada di ureter. Kemungkinannya memang kecil, tetapi dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada ginjal akibat infeksi yang kronis dan membuat anak sangat sakit.

Dengan mengetahui tentang bahaya yang dapat terjadi jika bayi mengidap infeksi saluran kemih, diharapkan para orangtua selalu memperhatikan kebersihan anaknya. Tidak ada orangtua yang ingin anaknya untuk terserang penyakit. Maka dari itu, lakukan yang terbaik untuk anak agar tidak terserang infeksi saluran kemih.

Baca juga: Bahaya Infeksi Saluran Kemih yang Diabaikan

Lalu, ibu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc tentang infeksi saluran kemih pada bayi atau masalah kesehatan lainnya. Caranya mudah sekali, ibu hanya cukup download aplikasi Halodoc di Apps Store atau Play Store pada smartphone yang digunakan!

Referensi:
Nation Wide Childrens. Diakses pada 2020. Urinary Tract Infections In Babies.
NCBI. Diakses pada 2020. Urinary Tract Infections in the Infant.