Ad Placeholder Image

Ini 6 Fakta tentang Hantavirus Pulmonary Syndrome

9 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   08 Mei 2026

Hantavirus pulmonary syndrome yang tidak teratasi dapat menyebabkan kegagalan jantung.

Ini 6 Fakta tentang Hantavirus Pulmonary SyndromeIni 6 Fakta tentang Hantavirus Pulmonary Syndrome

DAFTAR ISI


Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) adalah penyakit menular akibat infeksi virus yang jarang terjadi. Penyakit ini menyebabkan pengidapnya mengalami gejala seperti flu tetapi lama kelamaan gejala yang pengidapnya alami bisa memburuk. 

Bahkan, jika tidak teratasi dengan baik, penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pada paru-paru dan ginjal. Tidak ada salahnya mengenal lebih banyak fakta mengenai hantavirus pulmonary syndrome agar kamu bisa melakukan pencegahan dengan baik. 

Pencegahan dapat menghindari kamu dari komplikasi yang paling parah akibat penyakit ini yaitu kematian. Untuk itu, simak ulasan mengenai hantavirus pulmonary syndrome berikut ini!

Apa Itu Hantavirus Pulmonary Syndrome?

Hantavirus adalah virus yang ditemukan dalam urin, air liur, atau kotoran tikus rusa yang terinfeksi dan beberapa hewan pengerat liar lainnya.

Contohnya seperti tikus kapas, tikus beras, tikus kaki putih dan tikus punggung merah.

Infeksi virus ini menyebabkan penyakit paru-paru yang jarang namun serius yang disebut hantavirus pulmonary syndrome (HPS). 

Virus ini memiliki karakteristik unik, karena tidak akan aktif dalam waktu lama setelah berada di luar inangnya kurang dari 1 minggu di luar ruangan dan beberapa jam saat terpapar sinar matahari langsung.

Hantavirus merupakan salah satu virus yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada paru-paru dan ginjal. Penyakit ini tergolong sebagai penyakit zoonosis karena penularannya terjadi dari hewan ke manusia.

Fakta-Fakta Mengenai Hantavirus Pulmonary Syndrome

Berikut adalah beberapa fakta mengenai penyakit ini:

1. Penularan melalui hewan pengerat

Hantavirus menjadi salah satu jenis virus yang dapat ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus.

Virus ini bisa ditularkan ketika manusia melakukan kontak langsung, feses, urine, hingga air liur dari hewan yang telah terinfeksi.

Ada beberapa cara penularan yang kerap terjadi, seperti:

  • Udara. Ini merupakan bentuk penularan yang paling sering terjadi ketika virus menyebar di udara dari feses atau urine hewan yang terinfeksi. Waspada jika kamu berada di dekat sarang hewan pengerat tersebut. Pastikan area sekitar rumah tetap bersih agar hewan pengerat tidak bersarang dan memicu gangguan kesehatan pada keluarga di rumah.
  • Makanan dan minuman. Kamu juga bisa terpapar hantavirus melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan feses, urine, hingga air liur hewan yang terinfeksi. Jika ada makanan yang tidak sengaja dimakan oleh hewan pengerat, sebaiknya hindari untuk kembali mengonsumsi makanan tersebut. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko penularan hantavirus pulmonary syndrome.
  • Gigitan. Gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi berisiko menyebabkan penularan hantavirus.

2.  Hantavirus Menyebabkan Penyakit Apa?

Ketika hantavirus mencapai paru-paru, mereka menyerang pembuluh darah kecil atau kapiler. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan kebocoran. Akibatnya, paru-paru terisi cairan (edema paru), 

mengakibatkan disfungsi paru-paru dan jantung yang parah. Penyakit lain yang berhubungan dengan infeksi hantavirus adalah demam berdarah dengan sindrom ginjal, yang menyebabkan penyakit ginjal parah. 

