Ad Placeholder Image

Ini Alasan Dokter Menganjurkan Target Awal Penurunan Berat Badan 5–10 Persen

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD 14 Juli 2026

Menurunkan berat badan sebesar 5–10 persen dari berat badan awal mungkin terdengar sederhana, tetapi manfaatnya bagi kesehatan sangat besar.

Ini Alasan Dokter Menganjurkan Target Awal Penurunan Berat Badan 5–10 PersenIni Alasan Dokter Menganjurkan Target Awal Penurunan Berat Badan 5–10 Persen

DAFTAR ISI


Saat menjalani program diet, banyak orang menetapkan target yang cukup ambisius, misalnya ingin menurunkan berat badan hingga puluhan kilogram dalam waktu singkat. Tidak sedikit pula yang merasa usahanya gagal apabila angka di timbangan belum mencapai berat badan ideal.

Padahal, menurut para ahli, menurunkan berat badan sebesar 5–10 persen dari berat badan awal saja sudah mampu memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Bahkan, berbagai organisasi kesehatan menjadikan angka tersebut sebagai target awal yang realistis dan aman bagi orang dengan kelebihan berat badan maupun obesitas.

Lantas, mengapa penurunan berat badan yang terlihat “kecil” ini justru dianggap sangat penting? Berikut penjelasan medisnya!

Mengapa Target 5–10 Persen Penurunan Berat Badan Dianjurkan Dokter?

Obesitas merupakan penyakit kronis yang meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes tipe 2, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga gangguan sendi.

Namun, kabar baiknya, tubuh tidak harus mencapai berat badan ideal untuk mulai merasakan manfaat kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan sebesar 5–10 persen sudah cukup untuk memperbaiki berbagai fungsi metabolisme dan menurunkan risiko komplikasi.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki berat badan 90 kilogram, maka menurunkan berat badan sekitar 4,5–9 kilogram sudah dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan.

Karena target ini lebih realistis dibandingkan mengejar penurunan puluhan kilogram sekaligus, peluang untuk mempertahankan hasilnya dalam jangka panjang juga menjadi lebih besar.

Jika butuh saran tentang pola makan sesuai kondisi tubuhmu, Ini Rekomendasi Dokter Gizi di Halodoc yang Bisa Dihubungi.

Membantu Mengontrol Kadar Gula Darah

Salah satu manfaat terbesar dari penurunan berat badan adalah meningkatnya sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Pada orang dengan obesitas, sel-sel tubuh sering kali menjadi kurang responsif terhadap insulin sehingga kadar gula darah lebih sulit dikendalikan. Kondisi ini dikenal sebagai resistensi insulin, yang merupakan cikal bakal diabetes tipe 2.

Ketika berat badan berkurang sekitar 5–10 persen, kerja insulin menjadi lebih efektif sehingga kadar gula darah cenderung membaik. Bagi orang dengan pradiabetes, perubahan ini bahkan dapat membantu menurunkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Menurunkan Tekanan Darah

Kelebihan berat badan membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah dapat meningkat.

Penurunan berat badan, meskipun hanya beberapa kilogram, dapat membantu mengurangi beban kerja jantung sehingga tekanan darah ikut menurun.

Bagi orang yang memiliki hipertensi, perubahan ini dapat membantu mengurangi risiko komplikasi, seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal.

Memperbaiki Kadar Kolesterol

Selain memengaruhi tekanan darah, penurunan berat badan juga berdampak positif pada profil lemak dalam darah.

Berat badan yang lebih sehat dapat membantu:

  • Menurunkan kadar trigliserida.
  • Meningkatkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol “baik”.
  • Mengurangi risiko terbentuknya plak pada pembuluh darah.

Perbaikan profil kolesterol tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular.

Ketika berat badan menurun, berbagai faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah, dan kolesterol juga ikut membaik. Kombinasi perubahan tersebut membantu menurunkan kemungkinan terjadinya serangan jantung maupun stroke.

Inilah alasan mengapa dokter sering menjadikan penurunan berat badan sebagai bagian penting dalam pengelolaan penyakit jantung.

Pahami lebih dalam soal Obesitas – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya supaya kamu lebih waspada dengan kondisi ini.

Membantu Mengurangi Lemak di Hati

Orang dengan obesitas lebih berisiko mengalami penyakit hati berlemak akibat gangguan metabolik (MASLD).

Penurunan berat badan sebesar 5–10 persen diketahui dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di hati. Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat memperbaiki peradangan sehingga menurunkan risiko kerusakan hati yang lebih berat.

Karena itu, perubahan gaya hidup menjadi terapi utama pada pasien dengan penyakit hati berlemak.

Meredakan Nyeri Sendi

Setiap kilogram berat badan memberikan tekanan tambahan pada lutut, pinggul, dan pergelangan kaki saat berjalan.

Ketika berat badan berkurang, tekanan pada sendi ikut menurun sehingga keluhan nyeri akibat osteoarthritis dapat berkurang.

Banyak pasien juga melaporkan bahwa mereka menjadi lebih mudah bergerak dan lebih nyaman beraktivitas setelah berhasil menurunkan berat badan.

Tidur Menjadi Lebih Berkualitas

Obesitas berkaitan erat dengan gangguan tidur, terutama obstructive sleep apnea, yaitu kondisi ketika saluran napas menyempit saat tidur sehingga menyebabkan napas berhenti sementara.

