Ad Placeholder Image

Ini 5 Kebiasaan Sehat yang Perlu Diterapkan oleh Pengidap Anemia

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   17 Maret 2026

Anemia bisa terjadi karena bawaan lahir atau pola hidup yang kurang sehat.

Ini 5 Kebiasaan Sehat yang Perlu Diterapkan oleh Pengidap AnemiaIni 5 Kebiasaan Sehat yang Perlu Diterapkan oleh Pengidap Anemia

DAFTAR ISI


Sering merasa kelelahan dan pusing? Bisa jadi kamu terkena anemia. Kondisi ini terjadi karena tidak cukupnya sel darah merah yang membawa oksigen ke organ tubuh. Kurangnya oksigen yang disalurkan akan membuat tubuh kita kekurangan energi. Akibatnya,  kita jadi mudah lemas. 

Seseorang bisa mengidap anemia karena bawaan lahir atau memiliki kondisi medis lain. Namun, pola makan yang buruk juga bisa memicu kondisi ini. Umumnya,  tipe anemia yang muncul karena faktor ini adalah anemia karena kekurangan zat besi. 

Kebiasaan Sehat yang Perlu Diterapkan oleh Pengidap Anemia

Ketika seseorang mengidap anemia, ada beberapa pantangan dan perubahan dalam pola hidup yang penting untuk diterapkan agar kondisinya tidak semakin parah. Beberapa contohnya adalah: 

1. Mengkonsumsi makanan kaya zat besi

Zat besi, sebagai bagian dari sel darah merah, penting untuk membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jumlah zat besi yang diserap tergantung pada berapa besar yang kita simpan di tubuh.

Jadi, konsumsilah makanan tinggi zat besi agar kebutuhan zat besi selalu terpenuhi. Contohnya seperti daging merah, hati, bayam, dan kacang-kacang.

2. Rajin konsumsi asam folat

Asam folat adalah jenis vitamin B yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Zat ini juga sangat penting bagi ibu hamil sebab anemia karena kurangnya asam folat berpotensi cacat tabung saraf bagi sang bayi. 

Asam folat bisa didapatkan dari suplemen atau bahan-bahan alami seperti sayuran hijau, buncis, kacang merah, dan kacang polong. 

3. Kurangi alkohol 

Alkohol berkaitan dengan beragam masalah kesehatan, termasuk anemia. Konsumsi alkohol secara berlebihan bisa mempengaruhi produksi dan pematangan sel darah merah, yang bisa mengakibatkan kelainan atau disfungsi sel. 

Selain itu, alkohol bisa mengganggu proses penyerapan nutrisi dari makanan, sehingga menyebabkan kekurangan zat besi dan asam folat. Kedua zat ini bertugas membentuk hemoglobin. 

4. Kurangi konsumsi makanan dengan gluten

Makanan dengan kandungan gluten bisa memperparah anemia. Sebab, gluten bisa merusak dinding usus dan mencegah penyerapan zat besi dan asam folat yang penting untuk pembentukan sel darah merah. Hal ini penting diingat terutama bagi pengidap celiac (rusaknya dinding usus karena alergi gluten).  

Jika gluten terus menerus dikonsumsi, celiac bisa membuat tubuh tidak maksimal dalam menyerap zat besi dan asam folat. Ketika ini terjadi, bukan tidak wajar jika anemia mudah menyerang. 

5. Hindari pengobatan tertentu

Pengidap anemia disarankan untuk menghindari obat-obatan sejenis cephalosporin, dapson, levodopa, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan penisilin. 

Alasannya obat-obatan tersebut bisa mengira sel darah merah sebagai zat asing, lalu tubuh merespon dengan membuat antibodi yang menyerang dan merusak sel darah merah.

Maka dari itu, penting untuk konsultasi dengan dokter sebelum konsultasi obat-obatan ini. Berikut 5 Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang Bisa Bantu Atasi Anemia untuk kamu hubungi.

Anemia Dilarang Makan Apa?