3. Berakibat fatal bila dibiarkan

Sebaiknya jangan abaikan gejala yang muncul dan berkaitan dengan penyakit ini. Hantavirus pulmonary syndrome yang tidak teratasi dapat menyebabkan kegagalan jantung untuk memberikan oksigen ke seluruh tubuh. 

Tanpa penanganan, penyakit ini bisa berakibat fatal, bahkan kematian. 

Waspada! Akibat Digigit Tikus tak Main-Main.

4. Gejala Hantavirus 

Virus ini berkembang dalam tubuh dan biasanya pada awal paparan virus, pengidap tidak akan mengalami gejala apapun.

Hal ini karena virus berada dalam masa inkubasi. Lama masa inkubasi virus dalam tubuh sekitar delapan minggu setelah paparan.

Setelah memasuki delapan minggu, biasanya gejala akan muncul dan berkembang dengan waktu yang cukup cepat sekitar 2 – 8 hari.

Berikut gejala yang dialami, yaitu:

  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Nyeri otot terutama pada bagian pinggul, paha, dan punggung.
  • Sakit perut, mual, muntah, dan diare
  • Batuk kering dan kesulitan bernapas.
  • Pusing dan sakit kepala.

Setelah gejala pertama muncul, biasanya 4 – 10 hari kemudian akan muncul gejala fase ketiga.

Gejala pada tahap ini cukup berbahaya karena dapat memicu perdarahan internal dan paru-paru yang terisi cairan.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan kematian.

Karena itu, pemeriksaan sedari dini sangatlah penting, mengingat gejala infeksi hantavirus dapat menyerupai penyakit lain.

Misalnya seperti batuk dan kesulitan bernapas yang juga dapat menjadi indikasi pneumonia. 

Dukung kesehatan tubuh dengan 5 Rekomendasi dan Jenis Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh berikut.

5. Diagnosis Hantavirus

Penting bagi dokter untuk mendiagnosis infeksi hantavirus sejak dini. Sebab, pemeriksaan sedari dini dapat membantu memastikan pengobatan dan hasil terbaik.

Akan tetapi, mendiagnosis hantavirus sedari dini dapat menjadi tantangan. Sebab, gejala awal dari infeksi virus ini cenderung menyerupai gejala flu atau coronavirus disease 19 (COVID-19).

Namun, apabila kamu mengalami demam dan sesak napas, disertai dengan riwayat kemungkinan paparan hewan pengerat, kamu mungkin terkena infeksi hantavirus.

Seorang dokter juga dapat memesan tes berikut untuk mencari gejala lain:

  • Tes serologi digunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap hantavirus.
  • Rontgen dada untuk mencari cairan dalam paru-paru. 
  • Tes hitung darah lengkap untuk memeriksa kadar trombosit. 
  • Pemeriksaan urine untuk memeriksa fungsi ginjal dan melihat ada atau tidaknya darah dalam urine. 
  • Tes peripheral blood smear atau sediaan apusan darah tepi untuk memeriksa darah. 

6. Pengobatan Hantavirus

Penting untuk merawat infeksi hantavirus sesegera mungkin. Jika kamu mengalami gejala seperti flu setelah berada di sekitar tikus atau kotoran tikus, segera periksakan kondisi kesehatan.

Jika terkonfirmasi positif terjangkit HPS, tujuan pengobatan hantavirus adalah untuk mengelola gejala pengidapnya.

Selain itu pengobatan juga bertujuan untuk menurunkan risiko kerusakan paru-paru dan jantung. 

Sebab, sampai saat ini pengobatan yang benar-benar efektif untuk menyembuhkan infeksi hantavirus belum tersedia.

Berikut adalah beberapa pilihan perawatan infeksi hantavirus dapat berupa: 

  • Terapi oksigen. Tak hanya untuk hantavirus, terapi oksigen juga bermanfaat untuk asbestosis.
  • Penggantian cairan.
  • Obat untuk menaikkan tekanan darah.
  • Obat antivirus (ribavirin).
  • Ventilasi mekanis.
  • Dialisis.
  • Dalam kasus yang parah, penyedia merawat HPS dengan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO).
  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang peningkat imunitas tubuh.