Penurunan berat badan dapat membantu mengurangi penumpukan lemak di sekitar leher dan saluran napas sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik.

Tidur yang berkualitas juga berperan dalam mengatur hormon lapar dan kenyang, sehingga membantu menjaga berat badan tetap stabil.

Meningkatkan Kualitas Hidup

Selain manfaat fisik, penurunan berat badan juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.

Banyak orang merasakan peningkatan energi, lebih percaya diri, lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari, hingga mengalami perbaikan suasana hati.

Aktivitas sederhana seperti naik tangga, berjalan kaki, atau bermain bersama anak pun menjadi lebih nyaman dilakukan.

Tidak Harus Dilakukan Secara Cepat

Keinginan menurunkan berat badan secara instan sering kali membuat seseorang memilih metode diet ekstrem.

Padahal, penurunan berat badan yang terlalu cepat justru dapat meningkatkan risiko kehilangan massa otot, kekurangan nutrisi, bahkan berat badan lebih mudah kembali naik.

Para ahli menyarankan penurunan berat badan dilakukan secara bertahap melalui pola makan bergizi seimbang, olahraga rutin, tidur yang cukup, dan perubahan gaya hidup yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Kapan Membutuhkan Bantuan Dokter?

Jika indeks massa tubuh (IMT) menunjukkan obesitas atau berat badan sulit turun meski sudah menerapkan pola hidup sehat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dokter dapat membantu menyusun strategi penurunan berat badan yang sesuai dengan kondisi kesehatan, termasuk mempertimbangkan terapi tambahan bila diperlukan, seperti pendampingan gizi, obat antiobesitas, atau tindakan lain sesuai indikasi medis.

Kamu juga bisa coba ikut program penurunan berat badan dari Halofit by Halodoc yang diawasi dokter dan pastinya aman.

Ini Cara Menurunkan Berat Badan Tepat dengan Program Klinis dari Halofit

Sedang mencari cara menurunkan berat badan dengan cepat tapi tetap aman dan diawasi dokter?

Kini kamu bisa mencapainya lewat Halofit, layanan Klinik Obesitas Digital dari Halodoc yang menawarkan pendekatan klinis, nutrisi, dan gaya hidup sehat secara menyeluruh.

Halofit dirancang khusus untuk membantu kamu menemukan cara menurunkan berat badan yang benar-benar efektif, bukan sekadar diet sementara.

Dengan dukungan dokter dan ahli gizi profesional, setiap program Halofit disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, dan target penurunan berat badanmu.

Program ini dirancang untuk membantu kamu menurunkan berat badan 10-12 kg* dalam 2 bulan dengan cara yang sehat dan aman, di bawah pengawasan dokter dan dietisien. 

Berikut dua pilihan program yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan:

1. Halofit Advanced – Rp750.000/bulan

Paket Halofit Advanced - obat diet ampuh

Cocok bagi kamu yang ingin memulai perjalanan sehat dengan pendampingan dokter dan ahli gizi selama 30 hari.

Program Halofit Advanced mencakup meal plan personal, serta obat pendamping penurun berat badan yang diresepkan langsung oleh dokter untuk mendukung hasil yang aman dan maksimal.

2. Halofit Transform –  Mulai dari Rp3.300.000/bulan

Paket Halofit Transform - obat diet ampuh

Program Halofit Transform adalah program premium bagi kamu yang membutuhkan cara menurunkan berat badan dengan cepat dan terukur melalui terapi injeksi GLP-1.

Terapi ini telah terbukti secara klinis membantu mengontrol nafsu makan dan mempercepat penurunan berat badan.

Dengan pengawasan dokter, kamu akan mendapatkan dukungan medis lengkap beserta obat diet paling ampuh sesuai kebutuhan tubuhmu.

Semua layanan ini tersedia langsung di aplikasi Halodoc, mulai dari konsultasi, pemesanan paket, hingga pemantauan progres, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu datang ke klinik.

Tunggu apa lagi?  Kamu bisa klik di sini untuk mulai coba program Halofit!

Bingung Bagaimana Cara Tepat untuk Mulai Diet? Tanya HILDA, Gratis!

Sudah punya rencana untuk menurunkan berat badan tapi malah makin stres karena bingung harus mulai dari mana? Berhenti scrolling di internet yang cuma bikin tambah bingung, ya!
Kenalin HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant), asisten AI pintar yang siap jadi “pintu pertama” perjalanan sehatmu di Halodoc. HILDA bukan cuma asisten biasa; dia bakal bantu kamu:

  • Kasih Gambaran Awal: Jawab pertanyaan kesehatan umum atau pertanyaan seputar cara menurunkan berat badan dalam sekejap.
  • Navigasi Spesialis: Bingung mau ke dokter apa? HILDA bakal arahkan ke dokter spesialis yang paling pas.
  • Solusi Cepat: Mulai dari cari obat sampai layanan kesehatan yang tepat, semua dibantu HILDA.

Gak perlu bingung lagi, ada HILDA yang selalu siaga. Download Halodoc sekarang!

Referensi:
Obesity Action Coalition. Diakses pada 2026. Benefits of 5-10 Percent Weight-loss.
Medical News Today. Diakses pada 2026. How To Naturally Lose Weight Fast.
National Health Service UK. Diakses pada 2026. 12 Tips To Help You Lose Weight.