Dalam mengelola kondisi ini, memahami pertanyaan mengenai “anemia dilarang makan apa?” sangat krusial bagi kesembuhan.

Beberapa jenis makanan dan minuman mengandung senyawa yang dapat mengikat zat besi di usus sehingga sulit diserap tubuh.

Berikut adalah daftar pantangan atau makanan yang sebaiknya dikonsumsi terpisah dari sumber zat besi:

1. Minuman berkafein (teh dan kopi)

Teh hitam, teh hijau, dan kopi mengandung tanin dan polifenol yang tinggi. Senyawa ini dikenal sebagai penghambat kuat penyerapan zat besi non-heme. Jika dikonsumsi saat makan, kemampuan tubuh menyerap zat besi dapat turun hingga 60-90 persen.

2. Produk susu dan makanan tinggi kalsium

Susu, keju, dan yogurt mengandung kalsium dalam jumlah besar. Kalsium adalah satu-satunya mineral yang dapat menghambat penyerapan zat besi heme dan non-heme. Disarankan untuk memberikan jeda waktu jika ingin mengonsumsi produk susu setelah makan besar.

3. Makanan tinggi fitat (phytic acid)

Gandum utuh, sereal, kacang-kacangan, dan polong-polongan mengandung fitat yang dapat mengikat zat besi. Meskipun sehat, bagi pengidap anemia, makanan ini sebaiknya tidak dimakan bersamaan dengan suplemen zat besi. Proses perendaman atau fermentasi pada kacang dapat membantu mengurangi kadar fitat.

4. Produk kedelai (tofu dan susu kedelai)

Meskipun kedelai adalah sumber protein yang baik, kandungan fitat di dalamnya cukup signifikan. Konsumsi kedelai dalam jumlah besar bersamaan dengan sumber zat besi dapat menurunkan efisiensi penyerapan nutrisi tersebut.

5. Makanan tinggi oksalat

Cokelat, kakao, dan beberapa jenis sayuran tertentu mengandung oksalat yang dapat mengganggu metabolisme zat besi. Pengidap anemia tidak perlu menghindari cokelat sepenuhnya, namun cukup membatasi jumlahnya agar tidak berlebihan.

Yuk, ketahui info lain tentang Makanan Sehat- Jenis, Manfaat & Khasiatnya di sini.

Tips Mengoptimalkan Penyerapan Zat Besi

Agar asupan nutrisi tidak terbuang sia-sia, diperlukan strategi dalam mengatur waktu makan dan kombinasi bahan makanan. Berikut adalah langkah praktis untuk meningkatkan efektivitas penyerapan zat besi:

  • Kombinasi dengan vitamin C: Mengonsumsi daging atau sayuran hijau bersama sumber vitamin C seperti jeruk atau tomat meningkatkan penyerapan zat besi secara signifikan.
  • Berikan jeda waktu: Berikan jarak minimal 1 hingga 2 jam antara makan besar dengan konsumsi teh, kopi, atau susu.
  • Masak dengan peralatan besi: Menggunakan wajan besi cor untuk memasak dapat membantu meningkatkan kadar zat besi dalam makanan secara alami.
  • Hindari alkohol: Minuman beralkohol dalam jumlah banyak dapat mengganggu fungsi pencernaan dan penyerapan mikronutrisi penting.

Itulah penjelasan seputar kebiasaan sehat untuk pengidap anemia. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, hubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc saja!

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Anemia. 
Pharmeasy. Diakses pada 2026. 7 Things You Need to Avoid in Anaemia!
Poosh. Diakses pada 2026. 5 Healthy Habits to Help MANAGE ANEMIA. 

FAQ

1. Apakah telur dilarang untuk anemia?

Telur, terutama kuningnya, mengandung phosvitin yang sedikit menghambat penyerapan zat besi. Sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan suplemen zat besi medis.

2. Bolehkah pengidap thalasemia makan zat besi?

Pengidap thalasemia mayor justru disarankan membatasi zat besi untuk menghindari penumpukan mineral. Selalu konsultasikan dengan dokter karena aturan diet bisa berbeda.