Perkuat imun agar terhindari dari serangan hantavirus, Ini 5 Rekomendasi Vitamin Daya Tahan Tubuh untuk Perkuat Imun. 

Studi Terkait Hantavirus

Frontiers in Microbiology menerbitkan hasil penelitian terkait hal-hal penting yang perlu diketahui mengenai hantavirus: 

  • Hantavirus merupakan ancaman kesehatan masyarakat global yang signifikan dan terus berkembang, dengan lebih dari 200.000 kasus setiap tahun di seluruh dunia.
  • Saat ini, belum tersedia pengobatan maupun vaksin yang memiliki izin resmi secara global untuk infeksi hantavirus.
  • Imunoterapi menggunakan antibodi penetral (neutralizing antibodies/NAbs) dari pasien yang pernah sembuh dari hantavirus juga menunjukkan hasil yang menjanjikan.
  • Pengembangan vaksin dan obat antivirus, baik digunakan sendiri maupun kombinasi, sangat penting untuk membantu mengendalikan infeksi hantavirus dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
  • Sejauh ini, obat antivirus, terapi berbasis imun, dan vaksinasi dapat membantu mengendalikan perkembangan infeksi hantavirus dan mengurangi risiko penyakit berat. 

Pencegahan Hantavirus

Hingga saat ini vaksin untuk HPS belum tersedia. Karena itu, cara terbaik untuk mencegah infeksi hantavirus adalah dengan menurunkan risiko paparan hewan pengerat dan berbagai cara mereka menyebarkan penyakit.

Berikut adalah cara yang dapat kamu lakukan sebagai upaya pencegahan: 

  • Cuci tangan dengan air dan sabun setelah menghabiskan waktu di luar ruangan. Untuk mengetahui cara mencuci tangan yang benar, kamu bisa membaca artikel: Penting untuk Kesehatan, Inilah Cara Mencuci Tangan yang Benar
  • Hindari menyentuh hewan pengerat atau urin atau kotorannya. Jika tak sengaja bersentuhan, segeralah mencuci tangan  dengan air dan sabun.
  • Jauhi tikus liar dan hindari area tikus meninggalkan kotoran.
  • Mengenakan sarung tangan karet dan masker yang menutupi hidung dan mulut jika perlu menyentuh kotoran tikus dan tikus.
  • Menggunakan desinfektan untuk membersihkan area yang terdapat kotoran tikus atau tikus.
  • Menghindari menyapu kotoran tikus atau tikus dengan sapu biasa. Sebab, penyapuan dapat menyebabkan partikel yang terinfeksi masuk ke dalam debu di udara.
  • Menutup lubang di dalam dan sekitar rumah agar tikus dan hewan pengerat lain tidak bisa masuk.
  • Memasang perangkap tikus atau tikus di dalam dan sekitar rumah untuk mengurangi populasinya.
  • Hindari meninggalkan makanan pada area yang mudah terjangkau oleh tikus.

Rekomendasi Vitamin untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh

Menjaga daya tahan tubuh merupakan hal penting agar tubuh lebih kuat melawan infeksi dan tetap fit dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

Nah, berikut beberapa vitamin yang bisa kamu konsumsi agar sistem imun tetap optimal:

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.  

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Hantavirus Pulmonary Syndrome.
CDC. Diakses pada 2026. Hantavirus Pulmonary Syndrome. 
Healthline. Diakses pada 2026. Know the Symptoms of Hantavirus and What You Can Do To Prevent Its Spread. 
Canadian Centre for Occupational Health and Safety. Diakses pada 2026. Hantavirus.
Kemenkes. Diakses pada 2026. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Hanta di Indonesia.