Advertisement

Ini Bahaya Konsumsi Makanan Lebaran Berlebihan untuk Lansia

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   10 Maret 2025

Lonjakan gula darah dan masalah pada sistem pencernaan merupakan beberapa dampak mengonsumsi makanan berlebih pada lansia saat lebaran.

Ini Bahaya Konsumsi Makanan Lebaran Berlebihan untuk LansiaIni Bahaya Konsumsi Makanan Lebaran Berlebihan untuk Lansia

DAFTAR ISI


Lebaran identik dengan ketupat, rendang, opor ayam, hingga kue-kue manis memanjakan lidah. Namun, konsumsi makanan berlebihan saat Lebaran bisa memicu masalah kesehatan, termasuk pada lansia. Contohnya seperti lonjakan gula darah, tekanan darah tinggi, hingga gangguan pencernaan.

Penuaan menyebabkan perubahan dalam tubuh, termasuk penurunan fungsi organ dan metabolisme. Hal ini membuat lansia lebih rentan terhadap dampak negatif dari konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam.

Oleh karena itu, penting untuk lebih peduli dan bijaksana dalam mengatur pola makan selama Lebaran. Jangan sampai kegembiraan momen perayaan malah berubah menjadi masalah kesehatan yang tak diinginkan.

Bahaya Konsumsi Makanan Lebaran Berlebihan untuk Lansia

Berikut beberapa bahaya konsumsi makanan lebaran berlebihan untuk lansia:

1. Lonjakan gula darah

Makanan lebaran yang kaya akan karbohidrat, gula, dan lemak, seperti ketupat, rendang, dan kue manis, sangat rentan menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis. Apalagi bagi lansia dengan riwayat penyakit diabetes, konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko komplikasi diabetes.

Ketahui informasi lengkap mengenai apa itu diabetes di artikel berikut: Diabetes – Gejala, Penyebab & Pengobatan. 

2. Meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi)

Makanan lebaran sering kali tinggi garam dan lemak jenuh, seperti opor ayam dan sambal goreng. Makanan-makanan ini dapat meningkatkan risiko hipertensi pada lansia. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa memicu serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. 

Alami hipertensi, Simak 5 Rekomendasi Obat Hipertensi yang Ampuh Turunkan Darah Tinggi berikut ini. 

3. Risiko gangguan pencernaan

Konsumsi makanan berat dan berlemak secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sembelit, kembung, dan nyeri perut. Lansia cenderung memiliki sistem pencernaan yang lebih sensitif, sehingga rentan mengalami gangguan pencernaan. 

4. Peningkatkan berat badan

Momen lebaran seringkali membuat kamu menemui berbagai makanan yang tinggi kalori, lemak, dan gula, ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik. Hal ini bisa menyebabkan peningkatan berat badan yang bisa berujung pada masalah lainnya. 

Lebaran di Rumah? Ini 6 Tips Sajikan Makanan Sehat dan Lezat. 

5. Kelelahan dan dehidrasi

Makanan berlemak dan manis yang dikonsumsi ketika lebaran dalam jumlah besar bisa menguras energi dan menyebabkan rasa lelah berlebihan. Selain itu, beberapa makanan asin bisa menyebabkan dehidrasi yang berbahaya bagi lansia yang rentan terhadap gangguan keseimbangan cairan tubuh. 

Apa Kata Studi Terkait Makan Berlebihan?

Makan berlebihan atau yang lebih dikenal dengan istilah overeating dalam dunia medis, telah menjadi perhatian utama dalam dunia kesehatan karena dampaknya yang serius terhadap kesehatan tubuh. 

Studi berjudul The Neurobioloy of Overeating (2012) dari EMBO Reports menunjukkan bahwa penyebab utama kelebihan berat badan adalah ketidakseimbangan energi yang terjadi akibat asupan kalori yang berlebihan secara kronis, ditambah lagi dengan pengeluaran kalori yang sangat sedikit. Dalam kata lain, terlalu banyak makan dan terlalu sedikit berolahraga. 

Oleh sebab itu, penting untuk membatasi asupan makanan yang dikonsumsi ketika lebaran, terutama bagi lansia atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Jika kamu secara langsung ingin mendapatkan informasi mengenai kesehatan atau pola makan bagi lansia, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi klinis di Halodoc untuk mendapatkan informasi detail. 

Dapatkan juga suplemen dan vitamin untuk memelihara kesehatan tubuh setelah puasa dan Lebaran, lengkap di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% original dan langsung tiba di rumah 1 jam tanpa perlu repot. Tunggu apa lagi? Pakai Halodoc sekarang juga!

Referensi: 
American Diabetes Association. Diakses pada 2025. Diabetes and its Complications. 
Journal of the American College of Cardiology – Obesity and Cardiovascular Disease: Pathophysiology, Evaluation, and Impact of Weight Loss. 
Journal of Clinical Nursing. Diakses pada 2025. Dehydration in the Elderly: A Review of Risk Factors and Management Strategies. 
National Kidney Foundation. Diakses pada 2025. Hypertension and the Kidney. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Gastrointestinal Disorders in the Elderly. 
EMBO Reports. Diakses pada 2025. The Neurobiology of Overeating.